Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Nggak percaya


__ADS_3

"Ya ... Aku memang nggak terlalu dekat sih sama Zara, cuma kedua orang tuanya itu dekat dengan orang tua ku. Jadi, kayaknya nggak mungkin deh Zara berani melakukan hal itu, kecuali ada tanda kutip, Zara dan pak Andra udah ada ikatan pernikahan. Lagian si guys, Zara itu punya sifat tomboi, jadi nggak mungkin banget dia menggoda cowok sembarangan, apalagi gurunya sendiri, tuh si Kelvin yang pernah jadi pacarnya, selama jadi pacar Zara, Kelvin tuh nggak pernah diijinkan Zara untuk mencium nya, Zara tuh protektif banget sama dirinya. Jadi ya! Jika kalian melihat Zara sedang bersama Pak Andra, dan sedang bermesraan Aku sih mikirnya ada kemungkinan mereka berdua sudah menikah." sambung Velin.


"What? Zara dan Pak Andra sudah menikah?" keduanya pun sontak tertawa mendengar ucapan Velin, baik Tina maupun Anita benar-benar tidak akan percaya jika Andra mau menikah dengan Zara.


"Ya ampun Velin, kamu pinter banget lawaknya, hello ... pak Andra nggak mungkin mau menikah dengan Zara yang seperti itu, bisa-bisa dunia bakalan kiamat." celoteh Tina yang meledek dan tak percaya jika Andra akan menikahi gadis seperti Zara.


"Terserah deh kalian percaya atau nggak, ya udah Aku nggak mau terlalu jauh mencampuri urusan orang lain, toh kalau pun mereka beneran menikah, ya nggak apa-apa lah, Pak Andra juga nggak punya pasangan, dan Zara sendiri juga masih gadis. Itu bagus, aku malah dukung mereka, kayaknya Zara cocok deh sama Pak Andra, mereka pasti jadi pasangan gokil." sambung Velin sambil membayangkan jika Andra dan Zara beneran menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


"Hah ... kok kamu malah mendukung jika mereka nikah sih, kalau Aku nggak lah. Zara tuh kayak cowok, dan pak Andra tuh pantes nya dapat cewek yang lembut, cantik, kayak Aku misalnya." celetuk Tina yang terlalu PD dengan dirinya.


Anita dan Velin pun melongo mendengar ucapan Tina.


"Ya ya kamu memang cantik, seksi, tapi selera orang kan siapa yang tahu, mungkin Pak Andra lebih suka cewek yang unik dan nggak neko-neko barangkali, seperti Zara misalnya. Udah deh jangan ngebahas yang aneh-aneh, Aku pergi dulu ya! Jangan sampai lupa datang loh!" pamit Velin kepada keduanya.


Tina dan Anita hanya menatap kepergian Velin, keduanya tak habis pikir kenapa Velin tidak mau percaya dengan kata-kata mereka.

__ADS_1


"Heran deh sama si Velin! Nggak percaya amat dengan omongan kita, malah seneng jika Zara dan Pak Andra menikah, kalau Aku sih nggak banget jika mereka menikah. Lagian ya mana mungkin lah Pak Andra tergoda dengan cewek bar-bar kayak dia, cewek yang nggak ada kalem-kalem nya." umpat Tina dengan sinis.


"Iya juga sih, tapi jika benar mereka sudah menikah gimana dong!" sahut Anita yang mulai berpikir tentang ucapan Velin.


"Ya ampun Anita! Eh kamu tuh yang lebih dekat dengan Zara, harusnya kamu tahu dong bagaimana Zara sehari-hari, apa mungkin Pak Andra mau menikah dengan Zara yang modelan kayak preman gitu, si Zara tuh langganan masuk ruangan BP bareng Aku, jadi nggak mungkin banget Pak Andra sampai suka dengan murid kayak dia, percaya deh!"


"Ya kamu benar, Pak Andra nggak mungkin menyukai Zara, dan Zara pasti yang kegatelan merayu Pak Andra." Anita pun semakin percaya dengan ucapan Tina.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2