
Vina menjerit sekeras-kerasnya, kemudian Niko membantu istrinya untuk segera pergi dan membawanya langsung ke rumah sakit, kejadian Vina terkena pecahan gelas pada wajahnya itu sontak membuat acara pernikahan Dokter Irwan dan Velin sedikit terkendala. Namun, setelah Vina dibawa ke rumah sakit oleh suaminya, suasana pun mulai tenang kembali.
"Wajahku! Wajahku, Mas!" rintih Vina sembari merasakan betapa perihnya wajah yang terkena pecahan gelas.
"Kamu sabar, ya! Kita akan segera sampai di rumah sakit." balas Niko sembari melajukan mobilnya secepat mungkin untuk sampai ke rumah sakit. Niko yang panik tidak bisa mengondisikan kendaraannya, hingga akhirnya mobil yang dikendarai oleh Niko menabrak trotoar dan terguling di badan jalan.
Sementara di tempat lain, Zara yang saat itu sedang bersama suaminya masih menghadiri pesta pernikahan Dokter Irwan dan Velin, mendadak perasaannya tidak enak dan Ia terlihat gelisah. Andra yang melihat ekspresi wajah sang istri mencoba untuk bertanya kepada Zara.
"Kamu kenapa, Sayang? Kenapa kamu terlihat gelisah seperti itu?"
Zara menatap wajah suaminya dan menjawab, "Entahlah, tiba-tiba saja perasaanku tidak enak."
Andra memeluk istrinya dan mencoba menenangkannya, hingga akhirnya Andra mendapati telepon dari anak buahnya jika telah terjadi kecelakaan yang melibatkan sepupu Zara tak lain adalah Niko dan istrinya.
"Maaf, Pak Andra! Kami baru saja mendapatkan informasi tentang kecelakaan tunggal di ruas jalan Flamboyan, yang melibatkan Pak Niko dan isterinya."
Mendengar berita itu Andra tak lantas percaya, "Apa? Kamu yakin jika informasi itu benar? Jangan main-main kalian? Mereka baru saja bertemu denganku di pesta, tidak mungkin mereka mengalami kecelakaan secepat itu."
"Tidak, Pak! Kami tidak main-main. Kami langsung kroscek ke tempat kejadian dan ternyata benar mereka adalah Pak Niko dan istrinya. Pak Niko sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit untuk mengantarkan istrinya, tapi sayangnya ditengah perjalanan, mobil yang dikendarai Pak Niko mengalami oleng dan akhirnya mobil nahas itu menabrak pembatas jalan." ungkap anak buah Andra.
"Ya Tuhan! Apa mereka baik-baik saja?" Andra pun mengkhawatirkan keadaan mereka berdua.
"Mereka masih dalam perawatan intensif, Pak! Luka mereka cukup parah, yang saya tahu Pak Niko terbentur kepalanya, hanya saja untuk istrinya terjepit badan mobil dan sepertinya kaki istri Pak Niko tidak bisa diselamatkan." ungkap anak buah Andra yang melihat secara langsung kejadian di TKP.
__ADS_1
Sejenak Andra menghela nafas panjang, seusai mendengar berita kecelakaan Niko dan Vina. Sementara itu, Zara mendekati suaminya dan menanyakan apa yang telah terjadi.
"Ada apa? Kenapa kamu terkejut seperti itu?" tanya Zara sembari menatap wajah sang suami yang terlihat serius dan panik. Kemudian Andra memegang tangan sang istri dan berusaha untuk memberi tahukan dengan pelan-pelan kepada istrinya, agar sang istri tidak terlalu panik dan terkejut.
"Aku minta sama kamu, setelah kamu mendengar berita ini, Aku ingin kamu tetap tenang dan jangan terlalu memikirkannya, Aku tidak mau kamu ikut berpikir dan anak kita menjadi ikut bersedih."
"Katakan ada apa?" desak Zara yang terlihat begitu penasaran.
"Baiklah! Aku tidak mungkin menyembunyikan nya darimu, Niko dan Vina baru saja mengalami kecelakaan."
Mendengar berita itu, Zara pun lemas, bagaimana bisa sang sepupu mengalami kecelakaan, sementara baru saja mereka bertemu di ruangan pesta, dan Zara tak lama baru saja bertemu dengan Vina, bahkan Vina sempat menumpahkan minuman pada gaun Zara.
"Apa, Niko kecelakaan? Bukankah mereka berdua ikut hadir di pesta ini, Sayang?" tanya Zara yang masih tidak percaya dengan kecelakaan yang menimpa saudara sepupunya.
"Kita ke rumah sakit yuk! Aku ingin melihat keadaan mereka." ajak Zara kepada suaminya.
"Oke! Kita ke rumah sakit, tapi sebelumnya kita pamitan dulu pada Dokter Irwan dan Velin, tidak enak tiba-tiba kita pergi begitu saja di hari bahagia mereka." balas Andra sembari menggandeng tangan sang istri. Zara pun mengangguk dan menyetujui permintaan sang suami.
Keduanya datang menghampiri mempelai pengantin yang sedang bersenda gurau di pelaminan, Velin melihat teman sekolahnya datang bersama dengan guru olahraganya, Ia begitu bahagia melihat mereka berdua yang terlihat begitu serasi, seolah mereka berdua tidak terlihat seperti guru dan murid.
Andra mulai mendekati sahabatnya, Dokter Irwan sembari merangkul dan menepuk pundaknya, "Selamat Bro! Aku ikut senang akhirnya temanku ini berani melepas masa lajangnya, semoga kalian berdua bahagia." seru Andra kepada sang Dokter.
"Thanks, Bro! Gara-gara kamu iming-iming nikah muda, Aku jadi pingin juga, penasaran gimana rasanya." balas sang Dokter yang membuat Andra terkekeh.
__ADS_1
"Jangan ditanya rasanya, kamu pasti tercandu-candu, tuh buktinya perut istriku semakin besar, gara-gara terlalu banyak melepaskan kecebong, los dol Aku nggak bisa mengontrolnya." bisik Andra sembari menunjuk ke arah perut Zara yang membuncit.
"Jiahaaa ya ya percaya-percaya, btw semoga istrimu melahirkan bayi yang sehat dan selamat, ah bagi resep dong biar cepat dapat momongan seperti kamu." seru Dokter Irwan yang meminta tips untuk segera mendapatkan momongan.
"Ya elah, Aku pikir kamu sudah tahu, kamu kan Dokter, masa nggak ngerti sih gimana caranya dapat momongan cepat." sahut Andra yang masih berbisik di telinga sang Dokter.
"Ya iya sih, Aku sudah tahu. Tapi Aku bukan tipe pria romantis, Aku tuh gugup kalau dideketin wanita, apalagi pegang-pegang, nggak kayak kamu tuh, lancar-lancar saja setelah menikah, padahal katanya nggak suka lah kok digerayangi juga, sialan kau!" seru Dokter Irwan sembari memukul lengan Andra.
Seketika Andra tertawa mendengar ucapan sang sahabat. "Dah lah nggak ada tips-tips aneh, udah hadapin saja, lama-lama kamu pasti bisa, haruskah Aku tutorial kan nggak mungkin," celetuk Andra yang membuat dokter Irwan ikut tertawa. Sementara itu Zara dan Velin hanya terlihat menatap keduanya yang cekikikan entah apa yang mereka bicarakan.
"Pak Andra kenapa, ya?" tanya Velin kepada Zara.
"Dilihat dari ekspresi mereka berdua, pasti mereka berdua membicarakan kita." jawab Zara.
"Oh ya? Kok kamu tahu sih, Zara?" Velin pun terlihat semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh Zara.
"Ya iyalah apalagi yang dibicarakan oleh kedua pria itu jika bukan masalah ranjang, kamu siap-siap aja, pasti Suamiku memberikan tata cara membuat adik bayi yang baik dan benar." jawaban Zara seketika membuat Velin menelan ludahnya kasar.
"Hehehe begitu, ya!" Velin pun mulai gugup dan takut dengan apa yang diucapkan oleh Zara.
"Nggak usah takut, nggak seseram yang kita pikirkan kok, dan nggak sesakit yang kita bayangkan, enjoy aja, lama-lama kamu pasti suka." seloroh Zara sembari menenangkan sang teman agar tidak panik menghadapi malam pertama mereka.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1