Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Jempol


__ADS_3

Karena merasa kini Anita telah berubah, Zara pun harus bisa tegas. Apalagi sekarang Anita memilih berteman dengan Tina yang jelas-jelas dari dulu tidak pernah akur dengan Zara.


"Apa urusannya dengan kalian?" Zara menjawabnya dengan santai, membuat kedua gadis itu semakin kesal.


"Eh Zara! Kamu tuh nggak usah sok ya! Jangan mentang-mentang kamu anaknya Pak Harun, seenaknya saja merayu guru-guru di sini, nggak nyangka banget seorang Zara ternyata perbuatannya sangat memalukan!" umpat Tina yang sedari dulu memang tidak pernah menyukai Zara. Karena Zara selalu menjadi kesayangan para guru, apalagi guru yang masih single, meskipun Zara termasuk gadis tomboi, tapi wajahnya masih terlihat manis, apalagi kecerdasan yang dimiliki oleh Zara membuat guru siapa saja menjadi suka padanya, belum lagi prestasi yang sering Zara dapatkan dari berbagai lomba sekolah.


"Haduh! Terserah deh kalian mau ngomong apa, Aku nggak perduli. Bodo! Dan kamu Anita, Aku sungguh menyayangkan jika kamu percaya pada uler ini, kamu tahu dari dulu si kunyuk ini tidak pernah menyukai ku, dan kamu dengan mudah percaya dengan ucapan dia, justru Aku yang seharusnya kecewa sama kamu." ucap Zara kepada Anita.


Sementara itu Andra yang baru saja turun dari bus melihat beberapa siswinya sedang berbicara serius. Anita yang tahu jika Andra turun dari bus, Ia pun segera menyapa Andra dengan manja.


"Eh ada Pak Andra, oh ya Pak! Untuk lomba ku lari bulan depan apa boleh Saya mengikutinya?" seru Anita yang tidak mau kalah saing dengan Zara yang sudah Andra tunjuk oleh Andra untuk mengikuti lomba ku lari.


"Kamu ikut lomba lari? Hmm bukannya Bapak tidak mengizinkan, tapi apa kamu sanggup? Ini bukan hanya sekedar lari biasa loh." ungkap Andra.


"Ya sanggup lah, Pak! Saya akan berusaha untuk membuat bapak bangga, biar bukan Zara saja yang bisa mengikuti lomba lari, Says juga bisa kok." mendengar ucapan dari Anita, Zara hanya bisa tersenyum, mana mungkin Anita sanggup lari mengikuti lomba lari, saat pelajaran olahraga berlari saja Anita sering mengeluh kakinya sakit, apalagi pas mengikuti lomba lari nanti.

__ADS_1


"Kamu yakin bisa mengikuti lomba lari? Nggak takut kakinya sakit? Udah deh jangan dipaksakan, entar nangis-nangis baru nyesel." ujar Zara mengingatkan.


"Kamu jangan begitu dong, Zara! Memangnya kamu doang yang boleh mengikuti lomba itu, kita juga bisa kok, kita juga siswa di sekolah ini, iya kan Pak!" seru Anita yang terus merayu Andra untuk menjadi peserta lomba lari.


"Oke oke! Kamu boleh ikut, bapak tidak memaksa, kenapa bapak memilih Zara, karena Zara sudah terbukti memiliki prestasi, dia pelari tercepat di sekolah ini. Tapi, Bapak juga tidak menutup bagi siswa lain yang ingin mendaftar, silahkan! Kalian bisa ikut berpartisipasi."


"Baiklah kalau begitu, Pak! Saya akan mengikuti lomba itu, Tina! Kamu juga ikutan ya? Biar kita barengan, biar nggak Zara aja tuh yang disayang sama guru-guru, kita harus tunjukkan kalau kita juga bisa seperti dia, biar nggak besar kepala terus." ucap Anita sembari mengajak Tina untuk ikut serta.


"Haa! A-aku ... hehehe kayaknya Aku nggak bisa deh, Nit! Aku kurang suka dengan lari-lari, nanti badanku capek semua, nggak mau ah!" jawab Tina sembari menggelengkan.


"Heleh manja banget! Bilang aja kalo buah pepaya nya takut jatuh, kegedean sih!" celetuk Zara sembari menunjuk ke arah buah dada Tina yang sebesar buah semangka. Dengan ukuran yang tidak wajar tentu saja menggoda Zara untuk menyindir buah dada milik Tina yang diketahui karena efek suntik silikon.


"Idiiih siapa juga yang iri, gede dari hasil suntikan, Hooo palsu itu. Mending biasa-biasa saja, tapi terbukti memuaskan." Zara berkata sembari melirik ke arah sang suami yang tampak sedang menaikkan kedua alisnya.


Andra spontan tersenyum dan mengangguk kepada Zara sembari mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


*


*


*


...Sambil menunggu author update bab berikutnya mampir dulu yuk ke karya punya Kaka Shan yang berjudul UN FAMILIAR BROTHER...


Un Familiar Brother


Author: Kaka Shan


Kerumitan hidup membawa 3 saudara bermarga Natadisastra berurusan dengan seorang gadis dari kalangan biasa bernama Aleanska Nara. Rasa benci, obsesi, serta mencintai, membuat mereka harus berkorban, saling membohongi, bahkan saling menyakiti.

__ADS_1


"Kembaran gue suka kakak tiri gue, kakak tiri gue suka adek gue. Cih, takdir Tuhan macam apa ini?"



__ADS_2