
Setelah kejadian itu, kini Anita terlihat menjauhi Zara, bahkan kini Anita memilih pindah tempat duduk, Ia lebih memilih duduk sebangku dengan Tina, sementara Zara akhirnya duduk sendirian tanpa ada teman.
Setiap jam istirahat, Anita yang biasa mengajak Zara ke kantin, kini Ia harus pergi sendiri, sikap Anita kini lebih dingin dan cuek kepadanya. Namun, Zara selalu santai menghadapi sikap teman-temannya yang kini mulai menjauhi nya lantaran Anita dan Tina sudah berhasil menghasut teman-temannya.
Setiap ada kegiatan sekolah, Zara selalu dikucilkan, mereka menganggap nya sebelah mata, karena mereka mengira jika Zara sudah ganjen menggoda guru olahraga mereka, dan gosip itu pun terdengar di telinga Kelvin.
Kelvin melihat Zara yang tengah duduk sendiri di sebuah bangku di depan perpustakaan, Zara terlihat sedang memperhatikan teman-temannya yang sedang bercanda dan bersenda gurau.
"Hai Zara! Ngapain sendirian di sini? Tumben nggak ikut gabung sama mereka?" tanya Kelvin yang ikut duduk di samping Zara.
"Ogah, lagi malas." jawabnya singkat.
"Malas atau mereka sengaja menjauhi mu? Aku dengar-dengar kamu sedang dekat dengan Pak Andra, ya?" pertanyaan Kelvin membuat Zara beranjak pergi ke kelasnya.
__ADS_1
"Tunggu, Zara! Jadi, apa gosip itu benar? Jika kamu dan Pak Andra mempunyai hubungan? Jadi, itu alasan kamu memutuskan hubungan dengan ku? Aku nggak menyangka ternyata selera mu begitu rendah. Kamu sudah merayu Pak Andra, dan anak-anak sudah tahu sebenarnya apa yang terjadi saat kalian berdua sedang berada di gedung olahraga, kalian berdua berciuman, dan itu benar-benar sangat memalukan, Aku saja tidak pernah berani untuk sedikit saja menyentuh mu, tapi rupanya kamu begitu mudah mencium gurumu sendiri, dan pak Andra itu juga benar-benar guru cabul banget ternyata." umpat Kelvin yang terlihat merendahkan Andra.
Mendengar ucapan Kelvin, Zara pun kesal jika sang suami dianggap rendah oleh Kelvin.
"Kamu tuh ngomong apa sih? Cowok tapi mulutnya kayak emak-emak, kalau nggak tahu apa-apa lebih baik diam!" ucap Zara dengan tatapan matanya yang tajam.
"Jadi, benar dong! Jika kamu tidak punya hubungan apa-apa dengan Pak Andra, untuk apa kamu marah, seharusnya kamu santai dong menyikapi nya." sindir Kelvin senyum smirk nya.
"Zara! Sampai kapanpun Aku tidak akan pernah ikhlas jika kamu mencintai orang lain, karena nanti Aku yang akan memilikimu." ucap Kelvin lirih.
Kemudian Zara masuk ke dalam kelas, terlihat salah seorang teman Zara sedang menyebarkan undangan ulang tahunnya yang ke tujuh belas, semua teman-temannya diundang dalam acara tersebut tak terkecuali para guru.
"Hai teman-teman kalian semua datang ya ke acara ulang tahun ku Sabtu besok, jangan lupa. Semuanya pasti dapat undangan kok, Aku juga mengundang guru-guru juga loh, pokoknya kalian semua harus datang." ucap gadis yang bernama Velin itu. Velin adalah putri dari salah satu pejabat, Ia bersekolah di sekolah yang sama dengan Zara, karena Ayah mereka adalah rekan bisnis. Hampir semua siswa yang bersekolah di sekolah itu adalah anak-anak dari konglomerat dan orang kaya, termasuk Tina dan Anita. Itulah kenapa mereka seolah mempunyai kekuatan untuk menindas Zara. Tak perduli jika Zara adalah anak dari pemilik sekolah.
__ADS_1
Tentu saja semuanya bahagia mendapatkan undangan dari Velin, sementara itu Tina pun tak lupa untuk memberikan masukan kepada Velin untuk berpikir seribu kali untuk tidak mengundang Zara.
"Velin! Ngapain kamu undang Zara! Nggak usah undang dia, malu-maluin." bisik Tina yang mencoba menghasut Velin.
"Memangnya kenapa? Semuanya Aku undang tanpa kecuali, ini juga perintah Daddy yang minta gitu, jadi Aku nggak bisa pilih-pilih siapa saja yang aku undang." jawab Velin.
"Nanti dia bakal ganggu cowok kamu loh! Hati-hati aja dengan dia, jangan terlalu percaya dengan nya. Kamu tahu nggak sih perbuatan mesumnya saat di gedung olahraga kemarin, untung saja Anita melihatnya, jika tidak! Kita selamanya bakal dibohongi." Tina terus berusaha menghasut Velin. Tapi, rupanya hasutan Tina tidak berlaku untuk Velin.
"Masa sih Zara seperti itu, nggak mungkin lah, Aku nggak percaya. Om Harun dan Tante Hasna pasti mendidik Zara dengan disiplin, nggak mungkin Zara berbuat seperti yang kalian tuduhkan, meskipun Zara itu terlihat tomboi dan sering berantem. Tapi, untuk masalah seperti itu kayaknya Zara nggak mungkin deh semudah itu melakukan apalagi berciuman dengan Pak Andra, kecuali ada hubungan resmi diantara mereka." ungkap Velin yang membuat Tina dan Anita mengerutkan keningnya.
"Maksudmu?"
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1