
Zara pun tiba di rumah, Ia sedikit lemas karena tentu saja tema pesta yang diusung oleh Velin sungguh membuatnya harus berdandan layaknya wanita feminim, sedangkan dirinya tidak biasa dengan dandanan seperti itu. Setelah Ia membersihkan dirinya, Zara pun tampak mencari video tutorial tentang makeup di YouTube, tentu saja Zara sambil duduk di depan meja rias sembari memperhatikan beberapa alat kosmetik yang berada di depannya.
Satu persatu Zara pelototi alat-alat makeup itu, dari gincu, alas bedak, eye shadow, bulu mata palsu, hingga Zara sekilas melihat eye brow pencil yang sejenak menyita perhatiannya.
"Eh apaan nih? Kenapa alat tulis ini ada di sini? Gunanya apa coba." Zara tampak membolak-balikkan pencil alis itu. Ia pun melihat video dan mencari tahu guna pencil berwarna hitam dan coklat itu
Setelah Zara melihat video tutorial, Ia pun baru tahu kalau pencil alis itu gunanya untuk mempertegas garis alis dan garis mata.
"Oww jadi gitu? Coba ah!" Zara pun mulai mengaplikasikan pencil alis itu pada alisnya sembari melihat tutorial pada layar ponselnya. Agaknya Zara kesulitan menggambar alisnya sendiri, apalagi Ia terlalu menekan pencil alis itu sehingga Zara terlalu dalam menorehkan nya pada alisnya yang sudah terlihat tebal.
"Sialan! Susah banget sih, njiiir malah melenceng gini. Gimana menghapusnya?" Zara pun bingung harus menghapus pensil alis itu dengan apa, karena Ia tidak menemukan sesuatu untuk menghapus pensil alis yang terlanjur tergambar pada wajahnya, akhirnya Zara pun mengambil jalan pintas dengan memasukkan satu jari telunjuknya pada mulutnya, dengan bantuan air ludahnya, Zara berusaha untuk menghapus goresan pensil alis yang sudah terlanjur menyatu dengan alisnya.
Bukannya malah menghapus, Zara justru membuat alisnya semakin berantakan.
"Aduhhh ribet banget sih jadi cewek, pakai ini pakai itu, hahhh capek. Eh ini apaan?" Zara tampak memegang sebuah kotak eye shadow warna-warni, Ia pun melihat ke video tutorial cara menggunakan eye shadow yang baik dan benar.
"Warna nya macam-macam, ada yang merah, biru, coklat, putih, bisa buat melukis nggak sih?" Zara tampak membolak-balikkan kotak eye shadow itu. Karena penasaran Zara pun mencoba meniru tutorial cara menggunakan eyeshadow pada kelopak matanya, Ia pun mulai menyapukan kuas eyeshadow berwarna biru pada kelopak matanya. Sambil memicingkan matanya Zara tampak serius untuk berusaha belajar memakai makeup.
Sementara di luar, Andra bersama seorang make up artist yang tentunya sudah sangat kompeten di bidangnya. Tapi sayang, dia bertulang lunak.
"Silahkan masuk! Istriku ada di dalam." seru Andra kepada Selly, pria bertulang lunak yang berdandan ala-ala cewek Korea.
"Okay Om ganteng! Uh cucok deh." jawabnya sembari tersenyum.
Andra tampak memicingkan matanya melihat penampilan Selly, wajahnya cantik bak seorang wanita, tapi saat melihat kakinya yang penuh bulu-bulu, Andra bergidik ngeri.
"Ayo ikut! Kita beri kejutan untuk Istri ku."
"Yuhuu Akikah dah siap!" jawab Selly dengan centilnya sembari membawa peralatan make up artist miliknya.
__ADS_1
Sementara itu Zara pun sudah selesai mengaplikasikan semua alat-alat makeup yang biasa dipakai oleh para cewek untuk mempercantik wajahnya. Zara pun melihat wajah barunya pada cermin.
"Kok wajah ku aneh sih? Cemong kayak ondel-ondel, makanya aku tuh nggak suka banget dengan yang namanya dandan, udah repot dan menyusahkan. Tapi, kata Mommy. Istri itu harus bisa dandan, biar suaminya sayang." ucapnya sembari menatap wajahnya pada cermin.
Di saat yang bersamaan, Andra tiba-tiba masuk ke dalam kamar mereka dan melihat Zara yang sedang duduk di depan meja rias.
"Zara!"
Seketika Zara membulatkan matanya saat mendengar suara suaminya yang sudah pulang. "Waduh gawat! Pak suami pulang, gimana nih, kalau dia melihatku aku bisa malu banget!" batin Zara sembari sibuk menutupi wajahnya dengan mengambil kain yang berada di samping nya.
Zara segera menutupi wajahnya dengan kain tersebut, dan tentu saja Andra terkejut kenapa tiba-tiba sang istri menutupi wajahnya.
"Zara! Kamu kenapa?" tanya Andra sembari berjalan menghampiri sang istri.
"Em ... anu, Pak! Sa-saya ...!" Zara tampak panik dan gugup saat Andra semakin mendekatinya. Setelah Andra berada di dekat Zara, Ia pun memegang kedua pundak Zara dan melihat pantulan wajah sang istri yang ditutup dengan kain pada cermin di depannya.
"Malu, Pak!"
"Malu kenapa? Sama Suami sendiri kok malu? Ayo buka, gimana Aku mau nyium kalau ditutup gini." seru Andra sembari berusaha menarik kain yang menutupi wajah istrinya. Namun, Zara tampak menahannya.
"Jangan Pak! Saya malu beneran!" Zara terus menyembunyikan wajahnya dengan menahan kain tersebut agar tidak terlepas.
"Kenapa sih? Apa yang kamu sembunyikan? Malu kenapa?" Andra pun semakin penasaran.
"Bapak janji nggak akan marah, kan?"
"Enggak lah! Ngapain Aku marah, buka dong!"
Perlahan Zara membuka kain yang menutupi wajahnya, dan Andra pun sedikit demi sedikit melihat wajah sang istri yang rupanya sedang berusaha untuk belajar memakai makeup. Meskipun sebenarnya dalam hatinya ingin tertawa, Andra berusaha untuk menahannya, karena Ia tak ingin menyinggung perasaan sang istri yang berusaha untuk berdandan untuknya.
__ADS_1
Zara tampak menundukkan wajahnya saat sang suami menatap wajah nya yang berantakan. Kemudian Andra tersenyum dan membalikkan badan sang istri sembari mengangkat dagunya.
"Cantik kok! Hanya saja kurang rapi, sini Aku bantu rapikan." Andra tampak mengambil tisu dan mengusapkan nya pada alis dan lipstik yang terlihat belepotan, dengan telaten Andra berusaha membuat sedikit rapi hasil riasan istri nya sendiri.
Zara melihat ketulusan hati pada suaminya, laki-laki itu bahkan tidak menertawakan nya, mungkin bagi siapapun yang melihat wajah Zara saat itu pasti tertawa terpingkal-pingkal, tapi tidak dengan Andra, Ia tampak merapikan makeup istrinya.
"Pak Andra benar-benar pria yang tulus, rupanya Aku tidak sia-sia sudah memberikan diriku untuk nya, dia pria idaman." batin Zara sembari tersenyum menatap wajah suaminya.
"Nah! Begini kan lebih cantik!" seru Andra sembari menatap wajah sang istri dengan senyum.
Sementara Zara tampak terus menatap sang suami dengan penuh keharuan, wajah laki-laki yang dulu sangat menyebalkan, kini menjadi belahan hidupnya. Andra pun membuat Zara terkejut dengan mengucapkan sebuah kalimat, "Kamu sedang memikirkan Aku, ya?"
Seketika Zara mengerjabkan matanya dan berkata, "Ha ... Apa? Memikirkan bapak? Ihh sok tahu." jawabnya sembari memutar bola matanya. Melihat ekspresi wajah sang istri, Andra langsung mencium bibir Zara. Spontan Zara terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Ia pun terpaksa membalas ciuman sang suami.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
...Yuk capcuss kepoin Novel author Straw Cakes yang berjudul DIPERSUNTING TUAN BAHRUN🥰🥰...
...
...
__ADS_1