Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Bayi-bayi tampan hasil olahraga


__ADS_3

Seusai menghadiri acara pernikahan Dokter Irwan dan Velin, Andra dan Zara segera pergi ke rumah sakit di mana Niko dan isterinya dirawat, dan sesampai di sana, Zara segera menanyakan bagaimana kondisi Niko dan isterinya.


"Bagaimana keadaan sepupu saya, Dokter?" tanya Zara yang penuh kekhawatiran. Sang Dokter pun berusaha semaksimal mungkin untuk menolong pasangan suami istri itu. Namun, salah satu dari mereka salah satu kakinya terpaksa diamputasi karena terjepit badan mobil dan menyebabkan tulang kakinya remuk.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, keadaan Pak Niko hanya mengalami trauma dan luka di kepalanya, tapi untuk Nyonya Vina sepertinya kami harus mengamputasi kakinya, selain wajahnya yang rusak, kakinya tidak bisa diselamatkan lagi, untuk menghindari pembusukan pada organ kaki, maka kami terpaksa harus melakukannya."


Zara lemas seketika saat mendengar apa yang terjadi kepada Vina, istrinya Niko. Tidak bisa dibayangkan bagaimana hancurnya perasaan Vina saat Ia tahu bahwa kakinya harus dihilangkan.


Saat itu juga, Zara menghubungi sang Daddy dan Tante Desi, Ibunda dari Niko. Mereka langsung meluncur ke rumah sakit untuk melihat kondisi Niko dan isterinya. Sesampainya di rumah sakit, Tante Desi selaku Ibu kandung Niko sangat bersedih, anak semata wayangnya harus mengalami kejadian seperti ini, apalagi melihat kondisi sang menantu yang sangat tragis.


Di saat mereka sedang menunggu operasi Vina yang cukup memakan waktu lama, tiba-tiba Zara merasakan perutnya kontraksi, dan Ia pun merasa kesakitan.


"Awww ... perutku!" pekik Zara sembari mendekap perutnya yang membesar.


"Sayang! Kamu kenapa?" Andra pun terlihat gelisah dan panik melihat istrinya kesakitan.

__ADS_1


Sementara itu Daddy Harun dan Mommy Hasna yang ada di sana, menduga jika Zara akan melahirkan. Karena melihat air ketuban yang mengalir di antara kedua kaki Zara.


"Oh ya Tuhan! Zara pasti ingin melahirkan," ucap Mommy Hasna yang sangat yakin jika sang anak akan segera melahirkan cucu kembarnya. Andra pun tidak tinggal diam, Ia segera memanggil petugas medis untuk segera menolong isterinya.


Petugas medis segera membawa Zara ke ruang persalinan, sementara itu Andra selalu ada di samping istrinya untuk memberikan semangat kepada Zara agar bisa melewati masa-masa bersalin dengan lancar.


Sementara itu Daddy Harun dan Mommy Hasna menunggu kelahiran cucu kembar mereka, sedangkan Andra kini berada di dalam kamar persalinan bersama sang istri. Usia kandungan Zara yang masih terhitung belum genap 9 bulan. Nyatanya, sang buah hati rupanya sudah tidak sabar ingin segera lahir ke dunia. Di sela-sela Zara merasakannya kontraksi, ada Andra yang selalu memberikan dorongan kepada istrinya.


"Kamu harus kuat, Sayang! Anak-anak kita akan segera lahir ke dunia, Aku akan selalu ada untukmu di sini." bisik Andra sembari mencium kening sang istri. Zara mengangguk pelan, meskipun sebenarnya kontraksi rahim itu begitu sakit, Zara mencoba untuk tetap santai, Ia pun mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Zara terlihat begitu tenang melewati masa-masa pembukaan, di mana masa itu rasanya adalah perjuangan yang sungguh mendebarkan bagi setiap Ibu yang akan melahirkan dan rasanya sangat nikmat sekali.


Hingga akhirnya setelah beberapa menit, kontraksi rahim Zara semakin kuat, dan Ia pun merasa ingin sekali mengejan dan buang air besar. Spontan Zara menarik tangan sang suami dan mencengkram nya erat-erat.


Dokter segera menginstruksikan kepada Zara untuk ambil nafas dalam-dalam dan setelah itu mengejan sekuat-kuatnya. Tentu saja Zara spontan meraih apa saja yang ada disampingnya, tentu saja yang berada di sampingnya adalah suami tercinta yang selalu memberikan dukungan untuk sang istri.


"Terus, Sayang! Sedikit lagi. Kamu pasti bisa." seru Andra disela-sela Zara berusaha untuk mengejan.

__ADS_1


"Huffftt huffftt huffftt kenapa rasanya tidak seperti pas saat bikin, Sayang! Ini sakit banget." racau Zara sembari menatap wajah suaminya yang terlihat ikut berkeringat.


"Sssttt ini adalah perjuangan mulia dari seorang Ibu, kamu jangan khawatir, nanti Aku akan bikinkan lagi anak-anak yang manis,"


Beberapa perawat yang mendengar percakapan suami istri itu tampak tersenyum, hingga akhirnya terdengar suara tangis bayi pertama yang sangat kencang. Seketika Andra membulatkan matanya saat melihat bayi mungil yang masih merah menangis kencang. Sang Dokter langsung meletakkan bayi itu di atas dada Zara.


"Selamat Pak, bayinya laki-laki." ucap sang dokter, setelah itu berselang beberapa menit, Zara kembali ingin mengejan, dan akhirnya lahir putra kedua mereka. Bayi mereka berjenis kelamin laki-laki.


"Ya Tuhan! Anak-anak kita sudah lahir, Sayang! Mereka berdua sangat tampan, setampan Daddy-nya." seru Andra saat melihat bayi kedua mereka lahir.


Betapa bahagianya pasangan itu, Zara melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki, keduanya terlihat sehat dan sangat tampan.


"Terima kasih, Sayang! Kamu sudah memberikan kebahagiaan untukku, anak-anak kita lahir dengan selamat, bayi-bayi tampan hasil olahraga kita setiap malam, tak sia-sia kita berusaha." seru Andra yang membuat Zara tersipu malu.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2