Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Mengajak Anita pulang


__ADS_3

Musik romantis itu membawa suasana yang berbeda, bukannya melepaskan, Zara justru menikmati alunan musik itu sembari menyandarkan kepalanya pada dada sang suami, beruntung dalam ruangan aula itu gelap, yang ada hanya lampu panggung yang menyorot pada boyband yang sedang menyanyikan lagu romantis itu.


Zara mendengar setiap debaran jantung Sang suami, terasa begitu mengalun dan syahdu. Zara terlihat nyaman saat berada dalam pelukan suaminya, ah ... entahlah mungkin dewa Amor sudah menancapkan panah asmara nya pada kedua pasangan beda usia tersebut. Andra pun tampak lebih memeluk erat istrinya, kini satu tangannya berada pada punggung Zara dan lebih mendekatkan tubuh mereka berdua.


Hingga akhirnya tiba-tiba musik berhenti, karena lagunya telah selesai dinyanyikan. Seketika Zara mengangkat kepalanya dan menatap wajah Andra yang terlihat begitu sendu. Lampu mulai dinyalakan kembali, seketika Zara melepaskan tangan Andra dari pinggangnya.


"Bapak ngapain di sini?" tanya Zara menjauh dari Andra.


"Menemani mu, kenapa kamu tidak suka?" Andra balik bertanya.


"Katanya bapak nggak suka lihat mereka, kok malah ikut-ikutan ke sini, Pakai peluk-peluk Saya lagi! Lebay ih Bapak." Zara berkata sembari kembali membalikkan badan dan melihat kembali penampilan boyband idolanya.


"Nggak bisa gitu dong! Enak aja, kamu juga peluk Aku tadi." bisik Andra pada telinga Zara.


"Ihhh apaan sih, Pak. Nanti ada yang lihat." Zara terlihat kegelian saat Andra berbisik mesra di telinga nya.


"Nggak bakalan ada yang lihat, tuh mereka sibuk mendengarkan lagu cengeng ini."


"Apaan lagu cengeng, udah deh ya! Hari ini Saya lagi pusing. Lihat bapak di sini semakin pusing. Tunggu sebentar Saya mau kasih sesuatu untuk Bapak." Zara tampak mengeluarkan surat yang ditulis oleh Anita untuk Andra.


Andra memperhatikan istrinya sembari memasukkan satu tangannya pada kantung celana. Terlihat begitu cool, apalagi wajah tampan sang guru terkena sinar cahaya lampu yang membuat level ketampanannya menjadi full.


Sesaat Zara menatap wajah sang suami penuh kagum. "Anjriiittt, nih orang beda banget hari ini, kok tampan sih, aduuuhhhhh mataku, mataku udah dibuat silau njirrr!" batin Zara sembari mengeluarkan surat itu.


"Nih!" Zara memberikan surat itu kepada suaminya. Andra pun menerimanya dan memperhatikan surat yang diberikan oleh istrinya.

__ADS_1


"Apa ini?" tanya Andra sembari membolak-balik surat itu.


"Itu surat dari Anita, tadi Saya disuruh kasihkan itu ke Bapak."


"Surat? Surat apa?"


"Ya mana saya tahu, surat cinta kali." jawab Zara kesal.


"Hah surat cinta? Nggak ah baca aja sendiri, Aku malas membacanya, pasti isinya gitu-gitu doang, hahh Anak ingusan mencoba merayu gurunya, Aku pikir itu surat tanah atau surat bilyet, nggak tahunya cuma surat cinta, Kembalikan saja sama temanmu. Nggak guna buat suamimu."


Mendengar jawaban dari Andra, sekilas Zara tersenyum senang, ternyata suaminya tidak menggubris surat yang diberikan oleh Anita.


"Diihh pak Andra, nggak usah gitu dong pak, Anita tuh capek-capek nulis surat buat Bapak, nyempetin waktu untuk nulis kata-kata romantis buat Bapak, harusnya bapak baca dong!" sahut Zara sembari menyilangkan kedua tangannya. Tiba-tiba saja Andra mendekati Zara dan berbisik lagi kepadanya.


"Kamu nggak takut jika suamimu tergoda dengan rayuan sahabat mu?"


"Hmm ... yakin! Jangan menyesal loh ya kalo Anita bisa mengambil perhatian suamimu, nanti nangis loh!" ucap Andra yang terus menggoda istrinya.


Di saat mereka sedang berbicara, seketika Anita memanggil Zara dari Kejauhan.


"Zara ...!"


Zara menoleh ke arah sumber suara, Ia melihat Anita yang berada tidak jauh dari mereka sedang melambaikan tangan kepada Zara.


"Permisi, Anita memanggil saya!"

__ADS_1


Andra pun membiarkan Zara pergi menemui sahabatnya, sedangkan Anita terlihat begitu senang saat Zara berhasil bertemu dengan Andra.


"Zara! Gimana, kamu sudah bilang sama Pak Andra?"


Sejenak Zara berpikir tentang apa yang ia janjikan kepada Anita.


"Emm ... oh itu, belum sih, cuma aku sudah ngasih surat kamu sama dia."


"Terus, apa katanya?"


"Ya ... dia cuma bilang terima kasih." balas Zara berbohong, padahal surat itu masih ada pada dirinya, Andra menolak menerima surat dari Anita. Tiba-tiba saja Andra menghampiri kedua gadis itu, tentu saja baik Zara maupun Anita sangat terkejut melihat kedatangan guru mereka.


"Hai Anita!" sapa Andra.


"Eh Pak Andra, hai juga Pak. Duh seneng banget deh bisa barengan sama Bapak di sini." ucap Anita sembari senyum-senyum.


Ini saatnya Andra menggoda istrinya untuk membuatnya cemburu, Andra sengaja ramah dengan Anita seolah-olah dirinya tergoda dengan sahabat istrinya itu, Ia ingin tahu bagaimana reaksi Zara saat melihat dirinya dekat dengan Anita.


"Oh ya Anita, nanti pulang dari sini, bareng bapak aja, ya!" seketika Anita kegirangan mendengar ajakan Andra.


"Waaahhhh benar nih, Pak?"


"Iya benar!" jawab Andra sembari melirik ke arah Zara.


"Apaan sih nih orang, pakai ngajakin Anita pulang, bete!" batin Zara sembari mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2