Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Minta maaflah pada istriku


__ADS_3

"I-itu tidak mungkin, Pak kepala sekolah pasti bercanda, kan? Mana mungkin mereka sudah menikah, itu sangat tidak mungkin." sahut Kelvin yang masih tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.


"Semua itu benar, Kelvin! Pak Andra dan Zara memang sudah menikah, maafkan Bapak jika selama ini menyembunyikan pernikahan mereka, karena Bapak sudah berjanji kepada Pak Harun atas permintaan Zara untuk tidak menyebar luaskan tentang berita pernikahan mereka, Zara masih ingin tenang dalam belajarnya tanpa harus memikirkan bagaimana tanggapan kalian nanti jika kalian tahu kalau Zara sudah menikah, apalagi suaminya adalah guru kalian sendiri. Yang sebenarnya Pak Andra datang ke sekolah ini hanya untuk mengawasi Zara dan memantau sekolah kita atas perintah Pak Harun. Jadi, Bapak minta kalian bisa memahaminya, apa yang kalian tuduhkan itu semuanya tidak benar, mereka berdua tidak mencemarkan nama baik sekolah, justru Pak Andra sudah memberikan kontribusi besar terhadap sekolah kita." mendengar pengakuan dari kepala sekolah, baik Tina maupun Kelvin tidak bisa bicara apa-apa lagi, keduanya pun terlihat menundukkan kepalanya dan akhirnya mereka berdua beranjak pergi.


Tapi, tidak semudah itu mereka pergi, beberapa teman-teman mereka menghadang Tina dan Kelvin yang berusaha kabur dari tempat itu.


"Eits ... mau kemana kalian! Enak aja main pergi gitu aja, tanggung jawab noh, gara-gara kalian kita semua mengira jika Zara dan Pak Andra seperti apa yang kalian tuduhkan."


"Tahu nih! Main nyelonong aja, kita semua udah pada kalian bohongi,"

__ADS_1


"Dari dulu Zara nggak mungkin melakukan seperti apa yang kalian tuduhkan, nggak mungkinlah Zara sampai melakukan hal itu kecuali memang ada sesuatu, dan benar kan ternyata Zara sudah menikah."


"Nah iya tuh, berdosa kalian berdua udah nuduh sembarangan, fitnah Zara dan Pak Andra, minta maaf Sono!"


"Iya tuh Sono-sono!!!!"


Kepala sekolah pun akhirnya angkat suara dengan apa yang sebenarnya terjadi, Ia pun meminta maaf kepada Andra jika harus mengatakan hal itu kepada murid-muridnya, karena seharusnya mereka tidak memperlakukan Zara seperti itu.


"Maafkan Saya, Pak Andra! Seharusnya anak-anak tahu yang sebenarnya, seharusnya Zara tidak mengalami hal semacam ini, Daya merasa sangat bersalah kepada Pak Harun." ungkap kepala sekolah.

__ADS_1


"Bapak tidak perlu minta maaf, mungkin memang saatnya hubungan kami diketahui oleh mereka, supaya mereka tidak menduga-duga dan memfitnah kami lagi, dan supaya kehamilan istri Saya tidak terganggu. Maka dari itu, Saya sudah memutuskan agar Zara belajar dari rumah, selama Zara mengandung, dia akan tetap belajar meskipun dengan metode home schooling. Karena di sekolah saya sangat khawatir jika teman-temannya mengganggunya." ungkap Andra kepada kepala sekolah.


Kemudian Andra berjalan menghampiri dua muridnya yang berlagak sok paling tahu, pria itu dengan bersikap tenang dan tetap menunjukkan sisi wibawanya. Ia bertanya kepada kedua siswa itu. "Kalian berdua? Sekarang kalian sudah tahu kebenarannya, Zara adalah istri Pak guru olahraga kalian, selama ini Aku melihat kalian selalu membuat gara-gara kepada istriku, selalu mencari-cari kesalahannya. Dan sekarang setelah kalian tahu yang sebenarnya, apa lagi yang kalian mau?" Andra tampak menatap keduanya dengan tajam. Sementara itu Kelvin dan Tina hanya menundukkan kepalanya karena malu.


"Sekarang! Minta maaflah pada istriku, dia yang kalian sakiti, dan apabila kalian tidak mau meminta maaf kepadanya, dengan terpaksa kalian berdua Aku keluarkan dari sekolah."


Spontan Kelvin dan Tina saling menatap, dan mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Pak Bento selaku orang tua Tina, Ia pun tidak bisa berbuat banyak, karena apa yang sudah dilakukan oleh putrinya benar-benar fatal.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2