
Tampaknya Andra masih bersikap tenang menghadapi anak seusia Kelvin, Andra memberikan mereka kebebasan berbicara tentang hubungannya dengan Zara. Andra seorang pria yang sudah berpikiran dewasa, menghadapi anak-anak yang masih labil seperti itu harus dihadapi dengan sikap tenang dan kepala dingin.
Tina dan Kelvin terus menerus menjelekkan hubungan Zara dan Andra, semua teman-teman Zara tidak menyangka jika Zara dan Andra memiliki hubungan yang terlarang. Apalagi Anita yang sudah termakan omongan Tina sedari awal, gadis yang awalnya bersahabat dengan Zara itupun semakin membenci Zara, apalagi diketahui Zara sedang mengandung.
Mendengar dan melihat Sang guru dan temannya dihina sedemikian rupa, Velin pun berusaha untuk membela keduanya.
"Cukup ya kalian semua! Aku tuh nggak ngerti deh dengan jalan pikiran kalian semua, kenapa sih yang ada di otak kalian tuh cuma buruknya saja, memang kalian tuh mengetahui seberapa jauh hubungan Pak Andra dan Zara? Tahu apa kalian, yang kalian tahu tuh cuma segelintirnya doang, kalian berdua tuh nggak tahu apa-apa. Jadi, lebih baik mulut kalian tuh hati-hati kalau ngomong tentang mereka berdua. Jangan sampai kalian menyesal dan nangis-nangis minta maaf kepada mereka." mendengar ucapan dari Velin, Tina semakin tertawa terbahak-bahak.
"Eh Velin! Kamu dibayar berapa untuk membela kedua orang itu, sebentar lagi Papaku datang dan sebentar lagi juga kita semua akan menyaksikan kedua pasangan mesum ini ditendang dari sekolah ini. Sekolah ini milik Papaku, bukan Bapaknya Zara. Entar ya kalian lihat semuanya, Papaku akan menendang mereka berdua seperti sampah yang nggak berguna." sungut Tina yang sangat yakin jika Papanya mampu membuat malu Andra dan Zara.
__ADS_1
Kelvin pun ikut menambahkan ucapan Tina. Cowok mantan pacar Zara itu menatap Andra dan Zara penuh kesal dan emosi.
"Kenapa kalian diam saja! Pasti kalian tidak bisa mengelak lagi, bukan! Benar-benar sangat menjijikkan, pasangan mesum yang tak tahu diri. Harusnya kalian berdua nggak usah repot-repot datang ke sekolah hanya untuk pamer muka. Kita semua nggak perduli."
"Kelvin hati-hati dengan omongan mu, Pak Andra dan Zara tidak seperti yang kamu kira, kamu pasti menyesal!" ujar Velin yang terus berusaha untuk mengingatkan teman-temannya.
Hingga akhirnya, sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu gerbang sekolah mereka, dan itu adalah mobil milik Pak Bento, Papanya Tina dan diiringi kedatangan kepala sekolah.
"Kalian lihat! Papaku sudah datang, dan sebentar lagi kita akan tahu siapa sebenarnya pemilik sekolah ini, dan pastinya bukan Bapaknya Zara." seru Tina sembari memperlihatkan kepada teman-temannya kedatangan Pak Bento bersama kepala sekolah.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada kedatangan Pak Bento dan kepala sekolah. Sementara Andra masih bersikap tenang dan melihat bagaimana selanjutnya. Apakah murid-muridnya tetap akan menganggap jika sekolah itu milik Daddy Harun ataukah milik Papanya Tina.
"Papa!" Tina berjalan menghampiri Papanya dengan bangga.
"Tina! Apa yang terjadi?" tanya Pak Bento yang melihat semuanya berkumpul seolah sedang terjadi sesuatu.
"Pa! Coba lihat deh, Aku udah menangkap pasangan yang selama ini sudah membuat sekolah ini malu, Papa harus ngusir mereka, Pa! Terutama si Zara tuh, dia udah bikin malu banget, Pa! Dia tuh udah bunting, Pa! Cepat Pa, usir cewek murahan itu. Tina nggak mau lihat muka dia di sini! Bukankah Papa yang punya tanah ini, ayo Pa! Tina udah nggak sabar untuk seret tuh cewek murahan." rengek Tina kepada sang Papa. Mendengar rengekan dari anaknya, Pak Bento pun cuma bisa menghela nafasnya.
"Tina, maaf Papa nggak bisa lakukan itu." seru Pak Bento yang seketika membuat Tina membulatkan matanya.
__ADS_1
"Maksud Papa apa?"
...BERSAMBUNG...