Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 119


__ADS_3

...Hallooo assalamualaikum guyssโ˜บ๏ธ๐Ÿ‘‹๐Ÿป๐Ÿ‘‹๐Ÿป๐Ÿ‘‹๐Ÿป...


...Author as Mun comeback nihh, yuk kita lanjut kisah Prince dan Fio ya๐Ÿฅฐ...


...Happy Reading๐Ÿ“–๐Ÿ˜‰...


To be continue


Setelah berbelanja beberapa keperluan untuk acara camping Fio dan Prince langsung pulang. Karena mereka ingin beristirahat lebih awal supaya besok tidak terlambat berangkat ke sekolah.


Mobil yang ditumpangi keduanya sampai di halaman rumah Prince.


" Ayo kita turun sayang " ajak Prince pada Fio yg sedari berbalas pesan dengan sahabatnya untuk persiapan camping besok.


" Iya mas " jawabnya.


Mereka berdua memasuki rumah, terlihat semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga.


" Assalamualaikum" ucap keduanya.


" Waalaikumsalam " jawab semua orang yg ada disana, Fio dan Prince sambil menyalami para orang tuanya.


" Sudah pulang sayang " tanya Mama Amira pada Fio.


" Iya Ma," jawabnya sambil tersenyum.


" Apa semua keperluan kalian sudah lengkap semua? " tanya Mama Amira lagi sembari melihat barang yang dibawa oleh Prince.


Sedangkan yang lainnya hanya diam menyimak, karna pertanyaan yang ingin mereka ucapkan sudah terwakilkan oleh Mama Amira.


Begitu juga Bunda Arsih dan Ayah Gandi, mereka juga ingin bertanya tapi sama jadi mereka hanya mendengarkan saja percakapan putri mereka dengan besannya.


Dalam hati mereka merasa bersyukur putri mereka satu satunya mendapatkan mertua sebaik dan perhatian seperti Mama Amira. Mereka bisa tenang melepas putri yang mereka sayangi pada keluarga ini.


" Alhamdulillah sudah Ma, keperluan Fio dan Mas Prince sudah lengkap semua dan tinggal di packing aja " jawab gadis itu.


" Kakak beli camilan? " tanya Bilal dengan mata berbinar, begitu juga Iqbal.


Fio yg melihat itupun tersenyum, " Kakak beli banyak camilan, kalian mau? " .


Keduanya mengangguk antusias. Bunda Arsih hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua anak lelakinya itu. Mereka memang sangat manja pada kakaknya.


Fio menyerahkan beberapa camilan yang ia beli pada kedua adiknya sama rata.


" Sudah Bilal Iqbal, inikan untuk perbekalan kakak " ujar Bunda Arsih mengingatkan.


" Gak apa apa kok Bund, Fiona tadi beli lebih memang untuk mereka berdua, ini juga dilebihkan lagi sama Mas Prince,katanya sekalian untuk adik adik " jelas Fio dan diangguki oleh Prince.


" Benar Bund, tidak apa ini memang untuk mereka " yakin Prince.


Mendengar ucapan menantunya membuat Bunda Arsih mengangguk pasrah jika memang benar seperti yg dikatakan.


" Bilang makasih sama kakaknya " pinta Bunda Arsih pada kedua anaknya.


" Makasih kak, makasih kak Prince " ujar keduanya.


" Iya sama-sama" jawab Fio.


" Iya sama-sama,nanti kalo mau camilan lagi bilang sama kakak " ujar Prince, membuat senyum kedua bocah lelaki itu mengembang.


" Sebaiknya kalian langsung istirahat, karna besok pasti kegiatan kalian padat" ujar Papa Renald.

__ADS_1


Prince dan Fio mengangguk setuju,keduanya juga merasa sudah lelah dan ingin cepat istirahat.


" Iya Pa,kalau begitu kami ke kamar dulu " pasangan itupun pamit dengan yang lainnya untuk istirahat lebih dulu.


" Cieee pengantin baru nihh " goda Alex dkk.


Prince hanya diam dengan wajah datarnya, sedangkan Fio sudah malu wajahnya sudah semerah tomat. Fio mempercepat langkahnya diikuti oleh Prince, sedangkan ketiga orang yang menggoda malah tertawa di ruang keluarga.


Saat memasuki kamar, Fio merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Ini pertama kalinya dia berada dalam satu ruangan privasi bersama lelaki selain ayah dan kedua adiknya.


Rasanya masih canggung dan emm aneh menurutnya.


Cepat cepat Fio berpikir, dan ya dia harus menyiapkan tas untuk diisi keperluannya dan Prince.


" Mas, kamu mau bawa apa saja untuk besok? biar aku siapkan juga " tanya gadis itu.


Prince yang tadinya juga bingung dan gugup, mendengar ucapan gadis yang sudah sah menjadi istrinya pun tersenyum.


Dia berjalan mendekati Fio.


" Mas bawa beberapa pakaian saja sayang " ucapnya sambil membuka lemari dan menunjukkan apa saja yang ingin ia bawa pada Fio.


Gadis itu mengangguk mengerti, lelaki yang bersamanya sekarang ini ternyata tidak terlalu suka membawa banyak barang saat acara camping seperti yang akan dilaksanakan besok ini.


" Iya mas, terus untuk makanan ringan dan beberapa lainnya mau bawa juga? "


" Tidak perlu, pihak sekolah sudah menyiapkan untuk para guru. Sebenarnya untuk para murid juga disediakan,tapi tidak banyak jadi kalo kamu mau bawa masukkan saja bisa dimakan saat dijalan " jawab Prince.


" Ya sudah, mana tas milik mas? "


Prince mengambil kan tas miliknya dan memberikan pada Fio.


" Biar mas bantu supaya cepat dan kamu juga bisa cepat istirahat "


" Hah akhirnya selesai " ujar Fio sambil merebahkan badan di ranjang.


Prince hanya geleng geleng kepala melihatnya.


" Sebaiknya bersihkan diri dulu sayang supaya tidur nyenyak" ujar Prince sambil menghampiri Fio.


Gadis itu teringat dan langsung mengangguk setuju, lalu bangkit dan berjalan ke kamar mandi diikuti oleh Prince.


" Ehh mas kok masuk juga? " kagetnya.


" Memangnya kenapa? Mas juga ingin mencuci muka dan sikat gigi " jawanya santai.


" Tapi kan gantian dulu mas,aku dulu setelah itu mas " protesnya.


" Mempersingkat waktu sayang, sekarang sudah jam 10 malam " jawabnya sambil menunjukkan jam tangan yg dipakai.


" Lagian ini cuma cuci muka dan sikat gigi, bukan mandi bersama " Prince berbisik diakhir kalimatnya.


Sukses membuat rona merah diwajah Fio muncul, gadis itu malu dengan ucapan lelaki didepannya ini.


" Y- ya udh ayo cepetan aku udah capek mau cepet tidur " ujarnya sambil mengalihkan pandangan.


Prince hanya tersenyum kecil melihat tingkah gadisnya ini.


Setelah 15 menit keduanya keluar dari dalam kamar mandi.


Fio yang masih merasa malu pun jadi salah tingkah, dan teringat apakah mereka akan tidur bersama? atau melakukan yang biasanya dilakukan oleh pasangan yang baru menikah?

__ADS_1


Memikirkannya saja membuat dirinya malu dan gugup. Wajahnya pun semakin merah.


Prince yang melihat gelagat gadis itupun mengerti dengan apa yang sedang dirasakannya.


Dia berjalan mendekati gadis itu, memeluknya dari belakang. Membuat Fio kaget sekaligus merasakan getaran aneh.


" Mas tau kamu bingung dan gugup,tenang saja mas tidak akan meminta hak mas sekarang sampai kamu siap " bisiknya ditelinga Fio.


Mendengar apa yang diucapkan Prince membuat Fio perlahan lega. Tapi disatu sisi dia merasa bersalah karna melalaikan tugasnya sebagai istri, tapi jujur dia belum siap dan dirinya pun masih sekolah.


Wajahnya menjadi sendu dan hampir menangis. Dia teringat ucapan bundanya, padahal waktu itu dia bilang akan menuruti apa nasihatnya, tapi sekarang dia malah lalai.


Melihat keterdiaman Fio, lelaki itu merasa ada yang aneh. Dia melepas pelukannya dan membalikkan badan gadis itu.


" Hey ada apa? kenapa sedih dan menangis? " tanya nya lembut.


Gadis itu menggeleng, dan berkata " Maaf ".


Prince mengerutkan keningnya, maaf untuk apa? gadis itu tidak membuat kesalahan apapun.


" Kenapa,maaf untuk apa? kamu tidak membuat kesalahan apapun " .


" Maaf karna belum bisa memberikan apa yang seharusnya mas dapatkan " jawabnya lirih.


Mendengar hal itu, membuat Prince mengerti kenapa gadis di depannya ini menjadi sedih. Ternyata dia merasa bersalah pada dirinya.


" Tidak masalah, mas kan sudah bilang tadi akan menunggu kamu. Mas tidak ingin memaksa orang yang mas cintai, yang mana akan menyakitinya " jawab Prince.


" Tapi,...tetap aja aku merasa bersalah "


" Sudah tidak perlu dipikirkan, mas mengerti keadaan kamu. Dan tidak masalah, jadi lebih baik sekarang kita tidur karna besok kegiatannya sangat padat " ajaknya sambil menuntun Fio di tempat tidur.


" Tidurlah " ujarnya sambil membernarkan letak selimutnya.


Lalu dia juga ikut berbaring disebelah Fio, mendekat dan memeluk gadis itu.


" Bolehkan seperti ini? janji hanya seperti ini tidak lebih " ujarnya pelan. Fio hanya mengangguk dan mencari posisi nyaman untuk tidur.


Fio menghadap Prince dan tidur dalam pelukan lelaki yg sudah menjadi suaminya.


" Seperti ini nyaman mas, " ujarnya sambil tersenyum malu.


Prince merasa senang dengan respon yang diberikan gadis itu, dia mengeratkan pelukan sambil mengusap lembut kepala gadis itu.


" Tidurlah, mimpi indah sayang " bisiknya.


Ternyata tak lama terdengar dengkuran halus dan helaan nafas teratur dari gadis dipelukannya itu. Senyaman itukah pelukannya hingga gadis itu cepat terlelap? atau karna terlalu lelah? apapun itu dirinya merasa senang, dan ikut terlelap menyelami mimpi bersama.


Bersambung.....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Halo halo gimana makin menarik kan kisah pasangan ini? yukk terus ikutin keseruan nya guysss ๐Ÿฅฐ๐Ÿ’™


__ADS_2