Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Punya anak sepuluh


__ADS_3

Andra tidak menjawab dan tetap diam, Zara pun tak gentar dan terus bertanya kepada suaminya sebelum mendapatkan jawaban.


"Pak! Pak Andra masih marah nggak sih sama Saya? Kok diem aja."


Andra pun tetap diam, meskipun sebenarnya Ia tahu jika Zara sedang bertanya kepadanya, Zara rupanya tak puas untuk tidak menanyakan kepada suaminya.


"Pak Andra! Pak Andra denger Saya nggak sih?"


Untuk pertanyaan yang ketiga kalinya, Andra mengurangi kecepatan motornya menghentikan nya di pinggir jalan, kemudian Ia membuka helmnya dan menoleh ke arah belakang. Dimana Zara masih menunggu jawaban dari pertanyaan nya.


"Jangan tanyakan sekarang! Aku sedang konsentrasi nyetir, kalau nabrak gara-gara kamu gimana? Kamu mau kita celaka?" seru Andra kepada istrinya.


"Habisnya Pak Andra diam mulu bikin kesel, tinggal jawab iya atau enggak apa susahnya sih, bikin orang naik darah aja! Biarin tuh biar kita mati sekalian, biar nggak saling marah-marahan lagi." Zara tampak mengerucutkan bibirnya.


"Enggak mau ah! Aku nggak mau mati dulu, Aku masih pingin punya anak dari kamu sepuluh, lima cowok dan lima cewek, udah gitu lihat mereka tumbuh besar dan menikah, punya cucu sekampung. Habis itu ya udah kita mati barengan." jawab Andra santai.


Seketika Zara menepuk jidatnya mendengar pengakuan dari sang guru. Sementara Andra terlihat memperhatikan Zara dari arah spion motornya, sekilas bibir Andra tersenyum tatkala melihat ekspresi Zara.


"Anjiiirrr sepuluh anak! Kira-kira nggak sih, Pak! Sepuluh loh Pak, yang Saya keluarin tuh kepala manusia Pak! Kata Mommy itu sakit banget pas ngelahirin Saya dulu, bapak gimana sih, situ enak cuma nanem benih dong, lah Saya?" gerutu Zara yang membuat Andra tertawa kecil.


"Nggak bakalan sakit, orang nanti kamu melahirkan anak-anakku yang pastinya mereka kalem, tenang, bayinya nggak ngerepotin, orang bapaknya ini juga kalem dan pinter. Nggak kayak kamu, pantes aja Mommy ngeluh sakit banget, yang dilahirkan modelnya kayak kamu, bayi badung masih dalam perut kamu sudah pinter main pencak silat, kasihan Mommy, pasti Mommy sangat menderita tuh ngelahirin kamu." ucap Andra sembari memasang kembali helmnya.

__ADS_1


"Sialan dikatain bayi badung, hmm ... terserah deh bapak ngomong apa, biarpun dikata badung, toh bapak juga menganggap Saya kayak kucing kecil, padahal sebenarnya Bapak tuh yang kucing garong." Andra semakin tersenyum lebar mendengar pengakuan muridnya yang satu itu, ada saja jawabannya.


"Sudah! Kita berangkat lagi, ngomong sama kamu nggak selesai-selesai."


"Ih bapak juga sih, bikin kesel aja."


Akhirnya Andra mulai tancap gas lagi, Zara pun mulai berpegangan pada pinggang Pak gurunya, Andra rupanya menaikkan kecepatan motornya, membuat Zara merasa sedikit takut, motor sport yang dikendarai oleh Andra memang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari motor sport lainnya, sehingga Zara meminta kepada sang Suami untuk menurunkan kecepatan motornya.


"Aduuh! Jangan cepet-cepet dong, Pak! Saya takut nih! Katanya pingin minta anak sepuluh, Kalau kek gini caranya, aduuhh deket banget dengan gerbang kematian." rengek Zara , sejatinya Zara sangat takut dengan kecepatan tinggi, Ia merasa khawatir jika tiba-tiba saja motor oleng dan bisa mencelakai mereka. Mendengar permintaan sang istri, Andra pun mengurangi kecepatan motornya sembari berkata dengan membuka kaca helmnya.


"Bukannya kamu suka cepat? Biar cepat sampai gitu!" sahut Andra yang seketika membuat Zara merona.


Andra dan Zara yang tidak tahu jika mobil dokter Irwan sedang berada disampingnya, seketika terlihat jendela mobil terbuka dan tampak wajah Velin yang sedang menghadap ke arah mereka berdua yang sedang asyik bersenda gurau.


Kecepatan mobil yang stabil membuat Velin dengan mudah mengatakan sesuatu kepada pasangan itu.


"Cie cie! Pak Andra dan Zara, mesra nih ye!" teriak Velin yang diikuti senyuman dokter Irwan.


Seketika Andra dan Zara menoleh ke arah sumber suara. Tampak Velin dan dokter Irwan yang berada di dalam mobil di samping motor Andra yang sedang melaju.


"Velin ... dokter Irwan!!!"

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


*


*


*


DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT


Author : Nirwana Asri


Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?


Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.


Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?



...Yuk capcuss kepoin segera 🥰...

__ADS_1


__ADS_2