Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Joni merana


__ADS_3

Sebagai seorang laki-laki normal, tentu saja Andra memiliki hasrat itu. Tapi Ia sadar, Zara juga butuh istirahat, meskipun istrinya tahan banting sampai berjam-jam, Andra juga memikirkan fisik dan psikis sang istri. Zara masih fokus dengan sekolahnya, Andra tidak mau memaksa Zara untuk melayaninya setiap waktu, meskipun itu adalah kewajiban Zara.


Pria itu mengambil handuk sang istri yang terjatuh di atas lantai, kemudian Ia menutupi tubuh Zara agar sang istri tidak kedinginan.


"Pakailah! Aku akan keluar, ganti pakaian mu, kutunggu di meja makan, setelah ini kita sarapan. Aku tidak mau kamu sakit." ucapnya sembari mengusap wajah Zara.


Setelah itu Andra beranjak keluar, Zara melihat punggung sang suami yang mulai pergi dari kamar mereka, Zara bangun dan memakai handuknya kembali.


Andra mulai membuka handle pintu kamar, tiba-tiba saja Zara memanggilnya sehingga pria itu berhenti dan membalikkan badan ke arah sang istri.


"Tunggu, Pak!" seru Zara yang telah memakai handuk miliknya.


Andra hanya menatap sang istri yang sedang berjalan menghampiri dirinya, hingga akhirnya Zara berada di hadapannya sembari mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.


Zara menatap wajah sang suami dengan tersenyum, yang saat itu sedang menatap nya serius, tanpa pikir panjang Zara langsung mencium bibir sang suami dengan mesra. Tentu saja Andra tak mungkin menolaknya, sarapan pagi yang benar-benar membuat kenyang sepanjang hari.


Hingga tak terasa ciuman itu memancing jiwa kelelakian Andra bangkit, apalagi tubuh Zara yang menempel sempurna yang terhalang dengan sebuah handuk saja.


"Zara, hentikan! Kamu sudah membangunkan adik kesayangan kamu." seru Andra dengan suara yang berbisik.


Setelah Zara merasa berhasil membuat suaminya tergoda, Ia pun segera mendorong tubuh Andra dan mengeluarkan nya dari kamar mereka.


"Zara, tunggu!" pekik Andra saat tubuhnya terdorong keluar dari kamar mereka, sementara Zara tampak tertawa kecil melihat Andra dan setelah itu Zara segera menutup pintu dan menguncinya, sebelum Zara mengunci pintu kamar Ia pun sempat berkata, "Dadah papay Pak Andra, emang enak cenut-cenut, adiknya bangun ya, kasihan!"

__ADS_1


Setelah itu Zara segera mengunci pintunya. Sementara Andra pun berusaha untuk membuka pintu namun sayang, Zara sudah terlanjur menguncinya.


"Zara! Buka dong! Tega kamu ya, nggak bertanggung jawab sama adiknya, nangis loh dia." seru Andra di balik pintu dengan menempelkan salah satu sisi wajahnya, seolah-olah Andra memeluk pintu itu berharap sang istri membukakannya.


Zara yang mendengar suara sang suami dari dalam hanya bisa cekikikan dari dalam, ternyata menggoda suaminya lebih seru daripada mengerjai Tina.


"Sorry ya, Pak Andra! Saya mau ganti baju dulu, Adiknya dielus-elus aja sendiri, pasti bobo kok." teriak Zara menjawab sang suami.


"Nggak bisa, udah terlanjur tegang dia, gimana dong, kamu sih. Ayo buka pintunya, tanggung jawab."


"Malas, kalau adiknya masih bandel nggak mau tidur, jepitin ke pintu aja, Pak! Pasti seru." balasnya sembari cekikikan.


Spontan Andra terperanjat saat Zara menyuruhnya untuk menjepit adiknya pada pintu.


"Eh ... kok gitu jawabnya, apa dia marah, ya?" karena penasaran, Zara pun membuka kembali pintu dan melihat tidak ada lagi sang suami di luar, ternyata Andra sudah pergi. Zara menghela nafasnya dan Ia pun kembali ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya.


"Hmm dasar guru aneh, gitu aja marah, orang cuma bercanda doang diambil serius. Ah bodo!" umpatnya sambil mengambil pakaiannya dari dalam lemari.


Sementara itu di meja makan, Andra pun tak habis pikir bisa dikerjai habis-habisan oleh istrinya sendiri. "Punya istri modelan kayak gini benar-benar bikin gila, masa suruh dijepitin ke pintu sih, ah bisa-bisa mati berdiri si Joni. Awas saja, aku balas kamu Zara, Aku bikin kamu ampun-ampun sudah berani bikin si Joni merana." ucapnya serius.


Tak berselang lama Zara turun dan menghampiri Andra yang sudah menunggunya di meja makan, Zara melihat wajah Andra yang tampak diam saja.


"Idih kok jutek gitu mukanya, apa dia benar-benar marah, ya!" batin Zara sembari melirik ke arah sang suami.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat!" jawaban Andra seketika membuat Zara membelalakkan matanya.


"Ihh siapa juga yang lihat-lihat, GR!" celetuk Zara sembari dengan ketus.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


Cinta akan menemukan pemiliknya. Sebuah ketidaksengajaan, keterpaksaan, dan perjodohan, bisa menjadi jalan untuk menyatukan dua hati yang berbeda.


Seorang gadis SMA bernama Aira, terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang duda bernama Affan yang merupakan ayah sahabatnya, Faya.


Mengapa pernikahan itu bisa terjadi?


Akankah pasangan beda usia itu bisa saling mencintai?



...Yuk capcuss kepoin segera 🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2