
"Eh ... itu yang gede, semangatnya iya semangatnya hehehe, eh kenapa pada lihatin?" seru Zara saat melihat semua sedang menatapnya.
"Ohhh semangatnya, kirain yang lainnya." Balas Velin.
Sementara kedua pria itu terlihat memperhatikan istri-istri mereka dengan serius, hingga akhirnya kedua pria itu terlihat saling berbisik.
"Bro! Kira-kira mereka membicarakan apa, ya? Yang gede apa maksudnya?" bisik Dokter Irwan.
"Entahlah! Apapun yang mereka bicarakan pasti tak jauh dari kata gede, biasa cewek tuh suka yang gede apalagi panjang." Balas Andra diselingi tawanya. Dokter Irwan pun tampak mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari sohibnya itu.
"Maksud kamu apa, Bro?" tanya sang Dokter penasaran.
"Bukan, bukan apa-apa. Nanti kamu juga tahu sendiri." Balas Andra sembari terkekeh melihat ekspresi wajah Dokter Irwan yang terlihat bingung. Andra pun menepuk pundak sang Dokter dan berkata, "Eh kamu tuh seorang Dokter, harusnya kamu lebih tahu dari Aku tentang kesukaan para wanita itu seperti apa, masa harus Aku jelasin sih!"
__ADS_1
Dokter Irwan pun tersenyum dan sungguh dirinya belum berpengalaman dalam hal seperti itu, dia memang seorang Dokter, tapi untuk masalah tentang percintaan, rupanya Dokter Irwan butuh bimbingan khusus dari sohibnya itu.
"Iya Aku memang seorang Dokter, tapi aku dokter umum bukan hanya ahli ginekologi, jadi pengetahuanku terbatas, kayaknya kamu deh yang lebih pintar, sok ah ajarin napa!" desak sang Dokter sambil menyikut lengan Andra.
"Yakin mau diajarin? Kirain udah tahu caranya, aku aja otodidak nggak pakai diajarin siapa-siapa, semua itu reflek dan terjadi begitu saja, Dokter! Entar deh dicoba, udah waktunya melepaskan keperjakaan Bro, untuk apa lagi dipertahankan, nggak guna orang status kamu sudah menjadi seorang suami," seru Andra yang memberikan semangat untuk temannya agar berani menghadapi malam pertama mereka.
"Eh sumpah ding! Aku tuh nggak tega lihat istri nangis, tahu sendiri kebanyakan perempuan di malam pertamanya itu nangis karena kesakitan, padahal yang masuk nggak gede-gede amat, kecuali yang masuk itu knalpot, itu baru deh mereka nangis-nangis."
Seketika Andra tertawa mendengar penuturan dari Dokter Irwan, bahkan keduanya sama-sama tertawa.
Dokter Irwan pun menyahuti, "Makanya itu, aku nggak tega lihat Velin nangis, berasa berdosa sekali aku!" ungkap sang Dokter yang sedari tadi membuat Andra cengengesan.
"Dari dulu kamu tuh emang teman gokil, udah jadi Dokter pun masih pea, ya jangan dipaksa dong! Pinter-pinter kamu aja bikin bini keenakan sehingga dia lupa rasanya sakit, dah lah capek ngomong sama kamu, kamu yang minta diajarin, eh Akunya yang pingin. Mana disapih selama empat bulan lagi." Ungkap Andra.
__ADS_1
"Eh Bro! Beneran nih Aku mau tips dari kamu biar Velin nggak takut dan Aku juga nggak insecure."
Mendengar pengakuan dari sang Dokter, Andra pun melototkan matanya dan bertanya, "Apa? Kamu insecure? Memangnya punyamu ukurannya kecil?"
Pertanyaan Andra membuat Dokter Irwan garuk-garuk kepala sembari cengar-cengir.
"Bukan itu, masalahnya aku malu jika ada perempuan melihat Dede joniku yang dempal, bukan besar dan panjang kayak punya kamu." Ungkap Dokter Irwan dengan suara lirih. Andra pun tak habis pikir, bagaimana kondisi dan bentuk Dede Joni milik sang dokter yang katanya dempal, apa cuma besar saja tapi tidak panjang, entahlah hanya Dokter Irwan yang tahu.
"Eh Dokter, biarpun dempal kek, bulat kek, kecil kek, itu nggak ngefek. Jika kamu pintar dan bisa meluluhkan Velin, ya pasti nggak bakalan dia lihat dari dempalnya, tapi dari keperkasaannya, itu artinya kita kudu pinter-pinter aja senangin pasangan kita."
Mendengar penuturan dari sang sahabat, Sang dokter pun punya ide baru untuk meluluhkan Velin. Dan Ia pun segera menyuruh Andra untuk segera pulang, supaya sang Dokter juga segera pulang untuk mengeksekusi apa yang diajarkan oleh sahabatnya, berbekal pengalaman Andra, Dokter Irwan pun siap melepaskan masa keperjakaan nya.
"Ohh .. begitu! Jadi, besar kecilnya nggak ngaruh, ya! Yang penting itu cara kita memberikan stimulasi yang bisa merangsang istri kita untuk minta disentuh dengan lebih bagitu, kan? Ya udah pulang sana, Aku mau praktekin sekarang," seru sang Dokter.
__ADS_1
"Hmm ... ya ya ya, ikatan batin itu perlu, supaya hubungan suami-istri itu tetap harmonis. Dah lah aku juga mau pulang, ngomong sama kamu nggak ada habisnya, Pak Dokter." Seru Andra sembari beranjak menghampiri istrinya dan segera mengajaknya pulang. Dokter Andra pun tertawa dan Ia pun juga menghampiri istrinya untuk diajak pulang.
...BERSAMBUNG ...