Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Hair dryer


__ADS_3

Hampir dua puluh menit, akhirnya mereka berdua keluar dari kamar mandi, Zara pun terlihat memakai handuk yang dililitkan pada tubuhnya sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, sementara itu Andra yang berada di belakangnya tampak senyum-senyum.


Zara melihat ekspresi wajah sang suami yang terlihat kegirangan, Ia pun segera mengeringkan rambutnya dengan hair dryer sebelum dirinya beranjak tidur, Zara duduk di depan meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya. Sementara itu Andra terlihat mengganti handuknya dengan piyama tidur yang masih berada di dalam lemari, letak lemari yang berseberangan dengan cermin rias di mana Zara sedang duduk, sangat terlihat dengan jelas dari cermin di depan Zara, pantulan bayangan Andra yang sedang membuka lemari pakaian tersebut.


Zara pun tengah asyik mengeringkan rambutnya. Namun, seketika pandangan mata Zara dikejutkan dengan pemandangan Andra yang sedang membuka handuknya, dan tampaklah tubuh sang suami dari arah belakang yang polos tanpa sehelai benangpun.


"Tuh pak guru ngapain sih buka handuk di situ, ah mataku yang indah ini jadi ternoda, uhh tapi punggungnya sangat besar dan seksi, apalagi pinggang nya itu ya ampun! Suamiku ternyata seksi juga, tapi mesumnya itu ya ampun! Pantes aja nih bayi tumbuh dua, terlalu banyak benih yang ditanam." batin Zara sembari melihat bentuk tubuh suaminya dari arah belakang. Namun tiba-tiba saja Andra membalikkan badan dan menghadap ke arah sang istri yang sedang memantaunya lewat pantulan cermin.


"Aduh si Joni ngapain sih ngadep sini, mana belum dipakein celana lagi, masih bergelantungan kayak Tarzan." Zara mulai panik saat Andra menghadap ke arahnya, Zara pura-pura tidak melihatnya dengan terlihat sok sibuk mengeringkan rambutnya. Andra yang hendak memakai pakaian dalamnya, mendadak berhenti saat Ia melihat Zara yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


Andra pun berjalan menghampiri istrinya dan berdiri di belakang Zara dan menempelkan tubuhnya pada punggung Zara Spontan Zara menatap wajah sang suami yang sedang tersenyum kepadanya lewat pantulan cermin.

__ADS_1


Zara menghentikan aktivitasnya dan meletakkan hair dryer itu di atas meja rias. Kemudian Ia pun berkata kepada suaminya. "Pak Andra bisa nggak sih sebelum mendekat dipakai dulu tuh celana, geli tahu nggak sih Pak punggung saya, mana rimbun banget." protes Zara yang merasa punggungnya terasa geli karena gesekan tubuh Andra pada punggungnya. Andra tersenyum nakal melihat ekspresi Zara.


"Halah ... nggak usah sok-sokan geli,


"Ya udah kalo begitu, Aku pinjam itu!" tunjuk Andra pada hair dryer yang Zara letakkan di atas meja rias.


"Untuk apa Bapak pinjam itu?" tanya Zara serius.


"Ya untuk mengeringkan rambut lah." jawab Andra santai. Zara melihat ke arah rambut sang suami yang sudah terlihat kering, mengingat rambut Andra pendek tak sepanjang rambut Zara yang panjangnya sepinggang, tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeringkannya.


"Buat rambut yang satunya." celetuk Andra sembari mengarahkan hair dryer pada rambut yang lainnya, yang membuat Zara melongo saat sang suami mengeringkan rambut yang berada di bawah.

__ADS_1


"Huuwaaaa ...!!!! Bapak apa-apaan sih, masa hair dryer saya buat ngeringin itu, sumpah ya Pak Andra sudah buat saya gila." celoteh Zara sembari menepuk jidatnya.


"Udah nggak usah banyak bicara, kamu mau bantuin nggak? Biar cepat kering nih, mau aku pakein celana kok masih basah. Daripada nanti tumbuh ketombe, nggak bagus kan buat kulit si Joni." sahut Andra sembari konsentrasi mengeringkan rambut bawahnya.


Sementara Zara tak kuasa menahan rasa ingin tertawa nya saat melihat kepala Joni yang menoleh ke kanan dan ke kiri karena terkena angin dari hair dryer yang mengenai area itu.


Andra yang melihat istrinya tertawa terbahak-bahak, Ia pun bertanya kepada Zara. "Ngapain kamu ketawa? Udah nggak mau bantuin, malah ketawa." protes Andra yang kemudian segera mematikan hair dryer itu karena si kepala Joni sudah kepanasan.


Zara pun semakin tidak bisa menahan tawanya ketika rambut itu berubah menjadi ngeblow dan tergerai indah. Sungguh rambut bawah yang sangat mempesona.


"Wah wah wah Joni bapak sangat tampan dan keren." puji Zara sembari mengusap air matanya yang keluar karena dirinya banyak tertawa melihat kekonyolan suaminya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...😁😁😁😁😁...


__ADS_2