Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Dokter Irwan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Andra segera membawa Zara untuk masuk ke rumah, seorang pelayan membukakan pintu untuk sang majikan.


"Tuan! Non Zara kenapa?" tanya sang pelayan yang juga ikut panik melihat Zara yang masih tak sadarkan diri.


"Cepat bawakan minyak angin!" titah Andra sembari terus membawa tubuh sang istri ke dalam kamar.


"Baik Tuan!" pelayan itu segera mengambilkan minyak angin dan membawakannya ke kamar Andra. Sementara itu di dalam kamar, Andra meletakkan tubuh Zara dengan pelan, setelah itu Ia mencoba menelepon seorang dokter untuk segera menolong keadaan istrinya. Dimana dokter itu adalah teman Andra sendiri, yaitu dokter Irwan.


Setelah menghubungi sang dokter, Andra segera menghampiri Zara dan Ia menggenggam tangan istri sembari mengusap-usap kepala Zara.


"Apa yang terjadi dengan mu, Sayang! Bagaimana bisa kamu berada di dalam sana, ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Pasti ada yang sedang mengerjai istriku." ucap Andra yang yakin sekali jika kejadian yang terjadi pada istrinya adalah sebuah kesengajaan.


Tak berselang lama seorang dokter muda datang ke rumah Andra dan Zara, dokter yang bernama Dokter Irwan Laksono itu adalah teman sekolah Andra waktu SMA, mereka berdua terkenal dengan dua sahabat yang konyol, meskipun keduanya disibukkan dengan urusan masing-masing, tapi dokter Irwan dan Andra masih sering menyempatkan waktu untuk saling bertemu.


Seorang pelayan mengantarkan Sang Dokter ke kamar Andra, sementara itu Andra terus mendampingi Zara sembari mendekap tangan sang istri dan menciumnya.


"Ehem!" terdengar suara deheman seseorang yang membuat Andra terkejut, pria 25 tahun itu segera menoleh ke belakang, dan dilihatnya seorang pria dengan jas berwarna putih tengah berdiri di belakangnya.


Andra berdiri dan menyambut kedatangan sang sahabat, "Hai bro! Aku senang kamu segera datang ke sini." ucap Andra sembari menjabat tangan dokter muda itu.


"Ada apa dengannya?" tanya Dokter Irwan saat melihat Zara yang terlihat pucat.

__ADS_1


"Entahlah! Aku menemukannya tak sadarkan diri di dalam kamar mandi sekolah, Aku menemukannya sudah dalam keadaan seperti ini." ungkap Andra kepada dokter Irwan.


"Biar ku periksa dulu." ucap dokter Irwan sembari mengeluarkan stetoskop yang ia letakkan di dalam tas miliknya.


Kemudian dokter Irwan pun mulai memeriksa kondisi Zara, Andra masih terlihat cemas dan takut terjadi sesuatu kepada sang istri. Ia pun terus memperhatikan istrinya dan berharap Zara akan segera sadar.


Setelah dokter Irwan memeriksa kondisi Zara, Ia pun bisa menyimpulkan jika Zara terkena efek obat bius sejenis Chloroform yang biasa digunakan untuk mengobati insomnia, meskipun tidak terlalu berbahaya, tapi apa yang terjadi pada Zara adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.


"Istrimu dibius oleh seseorang, mungkin ada salah satu atau beberapa temannya yang sengaja membuat istrimu seperti ini, karena kalau untuk meminum obat ini saat sekolah itu tidak mungkin Zara lakukan, apa kamu pernah melihat istrimu kesulitan tidur? Enggak kan?" tanya sang dokter sembari menatap wajah Andra yang tampak serius mendengarkan penjelasannya.


"Iya, kamu benar. Zara tidak pernah ada gejala kurang tidur. Dan aku percaya pasti ada salah satu temannya yang sedang mengerjainya. Tapi ...!" Andra tidak melanjutkan kata-katanya.


"Zara juga sering begadang." jawaban Andra membuat Dokter Irwan mengerutkan keningnya.


"Begadang?" dokter Irwan semakin bingung.


"Iya ... gara-gara Aku, dia sering kurang tidur dan begadang." jawab Andra dengan tersenyum smirk, mendengar jawaban dari Andra, dokter Irwan pun cuma bisa menghela nafasnya.


"Kalau itu Aku sangat percaya friends! Siapa yang nggak bakal menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan istri anak ABG, udah cantik, masih muda, anaknya pak Harun lagi, beruntung banget kamu menikah dengan Zara, daripada sama si Vina itu." seru sang dokter yang jelas mengetahui bagaimana kisah perjalanan cinta sang sohib.


"Yeah ... kamu benar, lepas dari Vina tidak membuat ku berlarut-larut dalam kesedihan, Aku bisa mengikhlaskan semuanya, kehadiran Zara mampu membuat hidupku lebih berwarna, dia memang gadis yang tomboi, cengengesan, banyak tingkah, kocak, suka bikin onar. Tapi, sebenarnya dia sangat imut seperti kucing kecil yang menggemaskan." ungkap Andra kepada sang dokter yang ikut terbawa dalam cerita Andra. Tanpa mereka sadari jika Zara sudah sadar dari pingsannya.

__ADS_1


"Oh ya! Pasti cerita kalian sangat seru, Aku jadi penasaran ingin nikah juga. Tapi sayang, anak ABG mana yang mau Aku nikahi, pasti mereka pikir Aku sudah tua." celetuk dokter yang usianya beda tipis dengan Andra tersebut. Andra tertawa kecil mendengar ucapan Dokter Irwan.


"Bro! Kamu tuh nggak tua, tapi kurang berani, masa dideketin cewek udah keringat dingin, gimana mau kawin."


"Ya ... aku sendiri juga nggak tahu, cariin jodoh dong, kalau bisa yang masih ABG kayak istrimu, temannya Zara mungkin hehehe ngelunjak ya! Tapi jangan yang terlalu muda banget lah, yang udah mengkal. Ibaratnya nih yang siap untuk dibuahi. Kalau terlalu kecil, ah entar dibilang pedofil lagi " ucap dokter Irwan sembari menuliskan resep untuk Zara. Sementara Zara yang sejatinya sudah siuman, Ia rupanya berpura-pura tak sadarkan diri. Zara pun merasa ingin tertawa mendengar perbincangan suaminya dan dokter Irwan.


"Nih dua orang aslinya mesum banget sumpah!" batin Zara.


"Mencarikan jodoh untuk mu! Siapa ya?" Andra tampak berpikir untuk mencarikan teman sekolah Zara yang sesuai dengan kriteria dokter Irwan. Dan seketika Andra teringat akan Tina, salah satu muridnya yang terkenal aduhai yang sering keluar masuk ruangan BP bersama istrinya.


"Eh ada tuh temannya Zara, dia cantik, seksi, pokoknya mantap, tapi sayang semuanya serba gede dia, itupun kalau kamu suka. Kalau Aku sih ogah, makin jijik kalau lihat yang terlalu gede." ucap Andra sembari tertawa kecil.


"Maksudmu? Gede apanya?"


"Namanya Tina. Dari atas ke bawah, semuanya dipermak abis tuh sama murid ku yang unik itu, ya pantesan aja sih Zara suka ngerjain dia, kadang Zara suka pukul pantatnya pake sapu, terus mimiknya kadang Zara tembak tuh sama ketapel, eh nangis-nangis tuh si Tina, laporan sama Aku." mendengar Andra menceritakan kelakuan istrinya terhadap Tina, seketika dokter Irwan tertawa.


"Waahh gila ya istrimu, dia berani dan badung juga, ngerjain teman ceweknya kayak gitu."


"Ya ... itulah Zara ku, dia badung, jail, suka bikin usil, biang kerok dan suka berantem sama teman-temannya. Tapi, akan sangat berbeda saat dia berada bersama ku, seperti kucing kecil yang minta dielus-elus kepalanya, nemplok terus." rupanya ucapan Andra membuat Zara membatin, "Ihh kok dikatain kucing sih, dasar guru mesum, orang situ yang nemplok mulu kayak kucing garong, enak aja Aku yang dikatain nemplok mulu, huuhh awas ya!"


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2