
Setelah kejadian besar itu, berita tentang identitas Andra yang merupakan seorang eksekutif muda mulai meluas hingga ke telinga Vina, istri Niko.
"Apa? Andra adalah pengusaha kaya yang sedang menyamar di sekolah Om Harun?" tanya Vina sembari melototkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
"Iya benar, suaminya Zara seorang eksekutif muda, hebat ya keren loh, ternyata semua orang tertipu dengan penampilan guru sederhana seperti Pak Andra, nyatanya dia seorang yang hebat, kepercayaan Om Harun itu nggak main-main, mereka punya pengaruh kuat di perusahaan, beruntung banget Zara memiliki suami seperti Pak Andra." puji Niko yang tak sengaja membuat hati istrinya cenut-cenut. Pasalnya, dulu Vina memutuskan Andra karena Andra adalah pria sederhana yang bekerja sebagai guru olahraga. Tanpa Ia ketahui jika Andra adalah seorang pengusaha kaya raya yang sedang menyamar.
"Kurang ajar! Beruntung sekali Zara memiliki Andra, tidak-tidak Aku tidak mau mereka hidup bahagia, ternyata Andra lebih kaya dari Niko, kalau saja sedari awal Aku tahu jika Andra adalah seorang eksekutif muda, Aku tidak akan pernah melepaskannya. Bodoh sekali Aku!" batin Vina yang mulai berniat jahat untuk mengganggu kebahagiaan Zara dan Andra.
*
*
__ADS_1
*
Hari berganti hari, setelah beberapa bulan setelah kejadian itu, kini Zara bisa melakukan home schooling di rumah, tentu saja Andra mendatangkan guru privat yang berkualitas untuk memberikan pelajaran untuk istrinya di samping Zara sambil menjaga kandungannya.
Setiap selesai home schooling, Zara tampak beristirahat sejenak sembari duduk di kursi goyang sembari merebahkan punggungnya, mengingat usia kandungan Zara menginjak tujuh bulan. Tentu saja, kini Zara merasakan sedikit kesusahan dalam beraktivitas, apalagi perut Zara terlihat begitu besar.
Sembari duduk, Ia pun tampak mengelus perutnya yang membesar, sesekali Zara berkata kepada anaknya yang masih di dalam perut. "Sehat-sehat ya, Nak! Mommy udah nggak sabar ingin berjumpa denganmu, tinggal dua bulan lagi kita akan berjumpa. Mommy penasaran mirip Daddy apa mirip Mommy? Mommy berharap nanti kamu mirip sama Mommy aja ya, Sayang! Mommy susah payah mengandung Kamu, kalau mirip Daddy dikit aja, jangan banyak-banyak, kalau kebanyakan dan lebih mirip Daddy, hmm kamu ngga kasihan sama Mommy, udah bikinnya ngangkang mulu, hamil pinggang sakit terus, belum lagi Daddy yang minta jenguk kamu. Pokoknya kamu harus mirip sama Mommy ya, Oke!"
Setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba saja Andra datang dan menyahuti perkataan istrinya kepada buah hati mereka sembari menghampiri Zara dan duduk di berjongkok di depan istrinya sembari menempelkan telinganya pada perut sang istri.
Hingga akhirnya, sebuah jeweran mendarat pada telinga Andra, Ia pun tampak meringis dan mengangkat wajahnya sembari menatap wajah sang istri yang terlihat kesal.
__ADS_1
"Pokoknya anak kita harus mirip sama Mommy nya." seru Zara dengan satu tangannya masih menjewer telinga sang suami.
"Hehehe iya iya ampun, Sayang! Nanti anak kita pasti mirip kok sama Kamu ... iya iya bener lepasin dong!" rengek Andra sembari merayu agar Zara melepaskan jeweran nya. Mendengar ucapan dari sang suami, Zara pun melepaskan tangannya dari telinga Andra.
"Nah ... gitu dong! Harus diakui kualitas Mommy nya." sambung Zara sembari beranjak berdiri dari tempat duduknya. Andra pun segera membantu istrinya untuk berdiri. Dan Ia mengikuti Zara yang sedang berjalan menuju ke tempat tidurnya.
Sambil mengikuti Zara dari belakang, Andra pun memeluk sambil berbisik di telinga sang istri. "Hmm iya nanti anak kita lahir pasti mirip Kamu, tapi ... lebih banyak mirip Daddy nya."
Seketika Zara membalikkan badan dan berusaha untuk protes lagi kepada suaminya. Namun, sebelum Zara berkata, Andra pun dengan cepat menyerang bibir sang istri dengan menciumnya begitu dalam.
"Sudah ku ....emmmpphhtt!"
__ADS_1
Zara tidak jadi marah kepada Andra, justru dirinya dibuat terlena dengan kecupan mesra sang suami yang membuat hormon Endorfin nya meningkat.
...BERSAMBUNG...