
"Udah-udah nyerah deh Aku, Pak guru paling pinter iming-iming, Velin! Kamu tidak keberatan kan jika nanti malam Aku datang ke rumah orang tuamu." seru sang dokter kepada Velin. Lagi-lagi Andra pun menyindir sang dokter dengan berkata. "Cie cie yang mau ngelamar anak gadis orang!"
Seketika dokter Irwan maupun Velin tampak malu-malu, lalu sang dokter pun menjawab, "Emangnya cuma Pak guru doang yang boleh kawin sama anak SMA, Dokter juga bisa lah, nggak mau kalah dong. Velin kamu mau, ya!" Velin pun menganggukkan kepalanya dengan tersipu malu.
"Tuh! Velin aja langsung mau, berarti kita berdua sefrekwensi, emangnya kamu awalnya aja nggak mau, nolak dijodohkan, karena calon istrinya masih ingusan, udah gitu bar-bar dan tomboi, mana bisa bahagia kalau nikah sama Zara. Eh sekarang aja ngomongnya nggak bisa hidup tanpa istri, enak nikah muda. Hayo ngaku aja deh Pak guru!"
Sejenak Andra garuk-garuk kepalanya sembari cengar-cengir, sementara itu Zara terlihat melongo mendengar pengakuan dari sang Dokter.
"Hehehe jangan buka kartu lah, Bro! Itukan dulu, Aku masih nggak tahu dia kayak gimana, Aku pikir Zara gadis yang manja, cengeng, cerewet. Eh lama-lama Aku jadi suka gangguin dia, bikin dia marah, bikin dia manyun, jadi keterusan deh sampai sekarang, kalau Aku nggak ganggu sehari saja, rasanya nggak enak banget, kayak ada yang hambar, kurang greget gitu." jawab Andra yang membuat Velin dan dokter Irwan tertawa. Beda halnya dengan Zara yang terlihat mengerutkan keningnya.
"Emang dulu Pak Andra ngomong gitu sama dokter?" tanya Zara kepada Dokter Irwan untuk meyakinkan dirinya jika benar Andra pernah merasa seperti itu.
"Iya itu beneran, masa Dokter bohong sih, dia curhat banyak sekali tentang calon istrinya. Katanya kamu itu susah diatur, murid badung dan suka lompat pagar, eh sekarang kok nemplok kayak cicak. Nggak sadar suamimu kemakan omongannya sendiri." ungkap dokter Irwan yang membuat Andra was-was dan salah tingkah.
__ADS_1
"Aduuh udah Bro! Malu." Andra tampak berusaha menutup mulut dokter dengan telapak tangannya. Tapi, sang dokter terus saja berkata kepada Zara.
"Katanya lagi nih, kamu tuh penampilannya kayak cowok, nggak mood banget kata dia, eh nggak tahunya ngiler juga saat kamu datang ke acara ulang tahun Velin. Dasar pak guru nyebelin, getok aja tuh suamimu!" seru dokter Irwan yang membuat Velin tertawa.
"Ohh ... jadi Pak Andra ngata-ngatain saya kayak cowok, udah gitu nggak bisa mood, cewek bar-bar nggak ada yang mau, hmm!" Zara tampak menyilangkan kedua tangannya sembari berdiri membelakangi Suaminya dengan mengerucutkan bibirnya.
Spontan Andra berusaha untuk merayu sang istri dan mendekati Zara kemudian memeluknya dari belakang.
"Ihhh lepasin! Pak Andra jahat banget sih, Saya benci-benci sama Bapak!" Zara tampak berusaha melepaskan tangan Andra dari tubuhnya. Namun, Andra justru berusaha untuk terus mendekap sang istri, Ia pun membisikkan sesuatu pada telinga sang istri.
Untuk sejenak, Zara menoleh ke arah sang suami yang sedang tersenyum nakal kepadanya.
"Hehehe bukan begitu, Sayang?" seru Andra dengan tersenyum smirk melihat ekspresi wajah sang istri yang terlihat menepuk jidatnya.
__ADS_1
Sementara itu Velin hanya melongo melihat sang guru yang sedang merayu Zara. Dengan cepat Dokter Irwan menutup telinga Velin dan berkata, "Jangan dengarkan gurumu! Dia itu somplak. Nanti Aku ajari sendiri, biar kamu tidak penasaran." ucap sang dokter sembari tersenyum kepada Velin.
...BERSAMBUNG ...
*
*
*
*
...Cuss mampir yuk kepoin segera 🥰...
__ADS_1