
Waktu pun berjalan semakin cepat, ujian Nasional pun sudah berakhir, kini Zara tinggal menunggu kelulusan sekolah sebentar lagi. Setelah ujian kelulusan, Zara pun menunggu detik-detik Ia melahirkan, kali ini Ia bersama sang suami akan menghadiri acara pernikahan Dokter Irwan dan Velin. Tentunya pernikahan keduanya sangat dinantikan oleh Andra dan Zara, malam itu Zara terlihat anggun, meskipun Ia dalam kondisi hamil besar.
Andra menatap sang istri begitu Sayang, keadaan Zara yang sedang hamil, membuat Andra semakin mencintainya, Andra melihat betapa perjuangan Zara yang sedang mengandung anaknya, Zara rela mengorbankan tidur nyenyaknya hanya sekedar untuk pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, mengingat usia kehamilan yang semakin tua. Belum lagi saat Zara merasakan kontraksi palsu dimana dirinya merasa seperti ingin melahirkan. Tapi, ternyata itu masih prank dari si jabang bayi.
Andra menyambut kedatangan sang istri yang berjalan menghampirinya, Zara memakai dress panjang berwarna maroon, dengan hiasan kristal Swarovski disekitar area dada, menambah kesan glamor namun elegan, membuat penampilan istri seorang Andra terlihat kian mempesona. Kini Zara sudah bisa berdandan, kesempatan Ia belajar di rumah membuat Zara juga belajar untuk berdandan, Ia juga ingin menyenangkan hati suaminya, terlepas dari sifat tomboi nya yang terkadang masih melekat. Andra mencium tangan sang istri dan setelah itu Ia menggandengnya mesra.
"Ayo kita berangkat Tuan putri! Malam ini kamu pasti menjadi primadona di pesta pernikahan Dokter Irwan dan Velin." seru sang suami dengan bangganya. Zara tersenyum dan Ia pun menganggukkan kepalanya.
Sejenak Andra berkata sembari menggandeng tangan sang istri, "Rupanya, Almarhum Papa tidak salah mencarikan Aku istri, batu kali yang dulu terlihat biasa, kini berubah menjadi sebuah intan permata yang sangat cantik, kamu sudah membuatku jatuh cinta berkali-kali."
Seketika Zara dibuat tersipu mulu dengan ucapan sang suami, hingga akhirnya ciuman mesra sebelum berangkat ke pesta pun mulai terasa pada bibir Zara. Andra mengecupnya dengan begitu lembut.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup, Andra pun segera mengajak istrinya pergi datang ke acara pernikahan dokter Irwan dan Velin. Selama dalam perjalanan, tak henti-hentinya Andra menatap wajah istrinya yang cantik, sehingga membuat Zara terlihat salah tingkah, seperti mereka yang baru pertama jatuh cinta, perasaan Zara pun semakin dibuat baper oleh suaminya sendiri. Apalagi Andra menatapnya begitu mesra.
"Kamu ngapain sih lihatin kayak gitu!" seru Zara sembari memalingkan wajahnya.
"Nggak tahu kenapa, Aku tidak pernah bosan melihat kecantikan istriku, melihatmu lebih indah daripada melihat taman bunga, semua keindahan di dunia ini ada pada istriku, kalau saja waktu bisa diputar, mungkin Aku akan langsung mengiyakan permintaan Papa untuk menikah denganmu, tanpa Aku harus merasakan sakit hati karena dikhianati oleh cinta." ungkap Andra yang memaksa Zara menoleh ke arah sang suami.
"Wanita seperti apa yang tega membuatmu menderita? Dia belum tahu saja siapa sebenarnya kamu, cintamu begitu besar, Aku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini, mendapatkan suami yang bukan hanya tampan, pintar, cerdas, tapi juga sangat penyayang dan tentunya ... mesumnya itu loh hmmm!" seru Zara sembari mencubit pipi sang suami. Gemas karena ulah suaminya, Zara harus merasakan masa-masa kehamilan saat dirinya masih berstatus pelajar.
"Eh eh eh ... jangan gitu dong, Sayang! Aku mesum kan juga karena kamu yang godain," balas Andra sembari mengusap-usap pipinya sendiri.
"Nggak godain gimana? Orang di depan mata Kamu pakai baju seksi itu, ya jangan salahkan Aku jika Aku hilang kendali, penasaran juga kamu selalu saja nantangin Aku, oke! Tak kasih aja sekalian rasanya, dan akhirnya apa? Kamu juga suka, kan? Malah minta nambah." jelas Andra yang membuat Zara tertawa kecil.
__ADS_1
"Ihhh apaan sih! Minta nambah. Habis si Joni sangat imut bentuknya, giliran ku sentuh eh dia mengeras anjiiirrr, au ah kalau si Joni udah bereaksi, Aku nggak bisa menolaknya." jawabnya sembari memalingkan wajahnya karena malu.
"Hehehe nah kan ketahuan, Kamu harus tahu, si Joni bisa seperti itu hanya saat bersamamu, biarpun ada yang lebih menggoda, berkulit putih semulus paha sapi, ya nggak mungkinlah Aku tergoda." celetuk Andra yang memaksa Zara memukul-mukul dada Suaminya.
"Iiihhhh ... ya kali itukan sapi," Zara terlihat kesal namun wajahnya juga tampak sedang menahan tawanya. Andra pun spontan memeluk istrinya dan mencium keningnya sembari berkata, "Iya iya Aku bercanda, nggak usah ngambek dong, nggak ada wanita yang bisa menggantikan dirimu baik itu di dalam hati ataupun di atas ranjang, hanya kamu satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan hati seorang Andra, Kamu mengerti?"
Zara pun tersenyum bahagia, nyatanya kedua pasangan itu memang tak jauh dari kekonyolan, tapi keduanya membuktikan jika cinta mereka begitu kuat.
...BERSAMBUNG...
*
__ADS_1
*
*