
Akhirnya, setelah Andra menceritakan semua rahasia mereka kepada Velin, Ia pun berencana untuk membawa Zara ke Dokter spesialis kandungan untuk mengetahui secara pasti apakah istrinya benar-benar sedang mengandung. Namun, Zara masih ingin tinggal sebentar di ruangan Dokter Irwan untuk menenangkan dirinya yang masih pusing. Sementara itu Velin pun senyum-senyum melihat kemesraan Andra dan Zara. Sungguh pasangan sejoli itu sangat menggemaskan, Velin sering sekali melihat mereka bertengkar di sekolah, belum lagi Zara yang selalu membuat onar, tapi Andra selalu bisa menanganinya.
Kini, Zara terlihat begitu manja, Zara tampak menyandarkan kepalanya pada dada sang suami, seperti seorang anak yang sedang ingin dipeluk Ibunya. Sementara sang suami tampak mengusap lembut rambut Zara. Andra masih menenangkan perasaan istrinya, bukan manja, tapi Zara benar-benar sangat lemah dan pusing.
"Masih pusing kepalanya, hmm!" seru Andra kepada istrinya dengan mesra.
"Sedikit, Pak! Lemes banget badan Saya." balas Zara sembari menyembunyikan wajahnya pada dada sang suami. Seolah-olah mencium aroma tubuh suaminya itu sangatlah candu dan Zara selalu ingin menikmatinya.
Velin semakin tersenyum lebar melihat kemesraan mereka berdua. Sementara itu sang Dokter yang melihat Velin tersenyum melihat Andra dan Zara. Dokter Irwan pun berusaha untuk mendekati murid Andra tersebut dengan mengatakan sesuatu yang membuat Velin tersipu malu.
"Jangan lama-lama lihatin mereka berdua, nanti kamu kepingin loh!" bisik dokter Irwan kepada Velin.
"Bukan Saya yang kepingin, tapi Dokter sendiri." balas Velin yang seketika membuat sang Dokter malu.
__ADS_1
"Masa sih? Aku kira kamu juga kepingin, kalau sama-sama kepingin kan enak, nggak ada paksaan. Jadi, lebih mudah masuknya." sontak Velin menatap wajah sang dokter yang terlihat sedang menatapnya.
"Dihhh Dokter ngomong apaan sih! Ngeres banget sumpah nih orang. Sebenarnya sih Saya juga pingin!" balas Velin dengan suara kecilnya.
"Hah ... apa? Aku nggak dengar!" Dokter Irwan memaksa Velin untuk mengatakannya lagi. Sementara Velin terlihat semakin malu, berharap sang Dokter tidak mendengarnya.
"Bukan apa-apa kok, Dok!" Velin tampak menutupinya dan berpura-pura tidak mengatakan apa-apa. Tiba-tiba saja sang dokter meraih tangan gadis itu dan berkata kepadanya. "Kamu mau nikah nggak sama Aku?" tanya sang dokter serius.
"Hah? Dokter ini sedang bercanda, kan? Udah ya dokter, Saya nggak mau diajak bercanda, saya lagi mode serius nih."
"Mau ya jadi istri kecilku! Aku rasa tidak ada salahnya menikah dengan gadis SMA, toh kamu udah dewasa dan pastinya kamu juga memiliki perasaan yang sama, bukan? Sudah lama Aku memendam perasaan ini, hanya saja Aku butuh waktu yang tepat untuk mengutarakannya." ungkap Sang dokter yang membuat Velin tidak percaya jika dirinya akan dilamar secepat itu.
"Tapi dokter, Saya masih usia sekolah, apa dokter mau punya istri yang terlalu kecil, lagipula apa dokter juga nggak malu. Kenapa nggak nunggu saat lulus nanti aja sih, Dok? Harus dadakan gini, ya!"
__ADS_1
"Aku orangnya tidak bisa menahan hasrat bila berada dekat dengan orang yang kucintai, daripada kita nanti terjerumus dalam hubungan yang tidak-tidak, lebih baik Aku jadikan kamu sebagai istriku. Lagipula kamu bukan anak kecil lagi, usiamu sudah cukup dewasa untuk ...!" Sang Dokter tidak melanjutkan kata-katanya.
"Untuk apa, Dok?" Velin pun sangat penasaran dengan apa yang dimaksud oleh dokter Irwan. Hingga akhirnya Andra menyahuti ucapan Dokter Irwan, "Untuk mengandung anak kita wkwkwk, iya kan Dokter? Hayo ngaku aja deh Anda! Lama-lama Dokter ingin cabul juga kan kayak Aku hahaha."
Seketika Dokter Irwan terlihat sangat malu saat Andra bercelatuk seperti itu.
...BERSAMBUNG ...
*
*
*
__ADS_1
...Cuss mampir dulu yuk ke karya punya kak Kiss yang berjudul MY LOVE FROM THE BLUE SEA...