
"Tuh tuh siapa sih tuh cewek, bikin penasaran aja. Pak Andra juga. Ngapain sih harus ke sana." umpat Anita yang juga ikut kesal melihat Andra yang sedang berdiri diantara Kelvin dan Zara.
"Maaf Pak Andra, sepertinya ini masalah Saya dan gadis itu, lagipula bapak siapa nya dia, seolah-olah bapak begitu ingin melindungi dia, kita semua tidak tahu siapa gadis itu, Saya atau pun teman-teman yang lainnya juga belum tahu. Saya cuma memastikan saja apakah gadis itu seperti yang saya duga." jelas Kelvin.
Andra mencoba bersikap dewasa, Ia pun berusaha untuk tenang agar bisa menghadapi Kelvin dengan santai.
"Iya bapak tahu, lagipula gadis ini tidak ingin kamu dekati, jadi untuk apa kamu paksa dia untuk mengaku, biarkan saja! Toh dia juga nggak ganggu kamu, kan?" ujar Andra.
Sementara itu, Velin mulai turun dan menemui semua tamu undangan. Terdengar suara Master Ceremony yang menyambut kedatangan sang pemilik pesta malam ini yaitu Velin, gadis itu terlihat cantik dengan gaun malam berwarna ungu, sungguh dia gadis yang memiliki senyum yang tulus dan manis. Seketika dokter Irwan senyum-senyum sendiri melihat kedatangan Velin yang juga tersenyum kepadanya.
"Kita sambut teman kita yang berbahagia pada malam hari ini, wahhh sangat cantik sekali ini dia kita sambut Velin Maharani. Tepuk tangan dong!" seru sang Master Ceremony sembari mengajak para undangan untuk bertepuk tangan.
Terdengar suara riuh tepuk tangan para tamu undangan yang terdiri dari teman-teman Velin, para guru dan juga rekan bisnis sang Ayah.
Velin berjalan menuju ke tempat yang disediakan, dimana Ia berdiri diantara kedua orang tuanya, sementara itu tersenyum kepada teman-temannya yang sudah hadir di pesta ulang tahunnya.
Setelah itu acara tiup lilin pun segera dimulai, sebelumnya Velin mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada semua teman-temannya yang sudah datang ke acara ulang tahunnya. Dan Velin pun mengatakan jika ada hiburan untuk semua tamu undangan agar pesta nya semakin seru, yaitu lantai dansa. Dimana setiap tamu undangan bisa berpartisipasi untuk mengikuti dansa dengan pasangan yang sudah di acak dan ditentukan oleh sebuah nomor yang sama.
Selain itu Asha juga akan memberikan kenang-kenangan bagi penampilan terbaik bagi pasangan dansa yang paling bagus. Puncak acara pun segera dimulai. Acara tiup lilin dan juga potong kue pun sudah mulai dilaksanakan. Velin meniup lilin yang bersimbol angka 17 tahun, angka yang sudah dianggap dewasa bagi setiap anak gadis, setelah itu Velin memotong kue ulang tahunnya, potongan pertama Ia berikan kepada sang Ayah, Pak Cokro dan setelah nya Ia berikan kepada Sang Ibu, Bu Cokro.
__ADS_1
Semua orang terlihat senang melihat Velin dan keluarganya yang tampak begitu bahagia, tak terkecuali dokter Irwan yang sedari tadi tersenyum melihat Velin. Sementara Andra yang berada di dekatnya tampak menggerakkan telapak tangannya di depan wajah sang dokter tak berkedip saat melihat Velin.
"Woi sadar woi!" seru Andra yang membuat Dokter Irwan terkesiap.
"Ah rese kamu! Nggak bisa lihat orang seneng aja." protes dokter Irwan.
"Ada yang jatuh cinta nih, udah jangan ditunda-tunda, tuh ada bapaknya, ngomong sekalian kalo dokter suka dengan Velin, biar cepat direstui." bisik Andra sambil melihat ke arah Pak Cokro dan istrinya.
"Maunya gitu, tapi Velin masih 17 tahun Bro! Apa kira-kira nggak terlalu cepat, secara dia tuh masih sekolah." balas dokter Irwan.
"Ya nggak masalah dong! Kamu bisa kasih DP dulu sama Pak Cokro istilahnya gitu, biar Velin nggak dijodohin sama laki-laki lain, kalau nunggu nanti-nanti, kamu bisa kehilangan Velin. Tahu sendiri bapaknya itu pejabat, pasti banyak pria mapan diluar sana yang mengejar-ngejar Velin." ungkap Andra.
"Ya Aku maunya nggak usah DP, langsung beli aja. Biar kayak kamu dan Zara." spontan Andra tersenyum mendengar jawaban sang dokter.
*
*
*
__ADS_1
PROMOSI NOVEL
Dear, Pak Boss
Author: Ika Oktafiana
Stella tidak pernah menduga bahwa dirinya akan jatuh cinta dengan seorang Arshaka Virendra, sang Direktur Utama di perusahaan tempat Stella bekerja.
Kejadian itu bermula ketika Stella merasa tertantang dengan sikap Shaka yang dingin dan kaku. Bahkan, untuk sekedar mengulas senyum saja tidak pernah.
Berbagai cara Stella lakukan untuk membuat Shaka mau tersenyum. "Senyum dong, Pak. Biar semakin tampan," goda Stella tempo hari saat keduanya tidak sengaja bertemu di saat hujan sore hari.
Dikala itulah, awal mula hidup Shaka berubah menjadi lebih berwarna, Stella berhasil menjungkir-balikkan hidup Shaka dan mulai mengenal rasa bernama 'cinta'.
Perlahan, penyebab dari sikap dingin Shaka terkuak, hidup yang keras dan masalalu yang kelam. Hal itu justru semakin membuat Stella begitu kagum dengan sosok Shaka. Seketika timbul rasa ingin selalu ada dan memeluk dikala pelik kehidupan menderanya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Baca terus yuk^_^
__ADS_1
...Yuk capcuss kepoin kisahnya 🥰...