
...Halloo assalamualaikum para readersss👋🤗...
...Author come back nihh dengan membawa lanjutan episode yg makin greget tiap harinya🤗😊 Hanya untuk kalian pastinnyya😄😄...
...Yukk langsung gasss dibaca guyss spesial buat kalian malam ini😚😍...
...Happy Reading📖❤...
To be contimue
☆☆☆☆☆
" Ma mas Prince " lirih Fio gugup.
" Mamp*s gimana nihh mukanya Pak Prince serem bangett " bisik Ninda pada sahabat sahabatnya.
" Ga tau gue udah diem dulu aja " bisik Gina berusaha tenang.
" Loe gak liat Gin tuh muka Pak Prince udah kayak mau makan orang idup idup " ucap Redho bergidik.
" Mat* guee waktu itu aja gue sama Ninda udah dapet anceman seremm gila dari diaa " bisik Nino.
Sedangkan Deo, dia tetap bersikap tenang. Diantara mereka, Deo yang bisa bersikap bijak sama seperti Raka.
" Kalian ingin mendapat jawaban dari pertanyaan yang ada di pikiran kalian kan? " ucap Prince dengan sorot mata tajam.
Membuat mereka semua hanya diam, lalu mengangguk bersamaan.
" Ikut saya " ujar Prince tegas lalu mereka semua mengikuti Prince tak terkecuali Fio.
Mereka keluar kelas dengan wajah gugup. Wajah Prince serem bangett.
*****
Mereka kini sudah sampai di dalam ruangan Prince. Bagi yang perempuan disuruh duduk, dan laki laki tetap berdiri.
Mereka seakan susah bernafas mendapat tatapan tajam seperti itu.
" Apa yang kalian tau? " tanya Prince datar.
Mereka diam, takut dengan Prince kalau kalau guru itu malah memberi hukuman huftt.
Akhirnya Ninda memutuskan untuk memberanikan diri menjawab pertanyaan Prince.
" Ka kami tadi diparkiran ngeliat Pak Prince dan Fio dateng bareng. Dan dan Pak Prince keliatan akrab banget sama Fio. Bahkan terkesan romantis kayak orang pacaran. Dan hari itu, saya sama Nino juga gak sengaja di taman ketemu Pak Prince dan Fio di taman. " jelas Ninda lalu menghembuskan nafasnya merasa lega.
" Benar kata Ninda Pak, sebelum sebelum itu kami merasa ada yang aneh sama sikap Bapak ke Fio. Bapak waktu itu spontan dengan khawatir gendong Fio yang lagi pingsan saat upacara. Padahal Bapak kan gak mau di deketin siapapun " ujar Gina menimpali.
" Dan, kami juga beberapa kali sempat melihat Bapak diam diam melirik dan perhatiin Fio saat pelajaran di kelas. Jadi kami berfikir Pak Prince pasti ada sesuatu sama Fio. " jelas Rena.
" Tapiii kami sebagai sahabat Fio ngedukung bangett kok Pak kalau Pak Prince sama Fio hehehehe " timpal Rena dengan cengiran khasnya.
Gina mencubit lengannya.
__ADS_1
" Aduh loe ngapain cubit gue sihh hobi banget loe " bisik Rena protes.
" Loe tu kalo ngomong jangan asal jeplak Imahh. Ntar Pak Prince ngamuk tau rasa loe " balas Gina juga berbisik.
Sedangkan Redho, Nino, dan Deo mereka hanya diam.
" Ekhemmm " dehem Prince membuat mereka tersadar.
" Bagaimana keputusan kamu Fiona? " tanya Prince pada Fio lembut. Membuat mereka disana yang mendengarnya bengong dan menganga.
" Ehmm aku mutusin buat ngasih tau yang sebenarnya sama mereka Mas " ucap Fio pelan diangguki Prince.
" Mas? " beo Rena dan yang lainnya serempak. Mereka terkejut. Sebenarnya sedekat apa Fio dengan Prince sampai panggilannya sudah seakrab itu.
Fio lalu menatap sahabat sahabatnya.
" Ehmm sebelumnya gue mau minta maaf sama kalian semua. Gu gue gak maksud nutupin apapun dari kalian, terutama ke Rena, Ninda, dan Gina. Sekarang gue bakal ngasih tau semuanya " ucap Fio. Membuat mereka memasang wajah serius dan telinga siap siaga.
" Sebenarnya gue sama Pak Prince dijodohin sama orang tua kita. Ayah sama Bunda gue, itu sahabat deket orang tuanya Pak Prince. Dan, Minggu kemarin gue baru dikasih tau soal perjodohan ini. Hari Minggu ini ....hari pertunangan gue sama Pak Prince " ucap Fio dengan wajah tertunduk.
Rena, Ninda, Gina, Redho, Nino, dan Deo kaget. Mereka terkejut mendengar ucapan Fio barusan.
Dijodohkan??? Astaga ini lebih mengejutkan dari apa yang mereka kira.
" Lo lo loe gak bercanda kan Yo? Serius? " tanya Ninda dengan hebohnya.
" Astagaaaa gue gak nyangka ya ampunn Fionaaaa gue seneng bangett " sahut Rena heboh dan bahagia.
" Gue juga ikut seneng buat loe Yo " ucap Gina bahagia.
" Wahh kan bener tuhh apa gue bilang waktu itu. Pak Prince sama Fio pasti ada sesuatu tuh iyakan Pak?? " ucap Nino dengan bangganya sambil menatap Prince.
Sedang Prince hanya memasang wajah datar. Membuat Nino mengatupkan bibirnya dan nyengir.
Fio yang mendengar jawaban sahabat sahabatnya langsung mengangkat wajahnya. Menatap satu persatu wajah mereka.
" Ka kalian gak marah sama gue? " tanya Fio.
" Marah? kenapa kita harus marah sama loe emang? " tanya balik Ninda.
" Karna karna gue gak cerita dari awal sama kalian " lirih Fio lalu menunduk.
Ketiga sahabatnya terhenyak. Lalu Gina memajukan badannya mendekati Fio.
" Yo, kita gak marah sama loe. Kita cuma kaget aja sama semua yang loe ceritain barusan. Emang sih tadi sempet gue kesel karna loe gak jujur. Tapi itu semua gak penting, buat gue, Rena, sama Ninda itu kebahagiaan loe. " ucap Gina bijak.
" Bener Yo, tapi kita minta sama loe lain kali jangan nutupin apapun dari kita. Karna kita akan selalu dukung apapun keputusan loe Yo " pinta Ninda tulus.
" Iya Yo, kita sayanggg banget sama loe " sahut Rena kemudian mereka berpelukan.
Suasana menjadi haru karna empat gadis cantik itu. Deo, Nino, dan Redho merasa terharu dengan persahabatan pacar mereka.
Sedangkan Prince, dia hanya diam sambil tersenyum tipis. Dalam hati dia bersyukur gadis kecilnya mendapatkan teman teman yang baik dan tulus padanya.
__ADS_1
" Makasih guyss kalian hikss udah percaya banget sama gue...gue juga hikss sayang bangett sama kalian " ucap Fio sambil menangis harus.
" Sutt udah Yo, loe masak nangis sihh udah punya calon suami ganteng tuhh upppsss " ceplos Rena memecah suasana yang tadinya haru menjadi gelak tawa.
Setelah itu mereka kembali ke tempat duduk masing masing.
" Saya minta, kalian semua mau bekerjasama dengan kami untuk merahasiakan hal ini. Karna ini juga demi keselamatan dan kenyamanan Fiona " ucap Prince yg sudah tidak setegas tadi.
Mereka semua mengangguk.
" Pasti Pak, apapun buat Fio kita pasti lakuin " ucap Gina mantap dan diangguki oleh yang lainnya.
" Wahhh wahh Pak gak mau ada acara makan makan nih Pak buat ngerayain hubungan Bapak sama Fiona " ceplos Redho yg mengundang gelak tawa.
" Loe ya otaknya isi makanan mulu. Katanya anak sultan maunya gratisan mulu herann " sahut Nino membuat Redho nyengir.
" Bukan temen gue " ucap Deo singkat membuat Redho menampilkan wajah sok sedihnya. Deo hanya cuek saja.
" Sudah, soal itu kalian tenang saja. Hari Minggu datang ke acara pertunangan saya dengan Fiona. Tapi ingat, rahasiakan ini dari siapapun tak terkecuali orang tua kalian. Mengerti? " ucap Prince dengan penekanan. Membuat mereka hanya bisa mengangguk langsung.
" Udah Mas, kasian tau mereka pada ketakutan gitu liat muka kamu " ucap Fio.
" Cieeee cieeeee so sweet bangett " sorak mereka membuat wajah Fio memanas menahan malu.
" Sudah, sekarang kalian kembali ke kelas masing masing. Atau kalian mau saya hukum lari lapangan 20 putaran? " ucap Prince.
Mendengar itu mereka langsung berdiri dan ngacir begitu saja keluar ruangan menuju kelasnya.
" Ishh Mas iseng banget sii. Udahlah aku juga mau balik ke kelas " ucap Fio tanpa memedulikan Prince tertawa kecil melihat tingkah mereka semua.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hallooo guysss👋👋👋👋...
...Nih yaa Author udh upp lagi episode kelanjutannya, moga kalian suka ya🤗...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin Like, Koment, Vote, dan Rating dari kalian di karya Author ini🤗🤗🤗😊...
...Thank You All❤...