
Zara mencoba melepaskan tangan itu dari mulutnya, karena merasa terancam, Zara spontan menginjak kaki orang tersebut dan Ia langsung menggigit tangan orang yang membungkam mulutnya, setelah tangan itu terlepas dari mulutnya, Zara langsung menyikut arah di antara dua paha. Seketika terdengar suara erangan dari seseorang yang sangat Zara kenal.
"Aduuuhhhhh! Keseleo nih! Aaarrrgggghhhh Zaraaaaaa."
Seketika Zara menoleh ke belakang, dilihatnya sang suami yang sedang mengerang kesakitan sembari mendekap area di antara dua pahanya itu.
"Waduh gawat! Burung suami ku, mampus lah Aku. Nggak bisa merem melek dong malam ini, aduh Pak! Maafkan Saya, Saya nggak tahu kalau itu bapak. Lagian bapak sih ngagetin aja." Zara berusaha menolong suaminya yang baru saja Ia tendang burung emprit nya.
"Hayo gimana dong! Sakit nih! Pasti nggak bisa bangun." rengek Andra sembari memicingkan matanya melihat ekspresi wajah Zara yang panik, sebenarnya Andra hanya berpura-pura kesakitan. Zara menyikut tidak sampai mengenai pas pada burung nya, tapi meleset pada paha sang guru. Andra sengaja mengerjai istrinya, ingin melihat reaksi Zara jika Andra terluka.
Tiba-tiba Zara menangis melihat kondisi sang suami yang sedang kesakitan, Ia benar-benar merasa sangat bersalah sudah menyikut suaminya. Hanya karena dirinya ingin melindungi diri dari orang yang ingin menyentuhnya, Zara spontan melakukan itu, dan tidak tahunya ternyata itu adalah suaminya sendiri.
"Saya minta maaf, Pak! Beneran! Saya nggak bermaksud menyikut bapak, tadi saya kira itu orang yang sengaja ingin berbuat jahat kepada Saya, kalau pun Saya tahu jika itu bapak, mana mungkin Saya sikut, pasti saya elus-elus, Pak!" ucapnya sembari menangis sesenggukan.
Seketika Andra merasa ingin tertawa saat mendengar pengakuan polos istrinya. "Ya ampun punya istri sepolos ini, gampang banget dikerjain, nangis beneran loh dia, ternyata Zara sangat tidak rela jika burungku terluka. Ketahuan kamu sangat suka rupanya. Yess biar ku kerjain kamu sampai rumah." batin Andra sembari menahan rasa ingin tertawa nya.
"Ya sudah! Bapak maafkan, tapi ingat! Kamu harus mengobati sesampainya nanti di rumah, tapi Aku rasa tidak akan bisa diobati deh, secara sepertinya nih burung udah patah tulang." mendengar pengakuan dari Andra, Zara pun membulatkan matanya dan sangat terkejut.
__ADS_1
"Masa sih Pak sampai segitunya? Masa bisa patah tulang? Perasaan lunak deh kalau lagi bobo, beda pas bangun, menyeramkan!! Biar nanti Saya obati, Pak! Saya yang akan tanggung jawab, ya ampun bodoh sekali sih Aku." rutuk Zara pada dirinya sendiri.
"Ya sudah! Kembali ke kelas mu! Sebentar lagi aku akan mengisi materi ke kelas, aduhh meskipun rasanya masih sakit banget nih, kira-kira dong Zara, untung saja telurnya nggak pecah, kalau pecah kita nggak bisa punya anak banyak." seru Andra sembari pura-pura menahan rasa sakit.
"Saya kan udah minta maaf, Pak! Gimana sih. Kalau telurnya pecah, bisa diganti dengan telur bebek nggak sih, Pak? Atau nggak telur angsa gitu?" seketika Andra melototkan matanya saat Zara berkata demikian.
"Telur bebek katamu, kamu mau Aku berjalan kayak kepiting? Telur bebek itu berat dan besar Zara! Apalagi telur angsa! Haahh udah udah, lama-lama Aku bisa gila ngomong sama kamu, pokoknya nanti malam kamu harus tanggung jawab, awas saja kalau nggak bisa pulih!" seru Andra sembari pergi meninggalkan Zara yang sedang garuk-garuk kepalanya.
"Idiiih kok marah sih, dicariin solusi marah sewot, dasar guru aneh. Eh kalau diganti telur angsa, nggak bisa bayangin kalo lagi jalan, pasti gandul-gandul lucu hihihi, auh ah gila!" Zara pun pergi ke kelasnya sembari senyum-senyum sendiri.
...HAYO JANGAN SENYUM-SENYUM SENDIRI, KIRIMKAN BUNGA SETAMAN NYA YUK UNTUK ZARA DAN ANDRA🥰🥰...
*
*
*
__ADS_1
PROMOSI NOVEL
Indah adalah seorang gadis yang tinggal di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota.
Dia tinggal bersama Ibu tiri dan kakak tirinya, awalnya hidup Indah biasa saja. Sama seperti keluarga pada umumnya, Ibu tirinya Indah menyayangi Indah sama seperti dirinya sayang kepada anak kandungnya. Namun, setelah Ayahnya Indah meninggal, Ibu tirinya menjadi jahat dan memperlakukan Indah layaknya seorang pembantu di rumahnya sendiri.
Indah pernah dijual oleh Ibu tirinya kepada laki-laki hidung belang, untungnya dia bisa melarikan diri dari laki-laki itu dan akhirnya Indah ditolong oleh seorang laki-laki yang bernama Feri.
Siapakah Feri?
Akankah Indah menemukan kebahagiaannya?
Ikuti terus kisahnya!
...CUSS KEPOIN CERITANYA 🥰🥰...
__ADS_1