
Zara pun beranjak pergi ke kelasnya, Ia melihat Tina dan Anita yang sudah sampai di dalam kelas. Sekilas Zara melihat ekspresi wajah kedua gadis itu yang tampak kesal. Zara pun cuek dan terlihat menahan tawa.
Sementara Anita tampak tak nyaman dengan rok nya yang terkena permen karet yang Zara tembakkan dari ketapel miliknya. Zara pun berjalan dengan santai sambil melirik ke arah kedua temannya, setelah Zara berada di dekat kedua gadis itu, Ia pun berkata, "Bagaimana dengan kejutan dariku? Menyenangkan, bukan?" setelah mengatakan hal itu Zara segera duduk di bangkunya. Sedangkan Anita dan Tina tampak mengepalkan tangan mereka.
"Sialan! Ternyata Zara yang udah ngerjain kita." umpat Anita tak terima.
"Bener-bener nih anak, hiiii gemes mau Aku bejek-bejek aja tuh cewek belagu." sahut Tina yang tak kalah kesal. Zara pun tampak mengacungkan jempol kebawah kepada kedua cewek itu. Sementara kedua gadis itu tampak sangat geram.
__ADS_1
*
*
*
Di saat jam istirahat, semua teman-teman Zara sedang sibuk untuk persiapan ulang tahun Velin nanti malam, mereka sedang membicarakan tema yang diusung dalam ulang tahun Velin. Yaitu tema pesta topeng. Apalagi ada hadiah menarik khusus dari Velin bagi teman-temannya yang berpenampilan paling menarik. Semuanya sedang sibuk membicarakan tentang baju apa yang akan mereka kenakan. Tentu saja mereka berlomba-lomba untuk memakai pakaian yang bagus dan cantik. Apalagi siswa cewek yang ribut sendiri tentang dandanan dan make up.
__ADS_1
Di saat satu kelas rame membicarakan acara ulang tahun Velin, Zara justru sibuk bermain game online dalam ponselnya. Rupanya apa yang Zara sedang lakukan mendapatkan perhatian dari Tina dan Anita yang tentunya mereka berdua pasti mengejek bagaimana Zara datang ke acara ulang tahun Velin.
"Eh teman-teman! Semuanya nanti kan pasti dandan cantik-cantik nih ke pesta Velin, tapi ada satu teman kita nih yang pastinya dia nggak akan bisa dandan dan nggak akan bisa tampil feminim, ya iyalah orang dia mainannya ketapel mulu, suka ngerjain temannya sendiri, bar bar dan pecicilan. Nggak akan mungkin bisa tampil cantik, iya nggak sih! Mana ada cowok yang mau jadi pacarnya, tuh pantesan aja si Kelvin mutusin dia." seru Tina dengan senyum sinis.
Spontan Zara menoleh ke arah Tina yang sengaja mengejeknya tidak bisa berdandan. Ia pun tidak memperdulikan perkataan Tina, mulut pedas Tina sudah menjadi langganan kupingnya, Zara seolah sudah terbiasa dengan ucapan Tina yang sering membuat kuping gatal.
"Hmm dasar cewek silikon, sok ngata-ngatain orang jelek dan nggak bisa dandan, dia pikir siapa dia, Kelvin tuh Aku putusin peak! Biarpun Aku nggak bisa dandan, Pak Andra aja udah tergila-gila, gimana jadinya kalau Aku dandan? Makin lengket tuh laki. Eh ... boleh juga tuh dicoba dandan pas acara ulang tahun Velin, tapi bagaimana caranya? Aku pegang pensil alis aja susah, hah masa bodo! Aku mau buktiin sama mereka kalau Aku tuh bisa dandan. Dikiranya mereka doang yang bisa, tunggu saja pasti kalian bakalan terkejut." batin Zara sembari melanjutkan bermain game online nya.
__ADS_1
"Hmm Aku sangat yakin sekali, di acara ulang tahun Velin, Zara pasti menjadi cewek dengan penampilan terjelek, Aku yakin itu, dan dia pasti malu-maluin." seru Tina kepada teman-temannya.
...BERSAMBUNG ...