Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Upah mencukur


__ADS_3

Andra mendongakkan kepalanya dan menatap wajah sang istri yang sedang tertawa, "Kenapa kamu tertawa?"


"Ha ... nggak! Siapa yang ketawa," jawab Zara dengan ekspresi wajah yang masih terlihat tertawa. Sungguh Ia tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tertawa nya.


"Lah itu! Masih ketawa!" tunjuk Andra pada bibir sang istri. Zara pun tidak bisa menyembunyikan perasaannya, Ia pun mengusap lembut rambut sang suami sembari mencium kening Andra dengan lembut.


"Kamu tuh lucu banget, emang anak kita ngerti kamu ngomong kayak gitu?" seru Zara dengan ekspresi menaikkan salah satu alisnya.


"Ya tahu dong! Anak kita adalah anak yang pintar, pasti dia mengerti perasaan Daddy-nya. Karena Daddy-nya ini suka sekali bermain di jalur keluarnya mereka dari rahim Kamu," ujar Andra sambil tersenyum smirk.


"Hmmm ... Daddy-nya memang mesum dari dulu." celetuk Zara sembari mencubit hidung sang suami. Andra pun ikut tertawa dan dirinya semakin memeluk perut sang istri. Hingga akhirnya, Zara teringat jika dirinya belum memangkas rumput yang tumbuh pada area jalan lahir bayi mereka, terakhir Zara memotongnya saat kandungan masih berusia lima bulan, dimana dirinya masih bisa melihat kondisi sang rumput yang bergoyang manja, sehingga bisa memotongnya sendiri. Namun, sekarang kenyataannya berbeda.


Zara sudah tidak bisa melihat kondisi Padang rumput yang tumbuh di bawah sana, karena terhalang oleh perutnya yang semakin membesar. Ia pun meminta tolong kepada sang suami untuk membantunya memotong rumput yang pastinya kini tumbuh bertambah panjang, sementara dokter kandungan menyarankan untuk sesekali memotong rumput itu, apalagi mengingat Zara akan melahirkan, dikhawatirkan sang bayi lahir, dia akan bingung karena tersesat pada hutan belantara milik Ibunya. Dan pastinya itu juga memudahkan dan membantu tim medis untuk menangani persalinan secara normal.


"Sayang!" seru Zara.


"Hmm ..." Andra pun menjawabnya singkat.


"Minta tolong sebentar, dong!" ucap Zara memberanikan diri.

__ADS_1


"Minta tolong apa? Katakan saja!" seru Andra sembari mengecup perut sang istri dan bermain-main dengan bayinya.


"Cukurin dong?"


Seketika Andra membelalakkan matanya dan tersenyum bahagia saat sang istri meminta bantuan kepadanya. Seolah Ia tahu jika Zara minta dicukur rumput yang menurutnya mulai panjang dan mengganggu itu.


"Sini, yok! Aku selalu siap untuk itu." balas Andra dengan semangat, Ia pun segera membuka seluruh pakaiannya tanpa terkecuali, meninggalkan pakaian dalam yang menyimpan lato-lato dan si Joni di dalamnya.


Tentu saja apa yang dilakukan oleh Andra, seketika membuat Zara terkaget, "Sayang! Kamu ngapain bugil gitu, Aku kan cuma minta tolong untuk dicukur, soalnya Aku nggak bisa sendiri, udah nggak bisa lihat tuh, kehalang perut, kok kamu malah lepas baju sih!" seru Zara sembari berusaha melihat kondisi rerumputan miliknya yang sudah tidak bisa Ia lihat dengan kondisi perut yang berusia 7 bulan itu.


"Hehehe ... ya harus dilepas dong, Sayang! Biar nanti rumput yang dicukur nggak mengenai bajuku, bisa gatal-gatal nih. Makanya sekalian Aku lepas aja, biar bisa mandi langsung." ucap Andra berdalih.


Seperti melihat hamparan rumput surgawi, Andra tanpa berkedip melihat kemolekan dan indahnya tempat favoritnya, sungguh ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa. Karena Andra hanya terpaku dan cuma menatapnya, Zara pun segera meminta Andra untuk segera mengeksekusi rumput-rumput liar itu. Dan secara tidak langsung si Joni yang tadinya sedang tidur, mendadak terbangun dan terperanjat saat mata Andra melihat pemandangan yang keren itu.


"Sayang! Kamu lihat apaan, cepetan dipotong!" titah Zara yang sudah siap.


"Oh iya iya, aduh maaf Sayang! Aku galfok melihat keindahan yang terpampang nyata ini." jawabnya sembari memegang gunting untuk segera memotong ujung rumput yang memanjang. Dengan perlahan, Andra mengeksekusinya dengan perlahan, dengan telaten Ia merapikan rumput-rumput liar yang tumbuh memanjang, sementara Zara terlihat menunggu sang suami yang sedang sibuk dengan rerumputan miliknya. Hingga akhirnya secara tak sadar, Zara tertidur karena merasa seperti di Nina Bobo in saat Andra mencukur rumputnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya Andra selesai merapikan rumput-rumput itu, dan kini penampilannya sudah cantik, Andra memotongnya dengan model Bob, rimbun di atas tapi gundul di bawah. Untuk sejenak pria itu tersenyum, ternyata dirinya berbakat menjadi Kapster. Ia pun segera memanggil istrinya.

__ADS_1


"Sayang! Sudah selesai nih, modelnya bagus banget, coba lihat di kaca!"


Tidak ada jawaban dari Zara, Andra pun segera melihat wajah sang istri yang ternyata sudah terlelap tidur.


"Kok malah tidur, hmmm!"


Seketika Andra melihat hasil kreasinya, untuk sejenak Andra tersenyum smirk, ternyata dirinya tidak bisa pergi sebelum si Joni mendapatkan kehangatan.


"Nggak ada salahnya masuk sebentar, habis itu mandi, sambil jenguk Baby juga, hmm model baru harus dicoba langsung!" batin Andra yang sudah bersiap-siap untuk mencoba model terbaru pada tempat favoritnya.


Perlahan si Joni masuk ke dalam sarangnya, dengan gerakan lembut, Andra memanjakan si Joni yang sedari tadi sudah meronta-ronta, hingga akhirnya Zara pun terjaga, Ia pun terkejut melihat sang suami yang kini sedang berada di atas tubuhnya.


"Sayang kamu ... hmm!" Zara tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia merasakan ada sensasi sesak bercampur nikmat karena ulah sang suami.


"Sssttt ... anggap aja ini upahku karena telah membantu mu untuk mencukur rumput-rumput itu," bisik Andra sembari bergoyang manja membawa Zara ke alam Nirwana.


...BERSAMBUNG...


...😁😁😁😁😁😁...

__ADS_1


__ADS_2