
Akhirnya pasangan pengantin baru itu pulang, tentu saja Andra dan juga Zara juga pulang ke rumahnya, di mana mereka akan merawat bayi kembar itu bersama, Zahran dan Zayyan. Kedua keluarga terlihat begitu bahagia menyambut kedatangan cucu kembar mereka pulang, Daddy Harun, Mommy Hasna dan Mama Dahlia tampak begitu bahagia dengan kehadiran putra Andra dan Zara itu.
Zara tampak menyandarkan kepalanya pada dada sang suami, sungguh pemandangan yang sangat membahagiakan melihat keluarga mereka tersenyum.
"Bahagia banget mereka," seru Zara yang melihat senyum kebahagiaan terpancar dari wajah kedua orang tua dan mertuanya. Kemudian Andra pun berkata, "Iya kamu benar, kehadiran Zahran dan Zayyan membuat suasana menjadi ramai, mungkin kalau lebih banyak lagi lebih seru, Sayang!"
Zara menatap wajah sang suami dan terlihat mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?" tanya Zara.
"Ya ... aku rasa dua anak kurang deh sayang, gimana kalau kita kasih mereka cucu dua atau empat kali lagi gitu, pasti lebih rame." Balas Andra sembari tersenyum menatap wajah istrinya.
"Ha ... dua atau empat lagi? Kamu pikir aku kucing. Bisa melahirkan sebanyak itu? Melahirkan itu sakit banget tahu, nggak." balas Zara yang membuat Andra tertawa kecil.
"Eh jangan marah dong! Aku kan cuma bercanda, aku nggak bakalan maksa kamu untuk punya anak banyak, mendapatkan si kembar saja aku sangat bersyukur, udah ah senyum dong! Nanti cantiknya ilang loh." Ucap Andra merayu Istrinya sembari mencium pipinya.
Zara pun tampak malu-malu kucing saat Andra mengatakan itu padanya, kemudian Zara berkata, "Anak adalah sebuah anugerah, jika Tuhan menghendaki kita punya anak lagi, why not? Aku ingin punya anak kembar cewek, hmm sepasang kembar cowok udah, tinggal sepasang kembar cewek, pasti seru deh, tapi apa kita bisa mendapatkan anak kembar lagi?"
Mendengar ucapan dari sang istri, Andra pun memiliki gagasan yang brilian.
"Ya bisa dong?" sahut Andra.
"Caranya? Apa kita harus makan-makanan tertentu yang bisa buat hamil kembar cewek? Atau mengonsumsi suplemen vitamin untuk mendapatkan anak cewek? Kira-kira apa, ya?" seru Zara sembari mengerutkan keningnya.
"Seperti pengalaman pertama, kita harus giat berolahraga malam," sahut Andra dengan tersenyum nakal. Zara pun hanya bisa menepuk jidatnya sendiri mendengar ucapan dari sang suami.
__ADS_1
"Ah sudahlah! Punya suami guru olahraga ya gini nih, demen banget ngajarin olahraga tiap malam, ngga capek apa?" balas Zara.
Andra pun terkekeh melihat ekspresi wajah sang istri, kemudian Ia berbisik di telinga Zara, "Ngga akan pernah capek, orang sama istri sendiri. Daripada sama istri orang lain eh!"
Mendengar bisikan suaminya, seketika Zara mencubit pinggang suaminya sembari berkata, "Apa tadi? Bilang apa tadi? Berani kamu seperti itu, jangan pernah berharap si Joni bangun lagi, ku penggal lehernya sampai putus!"
"Aw aw aw ... iya ampun-ampun, Sayang! Aku cuma bercanda, si Joni ngga bakalan macem-macem kok, beneran!" sahut Andra sembari melihat wajah sang istri yang terlihat geram.
Sementara itu keluarga besar mereka tampak melihat Andra dan Zara, Daddy Harun bertanya kepada Andra, kenapa menantunya itu tampak kesakitan.
"Andra! Kamu kenapa? Ada yang sakit?" tanya Daddy Harun diiringi tatapan penasaran Mommy Hasna dan Mama Dahlia.
Spontan Zara melepaskan cubitannya dari pinggang sang suami, Ia pun berpura-pura tersenyum dan tidak terjadi apa-apa.
Zara pun cuma melirik ke arah suaminya dengan tatapan meledek. Kemudian Ia pun berpura-pura merasa kasihan kepada sang suami.
"Ya ampun, kasihan banget sih kamu, sini biar aku kasih obat, em Daddy! Zara pergi ke kamar dulu, mau lihat gigitan semutnya kayak apa, sepertinya itu bukan semut biasa." Seru Zara sembari pergi ke kamar dengan mengajak suaminya.
Sesampainya di dalam kamar, Zara pun tampak sedang mengerucutkan bibirnya, Ia masih marah dengan ucapan suaminya tadi, Andra pun langsung memeluk sang istri dari belakang dan meminta maaf.
"Hei ... kamu masih marah, ya! Aku minta maaf sayang! Aku nggak bermaksud berkata seperti itu, aku cuma bercanda." Seru Andra sembari mendekap tubuh istrinya dari belakang.
"Udah ah aku mau mandi, lepasin!" rengek Zara sembari mencoba melepaskan diri dari pelukan sang suami.
__ADS_1
"Dengarkan aku dulu! Plis lihat mataku, Zara!" seru Andra sembari membalikkan badan istrinya dan kini mereka saling berhadapan. Zara menatap kedua bola mata sang suami yang sedang menatapnya penuh damba. Kemudian Andra menangkup wajah sang istri sembari berkata, "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan ada satu wanita yang bisa menggantikanmu di hati ini, sampai ajal menjemputku nanti."
Zara tersenyum malu, sementara itu Andra tampak mencium kening istrinya hingga akhirnya kecupan itu turun sampai ke bibir Zara. Mereka berdua menikmati ciuman mesra itu, ciuman yang semakin memanas, untuk sesaat Zara teringat jika dirinya masih belum bisa disentuh oleh suaminya, karena ciuman itu biasa mereka lakukan saat sedang melakukan pemanasan, hingga akhirnya Zara sengaja menggigit lidah Andra yang mulai nakal.
Spontan Andra menjauh dari sang istri sembari merasakan sakit akibat gigitan Zara pada lidahnya.
"Aduhhh kok digigit sih, Sayang! Tega kamu." Ucap Andra sambil menggerak-gerakkan lidahnya.
"Salah sendiri nakal, ingat ya empat bulan lagi!" seru Zara yang membuat Andra duduk lemas.
"Ya elah, Sayang. Kenapa sih harus 4 bulan, itu lama banget, nego ya! Dua bulan aja deh ya ya!" rengek Andra dengan ekspresi memelas.
"Ya ampun, Sayang! Ya ditahan dong! Masa nggak bisa sih?" sahut Zara.
"Nggak bisa, Sayang! Jangankan empat bulan, dua bulan udah lemes aku, sekarang aja si Joni ngajak gelut, dasar si Joni bandel, udah ah aku mau ke kamar mandi dulu." Ucap Andra sembari pergi ke kamar mandi.
"Kamu ngapain ke kamar mandi?" tanya Zara yang pura-pura tidak tahu.
"Mau kencan dulu sama Miss Givy, mau ikut?" balas Andra sembari tersenyum smirk melihat Zara yang salah tingkah.
"Diiih ogah, udah sana kencan aja sama Miss Givy, aku nggak bakalan marah kok," sahut Zara sembari tersenyum melihat tingkah suaminya yang konyol.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1