Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Tukang ngerjain


__ADS_3

Zara menaikkan alisnya menatap wajah sang suami yang terlihat bingung, Ia tidak akan mengatakan hal itu lagi, cukup bagi Zara untuk mengatakan satu kali dan itu sudah sangat jelas.


"Aduh, punya istri tukang ngerjain, awas saja kamu Zara, Aku bakal buat perhitungan dengan mu, tunggu saja nanti di rumah." batin Andra yang terpaksa harus melakukan donor nafas kepada Agus.


Sementara itu Anita mendekati Zara dan berkata, "Diih Pak Andra kok malah nolongin Agus sih, tahu nggak sih Zara. si Agus tuh jarang sikat gigi, nafasnya bau banget sumpah!" ucap Anita sembari bergidik ngeri saat melihat sang guru yang sedang memberikan nafas buatan untuk Agus.


"Masa sih?" Zara tampak menahan rasa ingin tertawa.


"Ya ampun beneran! Ihh Pak Andra kok bisa tahan ya!" Anita pun memalingkan wajahnya saat Andra mentransfer nafasnya untuk Agus. Setelah beberapa saat, akhirnya Agus sadar dan dirinya mulai siuman, sementara Andra terlihat duduk lemas setelah dirinya menolong sang murid.


Agus pun segera dibantu teman-temannya untuk berdiri, dan Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sang guru.


"Terima kasih banyak Pak Andra mau menolong saya, maafkan saya jika sudah merepotkan bapak." seru Agus.

__ADS_1


"Sudah! Tidak apa-apa, sekarang kamu datang ke ruangan kesehatan, minta obat di sana. oke anak-anak kita istirahat dulu." seru Andra kepada semua murid-muridnya.


Mereka pun bubar beristirahat, sementara Andra tampak sedang pergi ke tempat duduknya sembari mengusap keringat di dahinya, bajunya yang masih basah tampak masih melekat pada tubuh atletis nya, tiba-tiba saja Zara datang menawarkan air minum untuk sang suami. Zara melihat wajah lelah suaminya yang butuh minum.


"Minum, Pak!" tawarnya sambil membawa sebotol minuman mineral kepada Andra.


"Tidak usah! Aku tidak haus." jawabnya datar.


"Hmmm ya sudah kalau tidak mau, biar saya minum sendiri." Zara pun duduk dan membuka botol minuman itu dan segera menenggaknya. Andra terus memperhatikan sang istri saat minum, seketika Andra menjadi haus saat melihat leher jenjang Zara yang sedang meneguk minuman itu dengan mendongak ke atas.


"Eh eh kok diambil sih, katanya nggak haus, gimana sih main ambil saja." gerutu Zara sambil melihat Andra yang mulai meminum dari botol yang sama.


"Eh kok diminum sih, itukan minuman Saya, Pak! Tadi ditawari nggak mau, sekarang giliran Saya yang minum diambil, gimana sih."

__ADS_1


Rupanya Andra tak mendengarkan protes sang istri, dirinya justru menghabiskan minuman itu dengan cepat sampai habis tak tersisa.


"Haaaaaaa ... kok dihabiskan sih,"


"Memangnya kenapa?" Andra tampak memandang wajah Zara.


"Itu kan botol minuman punya Zara, Pak! Mana minumnya di tempat yang sama lagi." protes Zara saat Andra minum pada bibir botol dimana Zara juga minum lewat sana.


"Memangnya kenapa kalau Aku minum di tempat yang sama? Lagipula ini juga bekas bibir istriku. Jadi, nggak masalah bukan jika Aku minum di tempat yang sama." sungguh ucapan Andra kali ini membuat Zara benar-benar tersipu.


Zara terdiam dan setelah itu Andra mengajak Zara Pergi ke suatu tempat. "Ayo ikut!"


"Nggak mau." tolaknya sambil menghindari Andra.

__ADS_1


"Sudah! Jangan banyak bicara. Kamu nurut saja nggak usah protes." seru Andra


__ADS_2