
"Masih apa?" Andra tampak mendesak Zara untuk berterus terang.
"Masih ... ah nggak apa-apa, Sudahlah! Permisi kami mau ke sana, ayo Nit!" Zara pun langsung membawa Anita untuk pergi bersamanya. Sementara Anita masih masih merasakan ada sesuatu yang tidak beres antara Andra dan sahabat nya itu.
"Mereka berdua aneh banget! Tadi, mereka berciuman seolah-olah mereka sangat dekat. Tapi, sekarang kok kayak musuhan gitu, sebenarnya mereka tuh ada hubungan apa sih? aku harus menyelidikinya." batin Anita yang masih penasaran, sebenarnya apa yang terjadi kepada Zara dan Andra.
Akhirnya, praktek renang itu pun dimulai kembali, Andra kembali memanggil nama-nama siswa yang sesuai nomor urut absen, semua siswa nya mendapatkan giliran masing-masing, sambil menunggu gilirannya untuk dipanggil, Zara memainkan sebentar ponselnya. Sementara itu, Anita mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada Zara tentang hubungannya dengan Sang guru.
"Zara!"
"Hmm!"
"Aku mau tanya?"
"Tanya aja!"
__ADS_1
"Kamu dan Pak Andra ada hubungan apa?"
Seketika Zara menoleh ke arah Anita, bagaimana bisa sahabat nya itu tiba-tiba bertanya itu kepadanya.
"Apa maksudmu, Nit? Kenapa kamu tanyakan itu?"
"Ya ... nanya aja, Aku merasa akhir-akhir ini sikap Pak Andra beda deh sama kamu, dulu dia sering jutek gitu sama kamu, kok sekarang beda sih. Kayak lebih perhatian gitu, padahal dulu kalian sering sekali beradu mulut, kayak tadi tuh, dia sampai ngejar-ngejar kamu loh, dan lebih parah lagi, Aku lihat kamu dan Pak Andra berada di belakang gedung, dan kalian sedang berciuman." ungkap Anita dengan raut wajah sedih. Dirinya tidak menyangka jika Zara menikung nya dari belakang, padahal selama ini Anita selalu mengutarakan perasaannya kepada Andra lewat Zara, Ia sering curhat dengan Zara mengenai guru olahraga itu.
"Begini! Sebenarnya apa yang kamu lihat itu adalah ...." Zara tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia mendengar namanya dipanggil oleh Andra.
Baik Zara maupun Anita menoleh ke arah Andra yang sedang mencari keberadaan Zara yang sedang duduk bersama Anita.
"Iya, Pak!" Zara menjawab panggilan Andra, sebelum dirinya pergi Zara mengatakan sesuatu kepada Anita. "Nit! Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, nanti Aku ceritakan semuanya, Aku harus segera pergi." ucapnya sembari pergi meninggalkannya di sana.
"Zara Adelia? Mana sih nih anak, lama sekali." Andra melihat ke sekeliling mencari keberadaan sang istri, akhirnya dari arah belakang Zara berlari dan menghampiri Andra yang sudah menunggunya.
__ADS_1
"Iya iya Pak! Maaf, tadi Saya nggak dengar seruan Bapak." ucap Zara yang meminta maaf kepada Andra yang sudah menunggunya.
"Baiklah! Sekarang giliran mu, dan kamu yang terakhir, setelah ini kita kembali ke sekolah." ucap Andra yang sudah bersiap mencatat nilai praktek renang sang istri.
Zara pun mulai berdiri di bibir kolam renang dan mulai ancang-ancang untuk segera meluncur ke dasar kolam. Andra mulai membunyikan peluit nya sebagai tanda jika Zara mulai melesatkan tubuhnya ke dalam kolam renang.
Zara berenang cukup piawai, dia sangat suka dengan kegiatan fisik, berolahraga dan semacamnya, untuk berenang sendiri, Zara sudah mengerti dan faham, Andra memperhatikan sang istri yang dengan mudahnya menguasai berbagai gaya renang. Hingga akhirnya saat berada di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba saja Zara merasakan kram pada kakinya. Al hasil Ia pun merasa kesusahan untuk mengayuh kan kakinya. Kakinya begitu sakit dan susah untuk digerakkan. Ia pun terlihat timbul tenggelam dalam permukaan air. Melihat itu tanpa pikir panjang Andra langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam dan segera menolong sang istri yang sedang terjebak dalam situasi seperti itu.
"Zara! Tunggu aku!"
Andra terus berenang menuju ke tempat Zara, jaraknya cukup jauh sekitar tiga puluh meter. Zara merasa kram di kakinya semakin sakit, hingga akhirnya Ia tidak bisa menahan rasa itu, dan Zara pun tak sadarkan diri, tubuhnya lemas, beruntung Andra dengan cepat menggapai tubuh sang istri dan segera membawanya ke pinggiran kolam dengan hati-hati.
Tentu saja pemandangan itu membuat Anita semakin bertanya-tanya, melihat Zara meminta pertolongan, Andra seolah panik dan segera menceburkan dirinya tanpa memikirkan apapun. Yang ada dalam pikiran nya hanya bisa menyelamatkan Zara.
"Mereka berdua ...!" Anita pun bertambah yakin jika keduanya memiliki hubungan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...