
...Assalamualaikum Guyyss๐ค๐๐๐...
...Author kembali menyapa kalian semua dengan up episode baru nihhh๐๐ค...
...Cuusss langsung dibaca guyyss jangan nunggu lama lagi gasskeunnn dibaca๐ ๐ ๐ ...
...Happy Reading๐๐...
To be continue
โโโโโ
Pukul 01.00 dini hari, Prince bersama Alex tiba di bandara kota D dengan menaiki jet pribadi milik keluarga Hadijaya. Tersirat di wajah Prince rasa lelah karna seharian bekerja tanpa henti hanya untuk segera kembali ke kota tersebut.
" Lex, cepat ke rumah gue udah capek seharian ini " pinta Prince pada Alex saat sudah memasuki mobil yg disiapkan oleh anak buahnya.
" Hemm ini juga mau jalan Prince. Lagian loe kekeh banget mau balik malam ini juga jadi terkuras abis kan tenaga loe...gue juga kena " ujar Alex lalu segera mengemudikan mobilnya membelah jalanan Kota D yg nampak sepi menuju kediaman mereka.
Sesampainya di kediaman mewah milik Prince, dia langsung turun dan masuk ke dalam tanpa membalas sapaan para pekerja yang masih terjaga. Hari ini dia benar-benar lelah dan butuh istirahat. Belum lagi pikirannya yang terus terngiang wajah gadis pujaannya. Dia langsung masuk ke kamar lalu membersihkan diri sebelum akhirnya istirahat.
*****
Keesokan paginya, Prince sudah siap dengan pakaian kerjanya untuk mengajar. Rasa lelahnya hilang saat mengingat gadis kecilnya. Dia sangat bersemangat untuk mengajar hari ini.
" Selamat pagi Tuan Muda " sapa Bi Inah saat tuan mudanya tiba di ruang makan.
" Hemm " jawab Prince singkat.
" Dimana Alex Bi? kenapa dia belum tiba? " tanya Prince saat Alex belum tiba ke ruang makan.
" Anu Tuan Muda, tadi saya sudah membangunkan Tuan Alex tapi dia bilang masih ngantuk dan lelah...jadi dia bilang kalau Tuan Muda bisa memulai sarapan tanpa dia " jelas Bi Indah sopan.
" Hemm baiklah, hidangkan makanannya " ujar Prince lalu segera Bi Inah menghidangkan makanan pagi.
Alex memang sedang sangat kelelahan saat ini. Bagaimana tidak kemarin Prince memforsir tenaganya dan juga tenaga Alex untuk terus bekerja seharian. Bahkan mereka menghadiri lima rapat sekaligus dalam 1 hari. Dan itu tidak main-main, belum lagi Prince memberi setumpuk berkas yang harus Alex periksa dan mengantar Prince kesana kemari meninjau lokasi proyek.
Jelas saja saat ini Alex enggan bangun. Badannya terasa remuk dan lunglai. Prince bisa memaklumi hal itu. Karna ini juga salahnya saudara angkatnya itu jadi kelelahan.
Setelah sarapan, Prince segera bersiap untuk pergi ke sekolah. Dia menaiki mobil hitam yg biasa dia pakai untuk berangkat ke sekolah. Dengan santai dia mengendarai mobilnya.
Saat memasuki halaman sekolah, banyak pasang mata yang menatap ke arah mobilnya. Utamanya para siswi SMA Merdeka. Mereka tau mobil siapa yg memasuki kawasan sekolah tersebut.
" Kyaaa Pak Princeeee akhirnya dia balik ngajar " teriak heboh salah seorang siswi.
" Wahh Pak Prince bikin hari-hari gue manis aja nihh kalo ada dia " ujar siswi lainya.
" Pangeran gue masuk guysss " ujar yg lainnya.
__ADS_1
Begitulah kira-kira celoteh para siswi yang menatap kagum serta ceria saat kehadiran Prince pagi itu. Saat Prince keluar dari mobil, dia berjalan santai menuju ruangannya. Banyak yang menatapnya kagum tapi dia tetap memasang wajah datar dan coolnya.
" Pagi Pak " sapa siswi 1.
" Selamat pagi Pak Princee " sapa siswi 2 dengan gaya centilnya.
" Waah pak Prince makin ganteng aja pagi pak " sapa siswi 3 dengan pujiannya.
Begitu terus hingga Prince sampai di ruangannya. Dia hendak membuka handle pintu, tidak terkunci. Berarti gadis kecilnya ada di ruangannya. Gadis yg patuh.
Lalu Prince langsung saja masuk ke dalam. Dilihatnya Fio sedang membersihkan meja kerja miliknya dengan kemoceng. Fio tidak menyadari kedatangan Prince.
Dia terus bergumam sambil menggerutu Prince bisa mendengar jelas gerutuannya.
" Ishh sebel banget gue tiap hari dateng pagi-pagi ke ruangan guru killer terus bersih-bersih mulu. Padahal kan udah bersih masak tiap hari debu selalu ada sih " gerutu Fio kesal tak sadar sedari tadi Prince berdiri di belakangnya mendengar gerutuan gadis tersebut.
" Awas aja kalo udah balik gue bakal- " ucapan Fio terhenti saat ada suara yang memutus ucapannya.
" Bakal apa? " tanya nya.
Seketika tubuh Fio menegang. Dia mengenali suara itu. Suara gurunya yang sedang dia gerutu dari tadi. Matilah dia kalo sampai guru itu mendengar semua ocehannya dari tadi.
Fio berusaha menetralkan perasaan gugup dan tegangnya. Dia kemudian berbalik untuk melihat seseorang yang berada dibelakangnnya. Matanya melotot saat melihat Prince dengan wajah santainya berdiri di belakangnya.
" Kenapa mata kamu melotot seperti ingin loncat dari tempatnya " ejek Prince cuek melihat ekspresi Fio.
" Pa pak Prince pagi pak " sapa Fio.
" Hemm pagi " balas Prince datar membuat Fio kembali kesal.
" Kamu belum menjawab pertanyaan saya, tadi kamu bilang kalau saya kembali kamu bakal apa? " tanya Prince dengan wajah datar mengintimidasi. Membuat Fio menelan ludah kasar.
" Emm itu bukan apa-apa pak saya hanya bercanda saja " kilah Fio sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
" Bercanda hem? " ujar Prince sambil menampilkan senyum seringai yang membuat Fio merinding.
" I iya pak saya hanya bercanda saja. Bapak tidak perlu menganggap serius ucapan saya " ujar Fio memberanikan diri.
Prince semakin mendekati Fio. Dia berjalan dengan wajah serius ke arah Fio. Hal itu langsung membuat Fio gugup sekaligus mundur ke belakang. Hingga akhirnya mentok di belakangnya ada tembok.
" Aishhh kenapa ni tembok ada disini sih " ucap Fio dalam hati kesal.
Prince menatap wajah Fio dengan lekat. Wajah keduanya hanya berjarak 15 cm lagi. Lalu Prince mendekatkan wajahnya pada Fio. Sontak Fio memejamkan mata tidak berani melihat wajah guru tersebut.
Lalu Prince berbisik di telinga Fio.
" Saya merindukan kamu gadis kecil " bisik Prince di telinga Fio.
__ADS_1
Mendengar bisikan gurunya membuat Fio mematung. Tidak tidak orang yang berdiri di depannya adalah gurunya. Fio harus bisa bersikap normal.
" Emm pak saya harus segera kembali ke kelas bell masuk akan segera berbunyi " ujar Fio sambil menghindar dari Prince.
" Siapa pemuda yg kemarin bertabrakan dengan kamu? " tanya Prince spontan. Membuat Fio mengehentikan langkahnya. Darimana dia tau kalau Fio kemarin bertabrakan sama seorang cowok.
" Maksud bapak Arkan? " tanya Fio to the point. Dia juga heran kenapa Prince mengetahui kejadian itu.
" Hemm mungkin. " jawab Prince singkat.
" Darimana bapak tau kalau saya kemarin tabrakan sama orang? " tanya Fio menyelidik.
" CCTV koridor sekolah " jawab Prince santai dan acuh. Fio hanya ber ohh saja sebagai jawaban.
" Apa pemuda kemarin mendekati kamu? " tanya Prince serius.
Fio mengernyit. Apa hubungannya dengan Pak Prince tentang hal itu.
" Maaf pak, tapi itu tidak ada urusannya dengan bapak " jawab Fio datar.
" Tentu saja ada. Apa kamu lupa dengan ucapan waktu itu Fiona? " tanya Prince. Seketika Fio kembali mengingat saat Pak Prince menyatakan perasaan padanya. Sebenarnya siapa pak Prince ini.
Fio langsung pergi dari ruangan Prince tanpa menjawab ucapannya. Karna bell masuk sudah berbunyi. Dia tak ingin terlambat masuk kelas.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
...Hallooo guyssss๐๐๐๐ Gimana gimana kalian suka kan suka sama kelanjutannya????...
...Iya dong suka dong pasti๐๐๐...
...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk mungkin yaa buat semangatt Author hehehehe๐๐๐...
...Thank You Allโค๐ค...
__ADS_1
...Ditunggu ya kelanjutannya๐...