
Malam hari, Alex yang sudah mendapatkan semua informasi yang diinginkan oleh Prince, pun kembali ke Kota D untuk memberitahukan info yang telah ia dapatkan. Karna, jika ia mengirim lewat email maka boss sekaligus saudaranya itu akan merasa kesal. Dia akan merasa Alex tak menganggapnya saudara walau mereka sebenarnya memang bukan saudara dan hanya atasan serta bawahan sekaligus sahabat.
Saat itu, Prince sedang berada di ruang kerjanya. Sembari mengecek tugas murid-muridnya dan mengerjakan berkas perusahaan yang dikirim oleh anak buahnya.
Tok tok tok
" Masuk " ujar Prince.
" Maaf tuan muda, di ruang tamu ada Den Alex datang berkunjung. Dia baru sampai tadi " ujar Bibi.
" Baiklah, suruh Alex langsung menemui saya kemari " jawab Prince datar.
" Baik kalau begitu saya permisi " ucap Bibi sembari keluar dan menutup pintu.
Lalu, tak lama kemudian pintu kembali di ketuk.
Tok tok tok
" Masuk aja Lex " ucap Prince.
Ceklek
Setelah pintu di buka Alex segera memberi hormat dan menyapa.
__ADS_1
" Malam tuan muda " ucap Alex.
" Udah lah Lex gausah terlalu formal, sekarang cepat kasih tau info yang udah loe dapat " titah Prince.
Sedangkan Alex hanya cengengesan, tak habis pikir dengan Prince. Bagaimana bisa dia sama sekali tak bisa digoda sedikit saja. Bahkan langsung to the point.
" Oke oke sabar dong, ini semuanya ada di dalam map " jawab Alex.
" Jelaskan " ujar Prince singkat dan datar.
" Jadi gini, gadis kecil loe itu namanya Fiona Elyaza Davina. Dia orangnya periang dan mudah tersenyum juga cerdas.Dia punya 3 temen deket namanya Rena Arini,Ninda Alifia, dan Gina Hinafah yang tak kalah cerdasnya. Dia juga punya musuh namanya Raya Andita,Della Zahrani, Farah Deliona, dan Zena Kaliana Putri, mereka berempat selalu cari gara-gara sama Fiona dkk. Dulu Fiona punya pacar namanya Raka Deandra.Ada juga teman-teman almarhum pacaranya itu namanya Redho Fahreza, Nino Yudhistira, dan Deo Sugandi. Tapi, beberapa minggu lalu Raka itu meninggal dunia karna kecelakaan. " jelas Alex.
Prince yg mendengar Alex bilang 'almarhum pacarnya' terkejut dan semakin ingin mengetahui lebih banyak.
" Hemm jadi begitu, jadi sekarang misi gue harus bisa ngebalikin lagi senyumnya " ucap Prince mantap. Dan Alex tersenyum dan mengangguk.
" Oke Lex, kalo gitu loe boleh balik " lanjut Prince.
Alex yg mendengar ucapan Prince merasa kesal dan berkata, " Wah Prince, loe gitu amat gue udah jauh-jauh kesini malam pula buat ngasih informasi ini ke loe. Udahannya malah diusir ".
" Ya udah klo gitu loe nginep aja semalem disini. " ucap Prince datar dan cuek.
" Ya elah gitu banget loe ga ikhlas nih. Ya udqh gue nginep disini aja lagian gue capek. Udah ah gue ke kamar dulu " ujar Alex lalu beranjak keluar dari sana.
__ADS_1
Sedangkan Prince, dia hanya diam sambil menatap kepergian Alex dari ruangannya. Dia sedang berpikir keras bagaimana cara untuk mendekati gadis kecilnya itu. Agar dia bisa lebih mudah mendapatkan hati gadis tersebut.
" Hem, sepertinya aku butuh bantuan Om Gandi dan Tante Arsih kali ini. " gumam Prince.
Setelah itu dia kembali melanjutkan pekerjaan yan sempat tertunda tadi. Sebenarnya dia lelah, tapi apa daya tugas yang harus diselesaikan sangat banyak. Minta bantuan Alex percuma, dia juga lelah dan pasti sekarang sedang masuk alam mimpi. Huffthhh...
.
.
.
.
.
.
Halloooo Guyyssss๐๐๐ค
Happy Reading yaaaaaa๐๐ moga kalian semua suka dengan setiap episode yg author up๐
Yukkk yuukk terus dukung author dengan cara kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk banyakknyaa yaaaa๐๐๐
__ADS_1
Thank You All๐โค