
Zara tertawa kecil sembari melihat kepergian suaminya di balik pintu, sementara dirinya pun mengikuti sang suami dari belakang. Andra turun menemui Ibu dan Mertuanya.
"Mama!" sapa Andra kepada Mama Dahlia yang sedang duduk bersama sang besan. Kemudian Andra mencium tangan keduanya, setelah itu Mama Dahlia menanyakan dimana Zara.
"Mana istrimu? Kami dengar tadi siang Zara pingsan karena dikerjain teman-temannya, apa itu benar?" tanya Mama Dahlia yang ikut khawatir dengan keadaan sang menantu.
"Iya Ma! Tapi, sekarang Zara baik-baik saja, Mama dan Mommy tidak usah khawatir." seru Andra menenangkan kedua wanita kesayangan itu.
Tak berselang lama, Zara turun dan menemui Mommy Hasna dan Mama Dahlia, Zara mencium tangan kedua wanita itu kemudian memeluk mereka.
"Zara! Kamu baik-baik saja, kan, Nak!" seru Mommy Hasna yang tentu saja sebagai seorang Ibu sangat khawatir mendengar berita Zara yang sedang tak sadarkan diri karena ulah teman-temannya.
"Zara baik-baik saja, Mommy! Mommy bisa lihat sendiri, kan?" balas Zara sembari menenangkan sang Mommy.
"Syukurlah, Mommy sangat khawatir sekali, tadi Velin datang ke rumah, katanya kamu ditemukan pingsan di dalam kamar mandi dengan keadaan terkunci dari luar, maka dari itu Mommy langsung kesini, katanya kamu dibawa Andra pergi." ungkap Mommy Hasna.
"Iya, Mommy! Dan sekarang Zara baik-baik saja kok, Mommy nggak usah khawatir lagi, ya!" Zara memeluk Mommy Hasna, sementara itu Mama Dahlia tampak memberikan sesuatu kepada keduanya.
"Oh ya Zara, Andra, Mama punya hadiah untuk kalian berdua." seru Mama Dahlia sembari mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya.
Mama Dahlia kemudian membuka kotak itu dan isinya adalah buah kurma yang masih muda, tentu saja baik Zara maupun Andra saling menatap dan mengerutkan keningnya. Andra pun terlihat tertarik untuk mencicipi buah yang berwarna kuning itu.
"Apa ini Ma? Kayaknya enak, coba satu ah." tanya Andra sembari mengambil satu buah kurma yang masih mengkal itu. Andra pun mulai memakannya.
"Hmmm ... enak! Ada sensasi rasa sepet-sepet gimana gitu, buah apa sih ini Ma?" melihat Andra yang begitu menikmati buah kurma itu, Zara pun tergiur untuk mencicipi buah kurma muda itu.
__ADS_1
"Zara boleh minta nggak, Ma?" seru Zara sembari mengambil buah kurma itu satu biji. Kemudian Ia pun langsung memakannya.
"Hmm ... rasanya unik, krenyes-krenyes gitu." sahut Zara yang menikmati rasa dari buah kurma muda itu.
"Iya ... itu namanya buah kurma muda, Mama dapat ini dari teman Mama yang baru pulang dari umroh, buah ini dipetik langsung dari pohon kurma di Makkah, teman Mama ngasih ini katanya bagus untuk promil, banyak yang sudah membuktikan nya, nah makanya itu Mama kasih buah ini untuk kalian biar Zara cepat hamil."
Mendengar penuturan dari Mama Dahlia, seketika Zara dan Andra saling menatap.
"Hamil!" ucap mereka bersamaan.
"Iya ... hamil, Mama berharap secepatnya Zara langsung hamil, bukan begitu Jeng Hasna?" seru Mama Dahlia kepada besannya.
"Iya betul itu Zara! Kami pasti sangat senang jika kalian berdua memberikan cucu untuk kami, jangan ditunda-tunda ya, nggak baik." sahut Mommy Hasna sembari tersenyum kepada keduanya.
"Hehehe tapi Zara lulusnya masih lama, Mommy! Zara juga masih baru masuk di kelas 12, kalau Zara hamil, nanti pasti Zara melahirkan saat ujian sekolah, terus siapa yang merawat bayi Zara? Dan pastinya teman-teman pada curiga, Mommy!"
"Benar banget itu, kalau bisa nanti bikin bayi kembar aja ya kalian, biar rame."
Rupanya kedua wanita itu kompak untuk mendesak anak-anak untuk segera memberikan cucu.
Sementara itu Zara hanya bisa menghela nafas panjang, tapi tidak dengan Andra yang tampak senyum-senyum bahagia mendapatkan dukungan dari kedua wanita kesayangan mereka.
"Kenapa Bapak senyum-senyum? Bapak seneng, kan!" bisik Zara.
"Ya seneng dong! Itu tugas yang sangat menyenangkan, bikin anak. Bukankah kamu juga suka." seketika Zara mencubit tangan Andra sehingga membuat pria itu menjerit.
__ADS_1
"Awwww ... sakit!"
...BERSAMBUNG ...
...Jujur ya guys! Ada yang pernah promil dengan makan buah kurma muda?🤔🤭...
*
*
*
*
CEO And The Twins
Author: ingflora
Wajah mungkin sama, tapi tidak dengan hatinya.
Ian Xander terkejut ketika dikhianati kekasihnya yang cantik Elevika Zarin, yang meninggalkannya demi pria yang lebih kaya.
5 tahun kemudian, Ian menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia. Tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasihnya itu walaupun dia berjilbab, berkacamata tebal dan tidak cantik bernama Noura. Ia jatuh cinta dan mengejarnya. Ia pun kemudian melamarnya.
Namun kemudian ia mengetahui bahwa Noura adalah kembaran Vika, mantan kekasihnya dulu. Saat itu juga ia marah dan berniat balas dendam dengan menyengsarakan Noura.
__ADS_1
...Yuk kepoin capcuss 🏃🏃...