Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Olahraga push up


__ADS_3

"Awww ... !" Andra tampak memegangi luka di pipinya karena rasanya begitu nyeri dan panas. Tapi, Zara dengan cepat melarang Andra untuk memegangnya.


"Jangan dipegang!" titah Zara sembari menahan tangan Andra.


Andra pun menoleh ke arah istrinya dan mengerutkan keningnya. "Kenapa? Ini sakit sekali rasanya, perih!" balas Andra. Mendengar keluhan dari suaminya, Zara pun segera mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Zara selalu membawa obat antiseptik kemana pun dia pergi, sebagai pertolongan pertama saat terkena luka.


"Tahan! Saya akan kasih obat di pipi bapak." ucap Zara sembari meneteskan obat antiseptik itu pada sebuah kapas. Kemudian Zara mengoleskannya pada pipi Andra yang terkena luka cakaran Tina.


Perlahan Zara mengoleskan obat itu pada pipi Andra, sejenak Andra merasa terkejut dan sedikit perih, "Awwww pelan-pelan dong, perih tahu nggak?" keluh Andra sembari berekspresi meringis.


"Ya elah gini aja perih, ini nggak seberapa, paling dua hari udah sembuh. Gimana dengan Saya, coba bapak bayangin. Udah itunya robek, berdarah dan sakitnya itu ya ampun! Udah gitu nggak bisa diobati, eh belum kering udah disentuh lagi. Sampai nggak bisa jalan nih kaki. Itu semua gara-gara Bapak tahu, nggak." seketika Andra menoleh ke arah sang istri dan tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Ngapain bapak ketawa? Emang lucu?" Zara pun terlihat memanyunkan bibirnya sambil terus mengobati luka di pipi Andra.


"Ya nggak apa-apa lah, toh sekarang udah nggak sakit lagi, sakitnya cepat hilang, palingan cuma satu menit sakitnya, habis itu kamunya Seneng banget kok, malah nggak mau berhenti, pingin lagi dan lagi. Hayo ngaku?" balas Andra yang membuat Zara memalingkan wajahnya dan tersenyum malu.


"Diiih Bapak tuh yang nakal, Saya kan udah bilang berhenti, tapi tetap saja minta lagi." Zara pun tak mau kalah dengan sindiran suaminya. Hingga membuat Andra tersenyum renyah sembari berbisik pada telinga Zara. "Udah ah jangan ngomongin itu lagi, kita masih di luar. Entar saja kalau udah sampai di rumah."


Zara menoleh ke arah sang suami dan berkata, "Emangnya kenapa di rumah?"


"Ya kita olahraga."


"Nanti Aku pijitin! Pasti sembuh, setelah itu kita olahraga push up sebentar kemudian baru deh kita tidur."

__ADS_1


"Ya ampun nih guru! Pikiran nya mesum mulu, push up terus." batin Zara sembari menepuk jidatnya.


"Kamu kenapa?" Andra tampak mengerutkan keningnya saat melihat tingkah sang istri yang sedang menepuk jidatnya sembari menggelengkan kepalanya.


"Heran deh sama, Bapak! Nggak bosen-bosennya olahraga push up setiap malam, bapak nggak capek, ya?"


"Ya nggak lah! Itukan olahraga yang menyehatkan, bisa melatih banyak otot, menguatkan tulang dan sendi, menambah masa otot, membakar lemak, dan pastinya meningkatkan kesehatan jantung."


Mendengar jawaban suaminya, Zara pun cuma bisa elus dada.


"Ya kali pak Andra kalau push up nya dengan dua tangan, lah ini cuma pakai satu penyangga. Mana bisa menguatkan tulang otot dan sendi, yang ada pasti capek dan pegel. Mana mungkin bisa meningkatkan kesehatan jantung, yang ada jantung Saya berdebar kencang nggak karuan. Tapi, kalau untuk membakar lemak, hehehe itu Saya percaya. Gimana nggak kebakar tuh lemak. Orang keringat yang dihasilkan saja sampai satu baskom, kayak kita lari maraton seratus meter. Tapi enak sih." jawaban Zara yang terakhir memaksa Andra menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Diiih Bapak kenapa? Kepalanya pusing, ya?"


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2