Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Ternyata gede


__ADS_3

Kedua pasangan suami istri terlihat begitu bahagia, akhirnya hari itu Zara bisa pulang ke rumahnya dan merawat kedua Baby nya.


"Ayo kita pulang! Aku sudah persiapkan kamar untuk si kembar, kamu pasti suka." seru Andra sembari merangkul pundak sang istri, Zara pun tersenyum dan Ia pun segera keluar dari kamar dimana Ia dirawat. Namun, tiba-tiba saja, seseorang yang sedang duduk di sebuah kursi roda tampak masuk ke dalam kamar tempat Zara dirawat, sedangkan kedua bayi mereka sudah dibawa oleh Mommy Hasna dan Mama Dahlia. Tinggal Andra dan Zara yang masih di dalam.


Zara melihat kedatangan sang sepupu yang sedang mendorong kursi roda dimana ada Vina, sang istri yang sedang duduk di kursi roda itu.


Andra dan Zara saling menatap, kemudian Niko mulai mendorong kursi roda istrinya untuk lebih mendekat lagi kearah keduanya.


Zara melihat kondisi Vina yang sangat memprihatikan, wajahnya masih ditutup dengan perban, sementara satu kakinya sudah tidak ada.


"Zara, Andra! Aku kesini karena istriku memintaku mengantarkannya untuk menemui kalian berdua, dia ingin berbicara kepada kalian." seru Niko yang mewakili sang istri.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Andra kepada Vina. Kemudian Vina mulai membuka mulutnya perlahan, dan berkata kepada keduanya.


"Aku ... pribadi ingin mengatakan maaf kepada Zara, karena keegoisanku, Aku sudah membuat diriku hancur, Aku mohon padamu Zara, tolong maafkan aku! Aku memang cemburu kepadamu, bukan tanpa alasan Aku selama ini memendam benci padamu, karena aku iri denganmu, Zara! Karena rasa dengki itulah yang membutakan mata hatiku, dan sekarang Aku sudah mendapatkan balasan apa yang pernah Aku lakukan padamu, Aku sangat menyesal. Kamu lihat sendiri, Aku kehilangan satu kakiku dan wajahku rusak. Ini semua adalah salahku sendiri, Aku menyesal." seru Vina sembari menitikkan air mata.


Sementara itu Zara menatap sang suami, Andra pun menganggukkan kepalanya, seolah Zara bertanya kepada suaminya, apakah Vina patut untuk dimaafkan. Karena Andra mengangguk itu artinya Zara bisa memaafkan istri sepupunya itu.


"Aku sebenarnya juga tidak mengerti kenapa kamu sangat membenciku, Aku menghormatimu karena kamu adalah istri dari Niko, bagaimanapun juga Niko adalah kerabat ku. Dan apapun alasanmu membenciku, Aku hanya bisa katakan, Aku tidak pernah merebut kebahagiaan siapapun, kamu sangat beruntung mendapatkan Niko yang sangat mencintaimu, harusnya kamu bersyukur akan hal itu. Ah sudahlah! Aku senang jika akhirnya kamu bisa sadar jika sifat iri dengki itu akan menghancurkan dirimu sendiri. Aku memaafkanmu!" seru Zara kepada Vina.


Akhirnya Vina bisa bernafas dengan lega, mungkin takdirnya seperti itu, tapi setidaknya Vina sudah mendapatkan maaf dari Zara.


"Terima kasih banyak, Zara! Kamu memang wanita yang baik. Pantas saja Andra sangat mencintaimu, memang kamu lebih pantas mendapatkan cintanya. Dan juga selamat untuk kelahiran bayi kembar kalian, Aku dengar dari Mama Desi, kamu sudah melahirkan bayi kembar yang sangat tampan, mungkin seharusnya Aku juga sudah memiliki bayi seperti kalian. Tapi nyatanya kami masih belum dikaruniai seorang anak." ungkap Vina yang seketika membuat Zara tersenyum.


"Sabar ya! Mungkin belum saatnya, tapi percayalah suatu hari nanti kamu dan Niko pasti akan mendapatkan momongan. Aku yakin itu." seru Zara.

__ADS_1


Akhirnya masalah Vina kini telah berakhir, mereka pun terlihat akrab, hingga akhirnya datang sepasang pengantin baru yang merupakan teman sekolah Zara yang tak lain adalah Dokter Irwan dan Velin.


Velin yang baru dua hari ini menjadi istri Dokter Irwan, Ia pun baru bisa melihat kondisi Zara di rumah sakit. Mengingat Velin masih menjadi pengantin baru sehingga kesibukannya kini bertambah.


"Zara!" panggil Velin dari arah luar kamar.


"Hai Velin!" balas Zara sembari menghampiri Velin dan memeluknya. Sementara itu Niko dan Vina pamit untuk keluar.


"Baiklah Zara! Kami permisi dulu, nanti kalau Istriku sudah diperbolehkan pulang, kami pasti datang untuk melihat bayi kembar kalian." seru Niko kepada Zara. Zara pun mengangguk dan mengizinkan mereka berdua untuk pergi, sedangkan Velin dan dokter Irwan tampak melihat Vina yang saat itu dalam kondisi dengan satu kaki dan wajah yang diperban.


"Vina! Kami turut sedih dengan apa yang menimpa kalian berdua, semoga kamu lekas membaik." ucap Dokter Irwan selaku teman dari Vina, dimana sang dokter tahu hubungan Vina dan Andra dulu yang sempat berpacaran, hingga akhirnya Vina memutuskan untuk meninggalkan Andra dan lebih memilih Niko, Sepupunya Zara.


"Terima kasih banyak, Dokter! Permisi kami mau kembali ke kamar." pamit Vina yang tidak ingin mengganggu mereka. Niko pun berpamitan juga kepada mereka.


Setelah itu, Dokter Irwan menghampiri sepasang suami istri yang kini sedang bahagia-bahagianya menjadi orang tua baru, karena mereka mendapatkan bayi kembar yang tampan.


"Ah kamu kemana aja! Udah dua hari bro semenjak pesta pernikahanmu itu, pasti kamu bertapa mulu di kamar, mentang-mentang pengantin baru." goda Andra kepada sahabatnya itu. Dokter Irwan pun menjawabnya, "Emangnya kenapa kalau pengantin baru?"


"Ya elah, kura-kura dalam perahu juga nih Dokter!" celetuk Andra diiringi tawanya. Kemudian Dokter Irwan berbisik di telinga Andra dan mengatakan sesuatu yang membuat Andra sangat terkejut.


"Beneran Bro! Aku belum pernah merasakan malam pertama, istriku masih belum mau, malu katanya." bisik sang dokter yang seketika membuat Andra tertawa geli.


Melihat Andra yang sedang tertawa, baik Zara maupun Velin terlihat mengerutkan keningnya. Sementara itu Andra yang sadar jika sedang diperhatikan oleh kedua wanita itu, Ia pun berkilah kepada istrinya, "Hehehe, bukan apa-apa, Sayang! Biasa obrolan sesama cowok. Tentang perjonian hehehe." seru Andra cengar-cengir.


Zara pun hanya bisa memutar bola matanya, Ia sudah menduganya jika sang suami ketemu dokter Irwan pasti bawaannya tak jauh-jauh dari kata mesum.

__ADS_1


"Dasar cowok! Pasti mereka membicarakan per-anuan." ucap Zara lirih, tanpa sengaja Velin mendengarkan Zara, lantas gadis manis itupun penasaran dan bertanya. "Ada apa, Zara?"


"Enggak, biasalah jika para suami sedang bertemu, hmm."


"Memangnya mereka membicarakan tentang apa?" tanya Velin yang benar-benar belum mengerti maksud Zara.


"Aku yakin banget sekali jika mereka berdua sedang membicarakan tentang malam pertama kalian, pasti tuh!" sahut Zara yakin.


"Ha ... masa sih? Tapi Aku dan suamiku belum pernah melakukan malam pertama." ungkap Velin yang tiba-tiba membuat Zara membulatkan matanya.


"Ha ... serius kamu, belum sama sekali?" tanya Zara semakin penasaran.


"He em sweer belum pernah." jawab Velin dengan kejujurannya.


"Kok bisa, ya?" Zara terlihat kaget bagaimana bisa Velin dan dokter Irwan belum melakukan malam pertama padahal mereka menikah sudah terhitung dua hari. Sedangkan dirinya, pagi Ijab Kabul, malam udah hilang keperawanan.


"Ya emang gitu kenyataannya, Aku masih malu dan perlu adaptasi dulu, memangnya dulu kamu nggak gitu?" tanya Velin balik.


"Aku nggak pakai nunggu sehari dua hari, malamnya langsung di eksekusi." ungkap Zara yang ingat sekali tentang malam pertamanya yang begitu berkesan.


"Waaahhhh mantap tuh Pak Andra, bisa menaklukkan cewek badas kayak kamu, bisa kubayangkan bagaimana usaha Pak Andra saat menjinakkan kamu, pasti butuh perjuangan ekstra keras." sahut Velin sembari tersenyum menggoda temannya.


"Nggak juga sih, soalnya Aku juga penasaran, ternyata gede loh!" ungkap Zara yang seketika membuat Velin melototkan matanya.


"Haa apanya yang gede, Zara?" tanya Velin dengan suara yang cukup keras karena terkejut dengan pengakuan Zara, sehingga kedua pria itu menoleh ke arah mereka.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2