
Setelah itu sang Dokter pun mulai memeriksa kondisi Zara, Dokter mempersilahkan Zara untuk berbaring di atas tempat tidur, kemudian sang Dokter mulai memeriksa Zara. Sementara itu Andra menunggu sang istri yang sedang diperiksa kandungannya oleh Dokter Karin. Andra dikejutkan dengan pesan dari orang suruhannya tentang informasi kebenaran sertifikat tanah bangunan sekolah yang dimiliki oleh Daddy mertuanya.
"Pak! Kami sudah mencari tahu kebenaran tentang keadaan tanah sekolahan milik Pak Harun yang diklaim oleh Pak Bento sebagai tanah miliknya. Dan ternyata surat sertifikat yang ditunjukkan oleh Pak Bento itu adalah salinan dan tidak resmi, karena yang asli ada di tangan Pak Harun. Pak Harun sudah mendapatkan legalitas dan persetujuan dari ahli waris dari pemilik tanah sebelumnya. Sehingga Pak Bento tidak bisa mengklaim begitu saja tanah itu."
Andra tampak tersenyum setelah melihat pesan dari salah seorang detektif suruhannya, akhirnya Ia menemukan titik terang tentang hukum legalitas tanah yang kini berdiri sekolah elite yang didirikan oleh Daddy Harun. Dan Andra pun bisa membantu mertuanya dalam menyelesaikan soal sengketa tanah itu.
Di sisi lain, Dokter segera melakukan tes urine dan tes darah untuk meyakinkan jika Zara benar-benar hamil. Setelah Zara keluar dari kamar mandi, kemudian Ia pun duduk kembali di samping Suaminya yang setia menunggu sang istri.
"Bagaimana? Sudah selesai?" tanya Andra penasaran.
"Belum, Pak! Kita tunggu hasilnya beberapa saat lagi." balas Zara. Andra pun memegang tangan Zara dan berkata kepada istrinya, "Aku sudah tidak sabar lagi."
Zara tersenyum, Ia pun juga merasa deg-degan menuggu hasilnya. Dan setelah beberapa saat, Dokter Karin membawa hasil tes kehamilan milik Zara.
__ADS_1
Sang Dokter tersenyum sembari memperlihatkan hasil tes kehamilan yang baru saja Zara lakukan, kemudian Dokter membuka hasil tes darah untuk hasil yang lebih akurat dari tes urine.
"Waaahhhh selamat Tuan! Istri Anda tengah mengandung empat Minggu." mendengar ucapan dari sang Dokter, baik Andra maupun Zara tampak begitu terharu dan bahagia, apalagi Andra yang terlihat berkaca-kaca.
"Benarkah itu, Dokter? Hasil tesnya tidak salah, kan?" Andra berusaha meyakinkan dirinya jika hasil itu benar adanya.
"Tentu saja Pak guru! Hasil tes ini sudah terbukti 99,99 persen jika istri Anda benar-benar mengandung, dan yang lebih mengejutkan lagi, adalah Istri Anda hamil anak kembar."
"Kembar??!!!" Andra dan Zara terkejut bersamaan, mereka berdua tidak menyangka jika Zara akan mengandung anak kembar.
"Iya, menurut hasil pemeriksaan, murid kesayangan Pak Andra ini sedang mengandung dua janin. Waaahhhh saya tidak menyangka jika hasil didikan Pak Andra benar-benar sukses." ucap sang dokter yang menggoda pasangan unik itu.
Zara pun tersipu malu, Ia tidak mengira bisa hamil anak kembar.
__ADS_1
"Tentu saja Dokter! Zara ini murid Saya yang paling pintar, satu kali saya ajari teknik baru, langsung dia cekatan mempraktekkannya. Maka dari itulah, hasilnya juga memuaskan, dia mendapatkan skor ganda. Ah saya sangat bahagia sekali, akhirnya pelajaran olahraga yang saya ajarkan pada murid saya ini bisa mendapatkan nilai yang memuaskan."
Zara terlihat cengar-cengir mendengar ucapan suaminya, sementara itu sang dokter semakin tersenyum lebar melihat tingkah keduanya.
"Baru kali ini saya mendapatkan pasien yang gokil dan seru seperti kalian, pertahankan! Karena ini akan membuat hubungan kalian terasa mengasyikkan, dan sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilannya, mudah-mudahan nanti baby lahir dengan sehat dan selamat." ungkap sang dokter.
"Terima kasih banyak, Dokter! Ini adalah anugerah terindah bagi kami, Saya akan menjaga kandungan saya dengan baik." balas Zara sembari mengelus perut bawahnya.
Kemudian Andra mulai mendekati istrinya dan berkata, "Ingat! Jangan ajak anak kita manjat pagar lagi, kamu mau mereka lahir seperti Tarzan yang suka manjat-manjat?"
Seketika Zara melototkan matanya kepada Andra sembari berkata, "Idiiihh Pak Andra sudah lupa, ya? Kalau bikinnya juga sambil manjat!"
Dokter dan perawat yang ada di ruangan itu pun tampak tertawa melihat tingkah mereka berdua.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...