Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Apa, Zara hamil?


__ADS_3

Zara mulai datang ke sekolah, rupanya Ia sudah disambut oleh kepungan beberapa teman-temannya yang sudah menanti kedatangan Zara.


Zara berhenti dan menatap wajah teman-temannya yang terlihat begitu sinis kepadanya, kemudian Tina mulai maju dan mendekati Zara sembari mendorong pundaknya.


"Eh dasar perrek! Masih berani kamu datang ke sekolah. Nggak tahu malu." umpat Tina dengan tatapan yang penuh kebencian.


"Aku tidak punya masalah ya sama kamu, lebih baik kamu menyingkir dari hadapanku, mataku sepet lihat mukamu di sini." Zara terlihat begitu kesal dan memaksa untuk menerobos pagar betis yang menghadang langkah Zara untuk masuk ke sekolah.


"Tidak semudah itu kamu bisa masuk ke dalam sekolah, meskipun kepala sekolah belum datang, kami semua tidak sudi ada kamu di sekolah ini. Dan hari ini kami akan meminta kepada kepala sekolah untuk mengeluarkan mu dari sini, cewek murahan seperti kamu tidak pantas bersekolah di tempat ini. Ah ... ya satu lagi, kamu pikir sekolah ini adalah sekolah punya bapakmu. No no Zara, sekolah ini adalah milik Papaku. Jadi, tidak ada alasan lagi untukmu segera keluar dari sini, paham kamu! Sebelum kita ambil sikap lebih baik kamu segera pergi sekarang juga." titah Tina sembari menunjuk ke arah pintu gerbang sekolah mereka.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu, silahkan saja laporkan kepada kepala sekolah, dan hanya kepala sekolah yang berhak untuk memutuskan. Bukan kamu!" Zara pun tetap melawan perintah Tina, tak terima jika Zara melawannya, gadis itu berusaha untuk menyakiti Zara dengan mendorong tubuhnya dengan keras, sehingga membuat Zara hendak terjatuh ke lantai, untung saja Velin datang tepat waktu sehingga dirinya bisa menahan tubuh Zara.


"Zara ...! Kamu tidak apa-apa, kan?" Velin berhasil menangkap tubuh Zara dan mencoba memeriksa kondisinya, mengingat jika Zara sedang mengandung.


"Tidak Velin! Aku tidak apa-apa." Zara terlihat berusaha meyakinkan Velin jika dirinya baik-baik saja. Velin pun mulai menghampiri Tina dan berkata, "Kalian tuh jahat banget sih! Zara salah apa sama kalian, dia nggak ganggu kalian, dia nggak usil sama kalian, tega banget sih."

__ADS_1


Tina hanya berekspresi sinis dan tidak perduli dengan ucapan Velin, dalam benaknya yang ada hanyalah membuat malu Zara.


"Sudahlah Velin! Kamu nggak usah belaian dia, nanti nyesel loh. Dia itu cewek murahan nggak punya otak, mesra-mesraan dengan guru kita, ciiihhh memalukan!" umpat Tina yang membuat Velin menggelengkan kepalanya, tentu saja karena Tina belum mengetahui rahasia yang sebenarnya.


"Memangnya kenapa jika Zara dan Pak Andra punya hubungan? Toh mereka sama-sama nggak punya pasangan, wajar kan! Memangnya salah ya jika seorang guru mencintai muridnya? Nggak boleh? Terus kalian kepo terus dengan apa yang mereka lakukan! Aku ingetin kepada kalian semua, sebelum kalian menyesal, lebih baik kalian minta maaf kepada Zara, sebelum semuanya terlambat." ucap Velin sungguh-sungguh.


Tina pun sontak tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari bibir Velin, begitu juga dengan teman-temannya.


"Apa? Minta maaf kepada Zara? Kamu lagi nggak sakit kan, Vel? Zara itu udah malu-maluin sekolah kita, coba tanya sendiri sama Kelvin, apa yang Ia lihat saat di pesta ulang tahun kamu, mereka berdua Zara dan Pak Andra sudah berbuat mesum, menjijikkan sekali." Tina berkata sembari bergidik menatap wajah Zara.


"Apa yang kalian lihat itu tidak seperti yang kalian pikirkan, karena Zara dan Pak Andra itu adalah ...!" hampir saja Velin merampungkan kata-katanya, Zara segera menarik tangan Velin dan mengajaknya menjauhi Tina dan kawan-kawannya.


"Velin ...! Sudah, jangan ladenin mereka, lebih baik kita pergi dari sini!" Zara segera mengajak Velin untuk masuk ke dalam kelas.


"Tapi Zara! Mereka harus tahu yang sebenarnya."

__ADS_1


"Udah biarin aja, capek ngeladenin mereka semua, kita masuk ke kelas!"


Zara tampak menggandeng tangan Velin untuk pergi meninggalkan Tina dan kawan-kawannya. Tina pun merasa kesal dan marah saat Zara dan Velin cuek dan pergi begitu saja. Karena geram, Tina pun spontan mendorong punggung Zara dengan kuat, sehingga membuat Zara jatuh tersungkur.


"Awwww!" pekik Zara saat dirinya terjatuh di atas lantai. Spontan Velin menolong Zara dan membantunya berdiri.


"Zara! Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Velin khawatir.


"Aku tidak apa-apa, cuma kakiku sedikit sakit." Zara merasakan lecet pada lututnya akibat menahan agar perutnya tidak sampai mengenai lantai. Karena semakin kesal dengan ulah Tina, Velin yang sedari tadi menahan emosinya, Ia pun menghampiri Tina dan mendorong tubuh gadis itu sembari mengatakan sesuatu yang membuat semua teman-temannya melongo.


"Kamu jahat sekali Tina! Kamu tahu nggak sih kalau Zara sedang hamil, kalau terjadi sesuatu pada bayinya, kamu yang harus bertanggung jawab." tunjuk Velin pada wajah Tina.


"Apa? Zara hamil?"


Semua teman-teman Zara termasuk Kelvin dibuat tercengang dengan pengakuan Velin.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2