Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Kedatangan Zara


__ADS_3

"Eh mobil siapa tuh?"


"Kayaknya tamu kehormatan Pak Cokro."


"Penasaran siapa sih!"


"Ya pasti orang, lah!"


Beberapa tamu undangan tampak membicarakan kedatangan mobil Zara yang berhenti di halaman luas kediaman rumah Velin. Setelah mobil itu berhenti, Pak Kosim segera keluar dan membukakan pintu untuk sang majikan.


Banyak pasang mata yang penasaran dengan sosok yang keluar dari mobil mewah itu. Perlahan kaki jenjang dengan sepatu model Stiletto, sangat manis dan elegan sekali di kaki Zara yang cantik.


"Njiiir! Kakinya benar-benar mulus, pasti nih cewek cantik banget, guys!"


"Eh penasaran, siapa sih?"


Bisik-bisik teman-teman Sekolah Zara yang masih berada di luar rumah, tampak juga Kelvin yang melihat Zara yang keluar dari mobil mewah itu.


Hingga akhirnya, Zara menunjukkan penampilan barunya di depan umum, ada sedikit gugup dan deg-degan saat Ia melihat banyak orang yang memperhatikan kedatangan nya.


"Waahhh! Ada bidadari guys! Eh kira-kira siapa ya, dia? Dia teman kita, kan?"


"Kayaknya sih gitu? Tapi siapa, ya?"


Teman-teman Zara tidak ada satupun yang bisa mengenali perubahan Zara, rambut panjang yang biasa Ia kuncir kuda. Kini rambut hitam panjang itu tergerai indah, riasan natural yang terkesan elegan, membuat penampilan Zara kian mempesona, apalagi gaun malam berwarna hitam dengan Kristal Swarovski yang menghiasi gaun malam itu, tampak begitu anggun dan sangat elegan. Gaun sepanjang kaki dengan belahan pada area depannya, semakin membuat penampilan istri Andra itu terlihat seksi.


Zara berjalan menuju ke tempat pesta, diiringi banyak pasang mata yang tak berkedip melihat Zara.


"Siapa dia? Seperti Aku pernah melihatnya, tapi dimana?" batin Kelvin menebak. Bahkan Ia pun juga tidak bisa mengenali jika itu adalah Zara, apalagi Zara memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya.


Sementara itu di dalam ruangan pesta, tamu undangan dibuat geger dengan kedatangan seorang gadis yang terlihat paling istimewa dan paling tercantik malam ini.


Andra yang saat itu kebetulan sedang bersama dokter Irwan, tampak mereka terkejut mendengar ada cewek cantik yang datang ke pesta.


"Ada cewek cantik, Bro?" seru dokter Irwan.


"Hmm ... iya, itu pasti dia, my love!" balas Andra yang mengira itu pasti istrinya.

__ADS_1


"Zara?" dokter Irwan pun bertanya sembari membulatkan matanya.


"Iya, siapa lagi. Bidadari ku, malam ini dia akan menjadi primadona di pesta ini, ya dia istriku, Zara!" balas Andra dengan bangga.


Dokter Irwan pun tampak garuk-garuk kepalanya, bagaimana bisa Zara tampil cantik, sementara istri sahabatnya itu seorang gadis tomboi dan bar-bar.


Andra tak sengaja mendengar percakapan beberapa tamu undangan yang sedang membicarakan tentang Zara.


"Eh tahu nggak sih! Ada cewek cantik banget yang sedang datang menuju kemari."


"Oh ya!"


"Lihat deh! Tuh tuh dia sedang berjalan menuju ke sini."


Mendengar percakapan orang disebelah Andra, pria itu langsung menatap ke pintu masuk ruangan, di sana sudah ada Pak Cokro dan istri yang menyambut kedatangan Zara.


Suara Tap sepatu mulai terdengar di telinga Andra, Ia langsung fokus pada arah sumber suara, sementara Anita dan Tina tampak bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang sudah membuat para tamu undangan resah.


"Siapa sih yang datang, kayak penyambutan artis saja. Norak!" umpat Tina yang melihat kehebohan teman-temannya saat menyambut kedatangan Zara.


Zara mulai masuk ke dalam ruangan, Ia pun disambut oleh Pak Cokro dan Bu Cokro dengan ramah.


"Selamat malam ... emm tunggu-tunggu ini Zara, kan?" seru Bu Cokro yang bisa mengenali Zara dari senyum yang ditunjukkan pada keduanya.


"Kok Tante tahu, sih?" sahut Zara terkejut.


"Ya ampun, jadi beneran ini kamu? Tadi Tante cuma menebak aja, eh nggak tahunya bener. Kamu cantik banget, Zara! Ya ampun. Tante pangling loh lihat kamu," seru Bu Cokro memuji kecantikan Zara, yang Ia kenal sebagai sosok gadis tomboi. Kini berubah bak Cinderella.


"Istriku benar! Kami pangling melihat mu sangat berbeda, pasti Daddy dan Mommy kamu sangat bahagia bisa melihat putri mereka bisa secantik ini, iya nggak Ma?"


"Bener tuh, pasti Jeng Hasna sangat senang lihat anak gadisnya terlihat feminim dan anggun." sambung Bu Cokro. Zara pun tersenyum malu.


"Velin mana, Tante? Saya mau ngasih kado ini untuk nya."


"Oh, dia lagi dandan. Si Velin tuh kalo dandan bisa berjam-jam, sebentar lagi dia akan datang, ayo masuk! Diicip dulu hidangan nya!"


ajak Bu Cokro untuk mempersilahkan Zara masuk ke dalam ruangan pesta.

__ADS_1


"Iya Tante, terima kasih!"


Zara mulai melangkahkan kakinya masuk ke ruangan pesta, Ia dikejutkan dengan teman-teman cowok nya yang antri meminta kenalan, mereka belum tahu saja jika gadis itu adalah Zara. Teman sekolahnya.


"Hai! Boleh kenalan, nggak?"


"Hai cantik! Boleh tukar nomor hp, nggak?"


"Kamu Kok cantik banget sih, siapa sih namamu?"


Zara pun hanya diam sembari memperhatikan tingkah mereka yang berusaha mendekati dirinya.


"Jawab dong! Kok diam saja!"


Zara pun tetap diam tak menggubris perkataan mereka. "Astaga! Ngapain sih mereka, apa mereka nggak tahu kalau Aku ini Zara! Kecentilan banget sih, dasar buaya junior!" batin Zara yang melihat teman-temannya sibuk mengerubung dirinya.


Sementara itu Andra tampak geram melihat murid-murid cowok nya yang sedang mengerubungi sang istri, Ia pun beranjak pergi untuk membubarkan para siswanya yang membuat dirinya kesusahan melihat wajah sang Istri yang sedari tadi membuatnya penasaran.


"Eh Bro! Kamu mau kemana?" tanya dokter Irwan sembari menepuk pundak Andra.


"Tuh! Murid-murid ku pada ngerubung istriku, pingin tak jitak aja kepala mereka." balas Andra kesal.


Saat banyak siswa cowok yang sedang mengerubung Zara, Andra dengan cepat menghampiri mereka dan berdehem di belakang siswa-siswa cowok.


"Ehem ehem ehem! Kalau kalian disitu, dia nggak ada jalan, bubar!" titah Andra sedikit kencang.


Seketika semua siswa bubar saat mendengar suara sang guru yang sedang berdehem. Mereka tampak menyingkir dan memberi jalan kepada Zara. Spontan kini Zara dan suaminya saling bertatapan.


Andra melihat perubahan pada sang istri tanpa berkedip, benarkah itu istrinya? Bukan gadis lain.


"Gila! Zara! Benarkah itu kamu?" batin Andra yang begitu terpesona melihat kecantikan sang istri, seakan tak percaya jika Zara bisa secantik itu.


"Njiiir! Dilihat suami sendiri gugup woi!" batin Zara sembari malu-malu.


"Shiiit! Kalau gini caranya, Aku harus banyak minum ramuan ginseng dan telur ayam kampung, biar bisa hot sampai pagi."


"Anjiiirrr! Aku tahu nih pasti Pak Andra merencanakan sesuatu, aduh Aku harus siap-siap begadang malam ini, harus makan banyak, biar nggak lemes. Pasti Pak guru minta nambah terus sampai pagi."

__ADS_1


Keduanya sama-sama membatin dalam hati masing-masing. Di iringi tatapan Andra yang dalam dan mesra.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2