Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 9


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak hari pemakaman Raka. Kini Fio gadis cantik yg dulunya ceria berubah menjadi pendiam,dingin, datar, dan menutup diri. Dia masih enggan untuk melupakan kejadian buruk yang menimpa almarhum kekasihnya. Teman-teman dan keluarganya merasa tak tega dan juga sedih dengan perubahan sikap Fio yang 360° berbeda dari biasanya.


Saat itu jam istirahat, Fio dkk beserta Redho,Nino, dan Geo sedang menikmati makanan yg mereka pesan. Tetapi, berbeda dengan Fio, dia seakan enggan untuk memakan makanannya.


" Yo,loe kok ga makan sih, ga enak ya makanannnya? " tanya Rena. Dan lagi lagi hanya di jawab gelengan kepala oleh Fio.


" Loe jgn kayak gini terus dong Fio, loe harus bisa sabar dan ikhlas nerima kenyataan ini...kita tau loe sedih sama kita juga,bahkan kita lebih sedih karna kita jg harus ngeliat keadaan loe kayak gini " ucap Gina.


Sedangkan Fio hanya diam tanpa membalas ucapan Gina. Jujur ia sama skali belum rela dengan kenyataan ini. Berat? itu pasti. Ikhlas? ia belum bisa.


Disaat yg bersamaan Raya dkk pun datang ke kantin, tapi kali ini mereka tak berniat mengganggu Fio dkk. Raya sendiri jg merasa sedih kehilangan Raka, dia selama ini selalu mengejar Raka namun tak di dapatkan. Sampai akhirnya Raka meninggal, dia sedih juga bahagia karna Fio akhirnya bisa menderita.


_Negara L_


Prince sudah seminggu lebih berada di Negara L untuk mengurus masalah anak cabang perusahan Hadijaya Company disana. Dia semakin tak sabar untuk pulang ke negaranya dan berangkat ke Kota D untuk mencari keberadaan gadis kecilnya. Dia sampai berniat untuk menyelesaikan pekerjaaannya dalam waktu 2 minggu, lebih cepat dari waktu yang papanya berikan.


" Selamat pagi tuan muda, hari ini kita ada kunjungan ke proyek pembangunan yg sempat terhambat kemarin " ucap Alex.


Prince yg sedang sibuk dengan berkas-berkas di pagi hari ini pun hanya menggangguk sebagai jawaban dari ucapan Alex.

__ADS_1


(Sedikit info, bahwa Alex itu sudah bekerja di keluarga Hadijaya selama 5 tahun ini,dia lebih tua 2 tahun dari Prince. Alex sendiri sebenarnya adalah anak dari sahabat Pak Renald,karna keluarga Alex sudah tiada akhirnya Alex di adopsi oleh pak Renald. Tetapi, Alex tetap bersikap formal pada Prince karna dia tahu posisinya saat bekerja. Tetapi, saat di luar jam kantor Alex akan bersikap seolah sprt kakak bagi Prince. Dan Prince pun tak mempermasalahkan hal itu. Dan Alex juga sama dinginnya dengan Prince, bedanya dia masih bisa ramah pada orang lain.)


Seminggu kemudian, Prince telah menyelesaikan pekerjaannya di Negara L. Dan hari ini ia akan pulang ke negaranya dan akan langsung menuju negara D. Tentu ia sudah memberitahukan hal itu pada Pak Renald dan Bu Amira.


_Bandara Kota D_


Pagi itu, terlihat dua orang pemuda, Prince dan Alex yg baru keluar dari pesawat dan akan menuju mobil yg menjemput mereka. Orang-orang di bandara seakan terhipnotis dengan ketampanan Prince dan Alex. Mereka tak henti-hentinya memperhatikan Prince dan Alex. Membuat mereka berdua tak nyaman dan memilih cepat-cepat masuk mobil.


Lalu mereka segera menuju sebuah rumah mewah yg telah disediakan Pak Renald selama Prince tinggal di Kota D. Nampak gerbang rumah yg megah dan bangunan rumah yang tak kalah megahnya bahkan mewah dan sangat indah juga besar.


Mobil yg ditumpangi Prince dan Alex tiba di depan pintu utama rumah tersebut. Di depan pintu sudah ada Bi Inah yg sudah siap menyambut kedatangan Prince. Wanita paruh baya yg kira-kira umurnya sedikit lebih tua dari mamanya. Dia tersenyum ramah kala Prince berjalan menuju pintu utama.


" Hmm..." dan hanya dijawab deheman saja oleh Prince. Bi Inah yg mendengarnya hanya bingung dan tak mengerti dengan tuan barunya itu.


Lalu Prince langsung masuk ke dalam. Alex yang melihat kebingungan Bi Inah pun berkata, " Dia memang seperti itu bi, dingin,datar dan juga sedikit bicara jadi bibi harus ekstra sabar dengan sikapnya. Tapi sebenarnya dia orang yg sangat baik".


" Eh, iya den... ?" jawab bibi bingung.


" Alex, nama saya Alex dan saya asisten pribadi Prince juga sudah seperti saudara dengannya " jawab Alex. Dan diangguki sopan oleh bibi.

__ADS_1


Kini mereka telah masuk ke dalam rumah, Prince langsung minta ditunjukkan kamar untuknya begitu juga Alex. Karna mereka merasa sangat lelah dengan perjalanan tadi. Butuh istirahat beberapa waktu. Tapi, mengingat gadis kecilnya, Prince merasa senang dan bersemangat untuk hari esok. Dia akan memulai mencari gadis kecilnya.


.


.


.


.


.


Hai hai hai guysss👋👋👋


Happy reading ya guyssss semoga kalian suka dengan setiap episode yg author bikin😅😅😅


Yuk terus dukung author dengan cara kasih like,koment,vote dan rating sebanyak banyaaaakkkknya😁😙


Thank You All😍

__ADS_1


__ADS_2