Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Hasutan Tina


__ADS_3

"Zara! Zara! Ayo bangun, Zara!" Andra terus berusaha membangunkan istrinya. Namun, Zara tetap tak sadarkan diri, Andra pun segera melakukan pertolongan pertama untuk Zara, mengingat Zara tak sadarkan diri dalam air sehingga membuat Zara tanpa sengaja terminum oleh air kolam. Dengan sigap Andra pun memberikan nafas buatan untuk istrinya.


"Haaaaaaa ... omaigad! Secepat itu Pak Andra memberikan Zara pertolongan, tapi kenapa giliran aku yang pingsan, Pak Andra justru meminta Agus untuk melakukannya. Tuh kan bener mereka berdua pasti punya hubungan tuh, Aku yakin banget." ucap Anita lirih. tanpa sengaja teman sekelasnya yang tak lain adalah Tina, mendengar kata-kata Anita.


Tina yang merupakan musuh bebuyutan Zara, rupanya Ia berusaha untuk mempengaruhi Anita agar hubungan mereka retak, karena Tina sangat tidak menyukai Zara. Jadi, Ia akan berusaha mengadu domba kedua sahabat itu.


"Yang kamu lihat itu seharusnya tidak kamu lihat, Zara sudah menikung mu dari belakang." celetuk Tina yang berharap Anita terpengaruh oleh kata-katanya.


"Apa maksudmu? Nggak usah ngaco deh kamu." sahut Anita yang terlihat masih kesal.


"Ya ampun Anita, kamu ini bodoh atau apa sih, udah jelas-jelas Pak Andra tuh lebih memprioritaskan Zara dari siswa-siswi lainnnya, saat kamu membutuhkan pertolongan pak Andra. Mana ada pak Andra membantumu, justru pak Andra menyuruh siswa lain untuk menolong mu. Dan kamu masih mempercayai sahabat mu itu?" ucap Tina dengan sinis, Ia berharap Anita terpengaruh dengan kata-katanya.

__ADS_1


"Tina benar, Zara tidak sportif. Dia tidak pernah bilang suka dengan Pak Andra. Tapi diam-diam dia sudah membohongi ku, sepertinya Aku harus menjauhi mu Zara, kamu adalah teman yang toxic, pengkhianat!" batin Anita yang kesal dengan perlakuan Zara kepadanya.


Sementara itu, setelah Andra memberikan nafas buatan untuk Zara. Gadis itu pun segera membuka kedua matanya. Zara tampak terbatuk-batuk karena sisa air yang masih ada di dalam kerongkongan nya.


"Syukurlah kamu sudah siuman." Andra terlihat begitu bahagia, Zara bisa membuka matanya perlahan-lahan.


"Apa yang terjadi dengan Saya?" Zara terlihat melihat kondisinya yang sedang terbaring di pinggir kolam renang. Sementara teman-temannya sedang mengelilingi.


"Kamu tidak sadarkan diri saat berada di tengah kolam, dan Aku membawa mu ke sini. Sekarang bagaimana keadaan mu?" tanya Andra yang masih khawatir dengan keadaan istrinya.


"Iiiih ngapain Bapak pegang-pegang saya? Saya bisa jalan sendiri." tolak Zara saat Andra berusaha untuk memapahnya. Andra pun melepaskan tangannya dari tubuh Zara dan membiarkan Zara berjalan sendiri.

__ADS_1


Namun, baru selangkah Zara melangkahkan kakinya, kepalanya masih terasa bingung. Ia pun akhirnya tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Alhasil Zara kembali terjatuh. Dan ini membuat Andra terpaksa menggendong tubuh Zara membawanya ke ruangan perawatan.


"Haaaa ... ngapain bapak gendong saya? Malu pak sama anak-anak. Turunin!" seru Zara sambil berusaha untuk lepas dari tubuh sang suami. Namun, rupanya pemandangan itu semakin membuat Anita sakit hati dan tentunya sangat kecewa.


Anita tampak geram, sementara Tina berusaha untuk terus membuat Anita semakin membenci Zara.


"Tuh tuh! Ganjen banget kan tuh Zara, pakai minta gendong segala lagi, hiihhh menjijikkan kelakuan Zara, kasihan kan Pak Andra." ucap Tina yang sengaja memanas-manasi Anita.


"Zara! Kamu benar-benar membuatku sangat kecewa. Mulai sekarang kita bukan sahabat lagi, Aku sudah terlanjur kecewa."


Tentu saja apa yang dikatakan oleh Anita, spontan membuat Tina bahagia. Ia pun mengajak Anita untuk bergabung bersama dirinya, menentang Zara yang mencoba mendekati guru mereka.

__ADS_1


"Kita harus melakukan sesuatu, sebelum Zara melanjutkan usaha nya untuk merayu Pak Andra." ucap Tina yang terus merongrong Anita untuk membenci Zara.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2