
"Eh Aku punya rencana!" bisik Tina kepada Anita. Sejenak Anita tampak tersenyum miring mendengar bisikan dari Tina, mereka berdua merencanakan sesuatu untuk mengerjai Zara.
"Bagaimana? Kamu setuju?" ucap Tina dengan senyum smirk nya.
"Ide yang bagus sih, tapi nanti kalau ada yang tahu bagaimana? Bisa-bisa kita dalam bahaya." balas Anita.
"Nggak bakalan ada yang tahu, udah deh percaya sama Aku, biar tahu rasa tuh Zara, kita kunci dia di kamar mandi sampai besok pagi." ucap Tina dengan rencananya.
Akhirnya mereka pun memulai rencana mereka, Tina dan Anita pun memulai dengan membohongi Zara, Ia menyuruh salah satu temannya untuk memanggil Zara seolah-olah Zara sedang dipanggil oleh Andra. Dimana Zara waktu itu sedang berada di dalam kelas mengerjakan tugas sekolah.
"Zara! Kamu dipanggil tuh sama Pak Andra." ucap salah seorang temannya.
"Ngapain dia memanggilku?" batin Zara sembari mengerutkan keningnya.
"Oke, sebentar!" Zara pun segera menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam tas, setelah itu Ia segera beranjak pergi ke ruangan Andra.
Sementara di sisi lain, Tina sudah siap dengan jebakan mereka, saat Zara berjalan melewati koridor yang sepi dan dirasa aman, tiba-tiba saja Tina muncul dari belakang dan langsung meletakkan sapu tangan yang sudah dicampur dengan obat bius. Tentu saja Zara langsung tak sadarkan diri. Sementara itu Anita yang juga berada di tempat itu langsung membantu Tina untuk memasukkan Zara ke dalam kamar mandi dan menguncinya.
Setelah mereka berdua berhasil memasukkan Zara ke dalam kamar mandi, baik Tina dan Anita pun terlihat begitu senang.
"Akhirnya, malam ini biar dia tidur di kamar mandi ini semalaman, dan besok kita lihat bagaimana reaksi nya saat keluar dari kamar mandi ini, udah nggak sabar pingin Aku abadikan saja momen saat itu, disaat wajahnya yang bodoh terlihat melongo hahaha."
Kedua gadis itupun tertawa melihat Zara yang sudah mereka kunci di dalam kamar mandi, setelah itu keduanya pergi ke kelasnya.
Jam terakhir saatnya pelajaran matematika dimana Pak Faisal yang mengajar, sang guru masuk ke dalam kelas dan Ia melihat Zara yang tidak ada di kelasnya. Pak Faisal pun bertanya kepada semua murid-muridnya dimana Zara sekarang.
"Anak-anak! Teman kalian Zara kemana?"
Kemudian Tina pun menjawab, "Nggak tahu tuh Pak, biasa anak badung kayak dia pasti sedang pacaran."
"Pacaran? Itu tidak mungkin." Pak Faisal pun tak lantas percaya, Ia tahu jika muridnya itu tidak pernah keluar kelas di jam pelajaran sedang berlangsung.
__ADS_1
Setelah pelajaran matematika selesai, bel pulang sekolah pun mulai berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas, Tina dan Anita tampak senyum-senyum melihat Zara yang akhirnya berhasil mereka kerjai. Keduanya pulang dengan wajah penuh dengan kebahagiaan. Tapi, Velin yang notabene nya adalah teman sekelas Zara, Ia melihat tas Zara yang masih berada di dalam kelas, sejenak Ia memperhatikan ada yang tak beres.
"Zara kemana ya? Kok dia nggak balik-balik sih!" batin Velin sambil membawakan tas Zara.
Sementara di tempat lain, Andra pun bersiap untuk pulang, Ia masih menunggu istrinya keluar kelas, dan setelah itu Ia akan pergi. Tapi, setelah cukup lama Ia menunggu dan sekolah sudah sepi, Andra pun mulai bertanya-tanya, dimana sang istri berada.
"Zara! Kemana sih anak itu, nggak biasanya dia lama seperti ini?" batin Andra yang mulai panik sembari melihat ke arah jam tangannya. Sementara itu Pak Faisal yang hendak pulang melihat Andra yang sedang berdiri sembari mondar-mandir seolah sedang menunggu seseorang.
"Pak Andra nggak pulang?" tanya Pak Faisal.
"Oh ... iya Pak, sebentar lagi." jawabnya dengan mencoba menenangkan dirinya.
"Oh ya sudah kalau begitu Saya permisi duluan, oh ya pak saya lupa, bapak tahu dimana Zara? Dari tadi saat jam pelajaran saya Zara tidak ada di kelasnya, tumben tuh anak, tidak biasanya dia seperti itu." seketika Andra langsung sangat terkejut dengan ucapan Pak Faisal.
"Apa pak! Zara tidak ada di kelasnya?"
"Iya Pak! Kata teman-temannya nggak ada yang tahu kemana Zara pergi, saya sudah mencari di seluruh ruangan sekolah ini, tapi sepertinya Zara tidak ada, mungkin dia sudah pulang terlebih dulu."
Andra pun semakin panik dan Ia pun segera pergi untuk mencari Istrinya. Namun tiba-tiba saja Velin datang dengan membawa tas Zara. Tentu saja Andra semakin terkejut melihat Velin menghampirinya dengan hanya membawa tas sang istri.
"Emm begini, Pak! Zara sedari tadi tidak ada di kelas, tapi saat istirahat tadi dia masih ada. Nggak tahu kok tiba-tiba dia ngilang gitu aja."
Mendengar penuturan dari sang murid, tak menunggu lama Andra segera mencari keberadaan istrinya di setiap sudut sekolah, karena jika untuk keluar dari sekolah itu rasanya tidak mungkin, Andra bisa melihat siapapun yang keluar dari halaman sekolah karena ruangan BP terletak di sebelah gerbang pintu sekolah.
Andra, Pak Faisal dan juga Velin mencari Zara di setiap sudut sekolah, di belakang sekolah bahkan di perpustakaan. Namun, mereka tak menemukan Zara. Hingga akhirnya Velin melihat kamar mandi yang biasanya selalu terbuka tiba-tiba saja saat itu tertutup rapat. Ia pun mulai curiga.
"Pak Andra! Jangan-jangan Zara berada di dalam kamar mandi itu." tunjuk Velin pada salah satu kamar mandi yang pintunya tertutup rapat.
Tanpa pikir panjang, Andra langsung menuju ke kamar mandi yang dimaksud, Ia langsung mencoba membuka pintu itu, dan benar saja dugaan Velin. Ternyata pintu itu terkunci.
"Dikunci! Sialan!"
__ADS_1
Andra pun mencoba mendobrak pintu itu sekuat tenaga, dan dengan beberapa dorongan tubuhnya, Andra pun berhasil membuka pintu kamar mandi itu, dan Ia begitu terkejut saat melihat Zara yang sedang tergeletak di lantai.
"Zara!" pekik Andra yang langsung mengangkat tubuh istrinya yang tampak pucat. Tentu saja Velin tidak menyangka bagaimana bisa Zara berada di dalam kamar mandi, pasti ada yang mengerjainya.
Andra langsung membawa tubuh Zara ke dalam mobilnya, pria itu sangat khawatir dengan keadaan Zara, sedangkan Pak Faisal mencoba membantu Andra untuk menolong Zara. Tapi, rupanya Andra tidak mau siapapun menyentuh Sang istri.
"Jangan sentuh dia! Biar Saya yang mengantarkan Zara."
Mendengar ucapan dari Andra, Pak Faisal pun terkejut, sedangkan Velin merasa ada yang aneh dengan sikap Andra kepada Zara.
"Pak Andra kenapa begitu khawatir ya dengan Zara? Apa mereka sudah ...!" batin Velin yang merasa ada sesuatu yang beda dari sikap Andra pada Zara, sangat terlihat jika sikap Andra tidak seperti guru dengan muridnya, tapi lebih dari itu. Seperti sikap khawatir yang keterlaluan bahkan melebihi perhatian guru dengan murid. Seolah-olah keduanya memiliki hubungan yang lebih dalam lagi.
Saat itu juga, Andra membawa pulang istrinya. Pria itu sesekali mengusap wajah sang istri.
"Zara! Sadar dong, Sayang! Bagaimana bisa ini terjadi. Kita akan pulang." Andra terus berbicara dengan Zara yang saat itu masih memejamkan matanya.
...**BERSAMBUNG...
*
*
*
...Yuhu mampir dulu yuk ke karya punya kak Ayi yang berjudul NIKAH DADAKAN DENGAN MUSUH. CAPCUSS 🏃🏃🏃**...
Nikah Dadakan Dengan Musuh
Blurb:
Digerebek saat mojok bersama pacar itu sih biasa. Bagaimana ya, kalau kena gerebek saat tak sengaja bersama musuh?
__ADS_1
Penasaran? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Nikah Dadakan Dengan Musuh