Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Bidikan ketapel


__ADS_3

Sementara itu di dalam kelas, Zara merasa ingin pergi ke kamar mandi, Ia pun meminta izin kepada Pak Faisal untuk ke toilet sebentar.


"Maaf Pak! Saya mau ke belakang sebentar!"


"Oh ya! Silahkan Zara! Jangan lama-lama ya, nanti bapak takut kalau ada yang mengerjai mu lagi, bapak nggak suka mendengarnya." seru Pak Faisal dengan tersenyum nakal.


"Idiiih nih guru, centil amat sih!" batin Zara sembari tersenyum paksa.


"Hehehe iya, Pak!"


Setelah itu Zara segera keluar dari kelas, kemudian Ia pun berjalan menuju ke arah kamar mandi sekolah. Namun, pandangan nya dikejutkan dengan Anita dan Tina yang sedang bersama sang suami.


"Eh eh ngapain tuh si Tina sama Anita ada di sana, hmm mau godain suami ku ya! Awas saja ya, Aku kasih kejutan nih untuk kalian berdua. Njiiir tanganku udah gatal sangat." Zara perlahan mengambil sebuah ketapel yang Ia sembunyikan di suatu tempat di sebelah kamar mandi sekolah. Ketapel itu juga yang Zara gunakan untuk mengerjai Tina dulu. Kini Ia akan memberikan hukuman kepada dua gadis yang sudah coba-coba mendekati suaminya.


Setelah Zara berhasil mengambil ketapel itu, Ia pun mencari peluru yang akan Ia gunakan untuk membidik sasaran nya, Ia melihat batu kerikil yang ada di bawah kakinya, setelah itu Zara mengambil batu kerikil itu dan menembakkan nya pada dua gadis yang sedang mendekati Suaminya.


"Rasain nih, pada bocor tuh pantat silicone." seru Zara sembari menarik ketapel itu ke belakang, bersiap untuk menembak ke arah kedua gadis itu.


Sementara itu Anita dan Tina terus mempengaruhi Andra agar sang guru membenci Zara.


"Beneran, Pak! Kita nggak bohong, sebaiknya Bapak nggak usah percaya dengan ucapan Zara, dia itu gadis sok suci, sok polos, belagu udah gitu awwwww pantat ku " seketika Tina merasakan sesuatu yang tiba-tiba seperti menghantam pantatnya. Ia pun terperanjat dan mengusap-usap pantat yang terkena tembakan peluru ketapel Zara.


"Hihihi rasain tuh, makanya jadi cewek jangan centil-centil." seru Zara sembari cekikikan.


Andra melihat Tina yang sedang mengusap-usap pantatnya, Ia pun menanyakan kepada siswinya itu apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kamu kenapa Tina?"


"Nggak tahu pak, tiba-tiba saja kayak ada sesuatu yang menghantam pantat Saya, Pak! Siapa ya?" Tina, Anita dan Andra tampak memperhatikan sekeliling, mereka tidak melihat siapapun yang ada di sekitar mereka.


"Nggak ada siapapun." Andra berkata sambil memeriksa sekeliling, Ia berjalan mendekati arah kamar mandi untuk memastikan tidak ada orang. Tapi, saat Andra berjalan mendekati sebuah kamar mandi, Ia melihat Zara yang sedang bersembunyi di balik dinding. Andra tersenyum dan Ia sudah menduganya.


Kemudian Andra kembali berjalan menghampiri Tina dan Anita.


"Tidak ada siapa-siapa di sini, mungkin itu perasaan mu saja. Sudah! Sebaiknya kalian kembali ke kelas, atau nggak kalian tidak boleh mengikuti pelajaran bapak setelah ini. Cepat ke kelas!" titah Andra agar kedua siswinya itu masuk ke dalam kelas dan tidak bisa menemukan Zara yang sedang bersembunyi di balik dinding kamar mandi.


"Iya iya, Pak! Kami akan ke kelas, permisi!" akhirnya kedua gadis itu pergi menuju ke kelasnya, sementara itu Zara mengintip kedua temannya yang mulai pergi dari hadapan suaminya.


"Bagus! Kalian berdua memang harus pergi, tapi sebelum Aku mau kasih satu kejutan lagi untuk Anita." Zara yang saat itu sedang mengunyah permen karet, Ia pun meletakkan permen karet itu pada sebuah kerikil dan Ia tembakkan pada pantat Anita.


"Bersiap membidik!" serunya sembari memicingkan matanya sebelah.


"Yess ... kena! Mampus makan tuh permen karet." Zara tampak bangga karena bidikan nya tepat mengenai sasaran, peluru permen karet itu menempel pada rok Anita tepat ditengah-tengah pantatnya.


"Kamu kenapa Nit?" tanya Tina yang melihat Anita yang sedang meraba-raba roknya.


"Hiiii ... apaan nih kok lengket." Anita melihat tangannya yang terkena permen karet yang menempel pada rok sekolah yang Ia pakai, tentu saja Anita merasa jijik dan lengket, bekas permen karet itu menempel pada rok Anita dan susah untuk membersihkannya, lagi-lagi Zara tertawa cekikikan sembari bersembunyi di balik dinding kamar mandi.


"Mampus kalian berdua, itu sebabnya berani-berani gangguin suamiku."


Tiba-tiba saja tangan Zara ditarik oleh seseorang dan membekap mulut nya.

__ADS_1


"Hmmmm ....!"


...BERSAMBUNG...


*


*


*


*


PROMOSI NOVEL


Penelusuran Gaib Rania


Author: Novi putri ang


Mobil hitam melintas di atas tanah berlumpur, diluar nampak hujan deras yang tak kunjung reda. Dan kilatan guntur terlihat di langit menyambar, dengan gemuruh yang menggelegar.


Malam ini terasa mencekam. Dari kejauhan, bayangan sebuah rumah kuno terlihat di antara pepohonan besar, bersembunyi di balik kegelapan.


"Aah. Perasaan apa ini, kenapa perasaan tidak enak mengganggu pikiranku?" batinku berkata seakan ada sesuatu yang akan terjadi setelah ini.


Ya, benar saja. Kisah mistisku belum berakhir. Meskipun aku telah meninggalkan Desa Nenekku, Desa Rawa Belatung. Aku selalu saja berurusan dengan hal-hal gaib. Penelusuran gaib yang terus membawaku bertemu dengan sosok makhluk tak kasat mata, yang terus mengikuti setiap perjalanan hidupku.

__ADS_1



...JANGAN LUPA MAMPIR 🏃🏃🥰🥰...


__ADS_2