Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Empat bulan


__ADS_3

"Seperti suara Vina." seru Andra yang hafal betul dengan suara mantan kekasihnya itu.


Kemudian Tante Desi yang mendengar suara sang menantu, Ia pun segera pamit untuk melihat keadaan menantunya.


"Zara! Tante keluar dulu ke kamar Vina, sekali lagi Tante ucapkan selamat untuk kelahiran bayi kalian, permisi!"


"Iya Tante!" balas Zara sembari melihat Tante Desi keluar dari kamarnya. Andra mendekati istrinya dan memeluknya penuh kehangatan.


"Aku sangat bersyukur, kamu dan bayi-bayi kita sehat dan selamat, terima kasih banyak, Kamu sudah memberikan hadiah terbesar untukku, kedua bayi kembar kita." seru Andra.


Tante Desi segera mendatangi ke kamar sang menantu, Ia melihat Vina yang terlihat menangisi nasibnya, Ia sudah tidak bisa lagi seperti dulu, berjalan normal seperti dulu, dan Ia harus kehilangan kecantikan wajahnya yang dulu, kecantikan yang dulu dipuja-puja oleh banyak pria. Mungkin sekarang mereka jijik melihat wajah Vina yang pastinya sudah rusak dan tidak seperti dulu lagi.

__ADS_1


"Vina! Ini Mama, Nak!" seru Tante Desi sembari memeluk sang menantu.


"Mama!" balas Vina yang membalas pelukan sang mertua. Vina terlihat begitu sedih, dan Ia pun mencurahkan segala sesuatu yang Ia rasakan saat ini.


"Mama! Kenapa, Ma? Kenapa semua ini harus terjadi padaku, Ma!" ucap Vina yang semakin menangis tersedu-sedu.


"Sabar, Vina! Ini semua hanya sebuah cobaan, kamu harus kuat, masih ada Mama dan Niko yang ada untukmu, jangan bersedih hati, Mama akan tetap menganggap mu sebagai menantu Mama, bagaimanapun keadaanmu sekarang, Mama dan Niko akan tetap menyayangimu."


Vina tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, beruntung Ia memiliki Ibu mertua dan suami sebaik Niko. Yang masih mau menerimanya dalam kondisi terburuk sekalipun.


Hari itu, Andra sudah menyiapkan semuanya untuk kepulangan sang istri dan dua putra kembarnya Zahran dan Zayyan. Mommy Hasna dan Mama Dahlia tampak menggendong masing-masing bayi Zara, keluarga itu terlihat begitu bahagia, akhirnya mereka bisa sepuasnya bermain dengan kedua putra kembar Zara dan Andra.

__ADS_1


Zara pun kini terlihat sudah ramping, perut besarnya yang kemarin membuatnya kesusahan berjalan, kini dirinya sudah bisa berjalan dengan tenang, dan itu membuat Andra semakin sayang kepada istrinya..


"Kamu cantik sekali! Tapi sayang, aku harus bersabar menunggu cukup lama untuk bersamamu." bisik Andra pada telinga istrinya. Zara pun tersenyum dan menatap sang suami sembari berkata, "Empat bulan."


Seketika Andra melototkan matanya saat sang istri berkata demikian, Ia pun protes dan tidak mau disapih selama itu oleh istrinya.


"Empat bulan? Ya jangan dong, Sayang? Kamu nggak kasihan sama si Joni? Dia pasti menderita jika selama itu, kaku nanti." ucap Andra sembari merengek meminta istrinya untuk meralat ucapannya.


"Aku maunya empat bulan, Aku masih trauma banget, sakit tahu! Ngeluarin dua kepala itu sakit banget." balas Zara sembari membayangkan saat dirinya berjuang melahirkan kedua putranya.


"Hmm itukan beda, Sayang! Itukan memang kepala bayi, pasti sakit rasanya, tapi kamu mendapatkan pahala yang sangat mulia karena melahirkan anak-anak kita dengan perjuangan yang hebat. Tapi, punya Joni kepalanya kan beda, Sayang! Kamu nggak bakalan ngerasa sakit, kesenangan iya ... dan pastinya pahalanya juga berlipat ganda."

__ADS_1


Seketika Zara mencubit pinggang suaminya, sementara Andra tampak tersenyum kegirangan karena sudah menggoda istrinya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2