
Andra menghampiri istrinya dan mengulurkan tangannya kepada Zara, dengan senang hati Zara menyambut uluran tangan sang suami, kini keduanya pun menjadi pasangan dansa yang spektakuler, antara murid dan guru.
Andra tersenyum kepada Zara dan berharap dirinya yang akan melepaskan topeng sang istri dan melihat wajah Zara untuk pertama kali.
"Topeng ini tidak akan pernah lepas dari wajahmu, kecuali Aku sendiri yang melepaskan nya. Aku ingin menikmati sendiri kecantikan istriku dan Aku tidak ingin membaginya dengan orang lain." bisik Andra yang seketika membuat Zara hati Zara berdegup kencang.
"Hoo ya ampun! Deg-degan banget woi! Kenapa ya setiap kali suamiku berkata seperti ini, kok rasanya merinding sekali tubuh ini, ini masih rayuannya belum sentuhan nya yang bikin Aku kejang-kejang." batin Zara sembari tersipu malu.
Setelah semua mendapatkan pasangan dansa masing-masing. Kini tiba saatnya semua pasangan dansa turun ke lantai dansa yang sudah disediakan.
Andra pun mengajak sang istri untuk turun ke lantai dansa, dengan sedikit canggung, Zara terlihat masih belum yakin bisa berdansa, selama ini dirinya belum pernah melakukan dansa.
"Aduh, Pak! Saya nggak bisa dansa, mendingan kita duduk aja deh, Pak! Beneran Saya kaku banget kalo soal begini." seru Zara gugup.
"Iya aku tahu kamu nggak bisa dansa, orang biasanya salto dan jungkir balik, sudah! Kamu ikuti saja gerakan ku, nanti pasti bisa sendiri." balas Andra sembari meletakkan kedua tangan sang istri pada dadanya.
"Letakkan tangan mu di sini! Setelah itu ikuti gerakan ku!" titah Andra kepada Zara. Zara pun menuruti permintaan sang suami.
"Aduuh susah nggak sih pak gerakannya, Saya takut diketawain orang banyak, mana mereka melihat kita terus lagi." seru Zara sambil memperhatikan sekitar, semua teman-temannya sedang melihat ke arah dirinya yang sedang diajari Andra cara berdansa.
"Gampang banget! Kamu pasti cepat bisa, tinggal ngikutin gerakanku saja seperti biasanya. Orang kamu sudah pintar kok." balas Andra yang membuat Zara mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Haaa! Gerakan mana yang Bapak maksud?" tanya Zara penasaran.
"Gerakan ku yang selalu membuat mu merem melek, bikin kamu nggak mau berhenti jika Aku berhenti sedikit saja, maunya digerakkan terus, kadang pinggang ku capek, tapi ya sudahlah, Aku juga suka kok." jawaban Andra seketika membuat Zara senyum-senyum.
"Ihhh Bapak ini apaan sih, kok di ingetin segala, malu Pak!" Zara tampak malu-malu kucing. Sementara Andra terlihat tertawa kecil melihat ekspresi wajah sang istri.
"Harus diingetin dong, biar kamu nggak lupa. Seperti itu lah pintarnya diriku membuat murid ku yang bar-bar ini seperti si pussy yang selalu minta dielus-elus." ucap Andra dengan menatap bola mata Zara yang tampak berbinar.
Keduanya pun terlihat begitu nyaman, hingga akhirnya banyak pasang mata yang tidak suka melihat kemesraan Andra dan Zara.
"Ya ampun kenapa sih Pak Andra harus dengan cewek itu, coba saja Aku yang jadi cewek itu, pastinya sekarang Aku nggak bersama si Agus bau jengkol ini. Hadeeh ya ampun lama-lama kepalaku pusing mencium aroma nafas Agus. Gila nih anak, pasti kagak pernah sikat gigi nih di rumah, ihhh jorok banget!" gerutu Anita sambil memalingkan wajahnya agar wajahnya tidak berhadapan secara langsung dengan Agus yang tampak senyum-senyum dengan percaya diri.
"Eh Anita! Kok ngadep sana sih? Mukaku di sini bukan di sana!" protes Agus. Seketika Anita menoleh dan langsung berkata dengan kesal, "Eh suka-suka Aku dong! Males banget lah lihat muka kamu, mana bau banget lagi nafas kamu, udah ah Aku males dansa sama kamu, bikin ilfil!" Anita langsung melepaskan tangannya dari tubuh Agus. Namun, karena Anita terlalu tergesa-gesa, tiba-tiba saja kakinya kesandung kaki Agus alhasil gadis itu jatuh tersungkur di atas lantai dansa. Seketika semuanya berhenti dan melihat Anita yang sedang jatuh tengkurap.
*
*
*
*
__ADS_1
Istri Siri Tuan Bryant
Author: Asma Khan
Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku.
Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini.
Hujan belati menusuk hatiku, dengan penghianatan suami beserta sahabat baikku.
"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"
Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.
"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"
Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.
Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?
Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
__ADS_1
...Cuss kepoin ceritanya 🥰...