Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Tidak bisa tidur


__ADS_3

Setelah cukup lama Mommy Hasna dan Mama Dahlia berada di dalam rumah mereka, tiba waktunya mereka untuk pulang ke rumah.


"Baiklah, karena hari sudah malam, Mommy mau pulang dulu, Daddy pasti sudah mau pulang, tadi Daddy belum bisa ke sini, Daddy ada urusan mendadak dengan Pak Bento, nggak tahu kenapa tiba-tiba Pak Bento ingin ketemu Daddy." ucap Mommy Hasna.


"Pak Bento, Papanya Tina?" tanya Zara sembari mengerutkan keningnya.


"Iya." jawab Mommy Hasna singkat.


"Ada apa ya? Nggak biasanya Pak Bento minta ketemu Daddy?" batin Zara yang curiga dengan pertemuan Daddy dan Papanya Tina, karena selama ini Papanya Tina tinggal di luar kota, entah kenapa tiba-tiba ingin bertemu dengan Daddy Harun.


"Ya sudah! Kami pulang dulu. Andra! Jaga istrimu baik-baik, Mama berharap setelah kalian mengonsumsi buah kurma itu, Zara segera positif hamil." ucap Mama Dahlia penuh harap. Andra merangkul pundak sang istri dan tersenyum kepada keduanya.


"Pasti, Andra pasti akan menjaga Zara, Mama dan Mommy tidak usah khawatir, Zara pasti segera hamil, kami selalu berusaha keras setiap hari demi memberikan cucu untuk keluarga besar." sahut Andra yang diiringi senyum malu-malu Zara.


"Ya sudah! Kami pulang dulu."


Sebelum Mommy Hasna dan Mama Dahlia pergi, Zara menyempatkan untuk mencium punggung tangan kedua wanita itu. Hingga akhirnya mereka berdua benar-benar keluar dari rumah Andra dan Zara.


Zara melambaikan tangan kepada keduanya, setelah mobil sang Mommy menghilang dari pandangan, Andra pun segera membawa istrinya masuk ke dalam rumah. Untuk sejenak Zara terlihat diam memikirkan sesuatu, membuat sang suami memperhatikan Zara dengan serius.


"Kamu kenapa? Kok mukanya cemberut gitu." pertanyaan Andra seketika mengagetkan Zara.


"Saya memikirkan ucapan Mommy tadi, Pak!" jawabnya sembari berjalan menuju ke kamar mereka.


"Ucapan Mommy yang mana? Yang minta segera diberikan cucu, ngapain kamu pusing, ya sudah kita bikinin aja, biar mereka senang." jawaban Andra membuat Zara memutar bola matanya.


"Ya ampun pak Andra pikiran nya bikin anak mulu, nggak bosen apa!"


"Bosen? Kamu tanya Aku bosen? Ya nggak mungkin lah Aku bosen dengan istriku sendiri, memangnya kamu ingin Aku bosen? Ya sudah! Maafkan aku, Aku tidak akan mengganggu mu lagi malam ini, biar kamu nggak bisa tidur nyenyak. Sekarang! Tidurlah terlebih dahulu, Aku akan tidur di luar." balas Andra sembari menghentikan langkahnya dan Ia berbalik meninggalkan Zara dan membiarkan istrinya pergi ke kamarnya.


"Loh! Bapak mau kemana?"

__ADS_1


"Mau tidur di sofa depan saja, supaya kamu bisa tidur nyenyak, udah nggak apa-apa, di sini Aku bisa nonton piala dunia yang sedang berlangsung, udah pergi saja ke kamar mu, istirahatlah!" titah Andra, tiba-tiba saja laki-laki itu bersikap cuek kepada istrinya.


"Ihh dibilang gitu aja udah gondok, dasar cowok baperan, ya sudah! enak kalau gitu bisa tidur sendirian dengan nyenyak tanpa gangguan colek sana colek sini, hmmm." Zara pun segera pergi ke kamarnya dengan sendiri. Sementara Andra tampak menonton televisi di ruangan tengah dan membiarkan istrinya beristirahat, mungkin Zara sedang kecapekan, Ia pun memakluminya. Karena dirinya tidak akan pernah bisa untuk tidak menyentuh Zara sedetikpun.


Sementara itu, Zara telah sampai di dalam kamarnya, Ia pun mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu. Ia sedikit lega akhirnya Ia bisa menguasai sendiri kasurnya.


"Hmmm ... akhirnya bisa bobo sendirian." Zara pun mulai tidur dan memejamkan matanya. Tapi, rupanya Zara tidak bisa untuk menutup kedua matanya, Zara kesulitan untuk tidur, padahal dulu sebelum menikah dia sangat cepat sekali untuk tidur jika matanya sudah tidak kuat lagi menahan rasa kantuk.


Tapi, sekarang menjadi berubah, semenjak dirinya menikah dengan Andra, kebiasaan itupun mulai berubah sedikit demi sedikit, Zara yang biasanya bisa tidur dengan nyenyak tanpa Suami. Kini dirinya justru tidak bisa memejamkan matanya tanpa keberadaan sang suami. Zara gelisah, sungguh Ia telah berupaya keras untuk bisa memejamkan matanya. Tapi nyatanya nihil.


"Astaga! Kenapa Aku tidak bisa tidur?" ucapnya dengan posisi badan berguling ke kanan dan ke kiri. Untuk sesaat Zara melihat bantal suaminya, Zara mengusap lembut bantal yang biasanya Andra tempati.


Jam berdenting menunjukkan pukul dua belas malam. Namun, Zara benar-benar tidak bisa menutup matanya sama sekali, ini benar-benar aneh, padahal sebelum dia menikah, Zara selalu tidur dengan nyenyak dan pulas, tak pernah dirinya mengalami hal seperti ini.


"Ck ... Aku ini kenapa sih, masa Aku tidur harus ditemani Pak guru sih, manja banget Akunya, ah bodo susul aja." Zara pun segera membuka pintu kamar dan menghampiri suaminya yang sedang berada di ruang tengah dan sedang menonton TV.


Zara melihat Andra yang sedang duduk melamun sambil nonton TV, pertandingan piala dunia yang selalu membuat heboh setiap penonton yang menyukai olahraga sepak bola. Nyatanya tidak membuat Andra tergoda, pria itu seperti lemas tak bernyawa, dia hanya berekspresi datar ketika melihat tayangan yang membuat sebagian orang heboh itu.


"Zara! Kamu nggak tidur?" tanya Andra saat sang istri langsung menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya.


"Zara nggak bisa tidur, Pak! Zara mau bobo sama Bapak saja." seru gadis itu yang membuat Andra menyunggingkan senyumnya.


"Loh! Tadi katanya mau tidur sendiri, nggak mau diganggu, ya sudah Aku di sini dan kamu bisa tidur dengan nyenyak, enak kan nggak Aku ganggu lagi. Kok sekarang malah datang ke sini?" ucap Andra sembari mengusap punggung Zara.


Zara mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya yang terlihat begitu tampan malam itu, rambutnya yang masih acak-acakan serta ditambah pantulan cahaya dalam ruangan yang tampak remang-remang, menambah kesan romantis di antara mereka berdua.


"Aku mau bobo di temani suamiku dulu, kita bobo yuk!" seperti disiram air es rasanya, begitu sejuk dan begitu menyegarkan, Andra pun tersenyum, akhirnya sang istri menyerah juga.


"Kamu nggak takut aku ganggu?" tanya Andra sekali lagi. Zara menggelengkan kepalanya.


"Yakin?"

__ADS_1


"Hmm." Zara tersenyum malu-malu.


"Oke! Ayo kita bobo, sayang! Kamu tuh manja banget." kalimat terakhir sebelum Andra mengecup bibir mungil Zara.


Dengan bibir yang saling terpaut, Andra membawa istrinya untuk pergi ke kamar mereka, dengan posisi sambil menggendong Zara, pria itu begitu gagah membawa tubuh sang istri dengan posisi seperti seorang anak yang meminta gendong Ibunya.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


*


Promosi


Blurb : Cinta Terlarang. Begitulah dia menyebut perasaannya ini.


Bercerita tentang seorang anak berusia 10 tahun yang mengalami nasib malang. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan maut. Namun, ada seseorang berhati malaikat yang mau mengadopsinya sebagai anak.


Waktu berlalu, hingga si anak ini beranjak dewasa. Reina, tumbuh menjadi gadis cantik dan manis. Banyak pria yang mengincarnya untuk menjadikannya pacar.  Namun, perasaan cintanya telah terpaut pada satu orang. Reina mencintai ayah angkatnya sendiri. Namun, dia cukup pandai memendam perasaannya karena dia tahu jika perasaannya adalah cinta terlarang.


Namun sepertinya, Reina tidak bisa terus-menerus memendam perasaannya selama itu. Apalagi setelah sang Ayah telah mengenalkannya dengan calon istrinya yang di pilihkan oleh Neneknya, Ibu dari Ayah angkatnya.


Dia akan mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada sang Ayah angkat, meski dia tidak tahu bagaimana nanti respon Ayah angkatnya itu. Tidak peduli dengan apa jawabannya nanti.


Apa cinta Reina akan di terima?


__ADS_1


...Yuk capcuss kepoin 🏃🏃🏃🏃...


__ADS_2