
Zara menatap wajah mantan sahabatnya itu dan berkata, "Aku tidak mau menjadi manusia yang rugi dengan terus mengingat keburukan orang lain, tapi Aku ingin menjadi manusia yang bijak, karena semua manusia pasti mempunyai kesalahan, terlepas dari apa yang pernah kamu lakukan padaku, sungguh sebenarnya Aku sangat kecewa. Tapi, kembali lagi aku tidak mau menganiaya diriku sendiri dengan terus mengingat kesalahanmu. Aku tetap memaafkan mu, tapi untuk menjadi sahabat lagi, maaf Aku sudah tidak bisa." kata terakhir yang Zara ucapkan sebelum Anita juga dibawa ke kantor polisi, karena Anita juga terbukti telah melakukan kesalahan kepada Zara dengan membantu Tina.
Sebelum Anita dibawa ke kantor polisi, gadis itu berkata kepada Zara, "Terima kasih kamu telah memaafkan Aku, setidaknya hidupku sudah tenang karena sudah mendapatkan pengampunan darimu, mungkin ini sudah menjadi hukuman bagiku, baiklah! Aku akan berusaha ikhlas menjalani hukuman ini. Selamat tinggal, Zara!"
Setelah mengatakan hal itu, Anita pun membalikkan badannya sembari digandeng oleh petugas kepolisian, Zara yang tentunya masih memiliki hati nurani, Ia pun memanggil nama Anita dan menghampirinya.
"Tunggu, Anita!" seru Zara yang memaksa Anita berhenti melangkahkan kakinya. Kemudian Anita membalikkan badannya dan melihat Zara yang sedang berdiri di hadapannya. Spontan Zara memeluk sang mantan sahabat dengan penuh haru, tangis keduanya pun pecah dan keduanya terlihat begitu bersedih.
"Selamat jalan, Anita! Aku juga minta maaf tidak bisa menolong mu untuk masalah ini, Aku tidak bisa melawan perintah suamiku, jika Suamiku sudah memutuskan, Aku pun hanya bisa mengikutinya. Semoga kamu bisa menjadi lebih baik lagi di sana." ucap Zara dengan suara yang terisak.
"Kamu sungguh baik sekali, Zara. Kamu sangat beruntung memiliki suami seperti Pak Andra. Sekarang Aku tahu kenapa Pak Andra sangat mencintaimu, dibalik sisi tomboi yang kamu miliki, ternyata hatimu begitu lembut, dan bodohnya Aku tidak menyadarinya. Aku terlalu egois dan terlalu percaya dengan omongan orang lain, padahal sebenarnya sahabatku sendiri yang selalu ada untukku. Bodoh-bodoh sekali Aku. Zara! Tolong bilang sama Papa, jangan tebus Aku, biar Aku menjalani hukuman ini sesuai dengan apa yang Aku lakukan, Aku ingin introspeksi diriku sendiri, Aku iklhas meskipun harus berada di dalam sel penjara, itu lebih baik daripada Aku bebas dan masih merasa bersalah kepadamu."
Zara pun menganggukkan kepalanya, kemudian Anita mengusap perut Zara sembari berkata, "Selamat atas kehamilanmu, Aku doakan semoga kamu dan bayimu sehat, dan semoga kelak putramu akan menjadi penyejuk hati kedua orang tuanya, dan aku sangat yakin sekali putramu pasti memiliki hati seluas samudera seperti Ibunya. Dia akan menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya."
"Terima kasih banyak, Anita!"
__ADS_1
Setelah itu polisi pun segera membawa pergi Anita dan juga Tina, sesekali Anita menoleh ke arah Zara dan melambaikan tangannya, sedangkan Tina masih berekspresi sinis dan penuh kebencian.
"Ingat, Zara! Ini tidak akan pernah Aku lupakan, ini sudah sangat mencemarkan nama baik keluargaku, Aku tidak akan pernah lupa hari ini, tidak akan." batin Tina sembari berjalan menuju ke mobil polisi.
Terdengar suara teman-teman mereka yang menyoraki kepergian Anita dan Tina.
"Huuuu ... rasain tuh dibui kan akhirnya."
"Itu hukuman yang setimpal untuk mereka berdua."
"Eh eh ... tinggal si Kelvin tuh, apa dia dipenjara juga, dia kan juga sudah menyebarkan video itu."
Kelvin mendengar suara-suara dari teman-temannya, karena takut dipenjara, akhirnya Ia pun memohon kepada Andra untuk mengampuninya.
"Maafkan saya, Pak! Saya menyesal sudah melakukan hal itu kepada Bapak dan Zara, Saya mohon Pak Andra jangan melaporkan Saya ke polisi, saya akan menghapus video itu dengan segera." rengek Kelvin sembari memohon di depan Andra.
__ADS_1
Andra pun mulai memutuskan hukuman apa yang tepat untuk Kelvin, karena Kelvin salah faham dan menganggap mereka berdua sebagai pasangan mesum, maka Andra memaafkan Kelvin dengan syarat pemuda itu harus menghapus video dirinya dengan sang istri. Setelah itu Andra memutuskan untuk mengeluarkan Kelvin dari sekolah itu.
"Kamu Bapak maafkan, tapi lebih baik kamu bersekolah di sekolah lain saja, kami mengeluarkan mu!" tegas Andra yang sudah bulat memutuskan untuk mengeluarkan Kelvin dari sekolah.
Kelvin pun pasrah, karena bagaimanapun juga dirinya memang bersalah sudah membuat huru-hara yang kebenarannya masih simpang-siur. Hingga akhirnya diketahui jika sebenarnya Zara dan Andra sudah resmi menjadi suami istri.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
...Yuk bestie, othor bawa novel fantasi seru nih Karya Kak Gaharu Wood yang berjudul DUA PANGERAN SATU CINTA. Cuss kepoin segera 🥰❤️...
__ADS_1