
...Oke guys, di bab kali ini author bakal ngasih tau tentang siapa Roselia itu dan ada hubungan apa dia sama Prince, well yukk ikutin terus kelanjutan ceritanya🤔❤...
...Happy Reading Guysss📖🤗...
...****...
Back to story hehehe:)))
☆☆☆☆☆
_Flashback On_
Saat itu, umur Prince 20 tahun. Tapi, sudah melanjutkan study S2 nya semester 5. Usia yg sangat muda bagi seseorang bisa menuju tahap tersebut . Tapi, itu bukanlah hal sulit bagi Prince. Dengan kepintaran dan kecerdasan yang dia miliki, dia mampu melampaui batas pemikiran orang-orang seusianya. Bagaimana tidak, dia memiliki IQ mencapai 300. Itu sebabnya dia bisa cepat menyelesaikan study S1 nya.
Bahkan Prince mendapat beasiswa dari pihak kampusnya, bukan berarti orang tuanya tak mampu untuk membiayai sekolahnya hingga kejenjang yang sangat tinggi. Walau dia anak orang terpandang, kaya raya , dan berpengaruh tapi, jiwa kemandirian yang telah ditanamkan kedua orang tuanya membuat dia mampu berdiri dengan usahanya. Prince mendapat beasiswa S2 di Negara I. Lebih tepatnya di Harvard University.
Disana Prince tetap menutupi identitasnya sebagai anak orang terpandang dan berpengaruh di Asia. Dia tetap sama, datar, dingin, cuek, dan tak mudah bergaul. Hanya Alex yang saat itu menemaninya karna dia tau Prince tak akan mau berbaur dengan teman sebayanya. Bukan sombong dan angkuh, Prince hanya tak mau dekat dan memiliki teman yang tak tulus.
Tapi, setelah beberapa tahun berada di Negara L, Prince akhirnya mendapatkan teman. Alderian Zian Wijaya, Devano Keziro Anggara, dan Roselia Vrenda Indrajaya. Mereka bertiga adalah orang yang berhasil meluluhkan tembok pembatas yang Prince bangun. Mereka berhasil membuat Prince mengerti arti sebuah pertemanan. Dan ya, tentunya mereka bertiga juga mengetahui identitas asli Prince.
Awalnya pertemanan mereka berempat berjalan dengan baik. Prince mulai bersikap lunak dan mau bergaul dengan mereka. Keluar bersama, bermain, dan berkumpul bersama setiap libur semester. Alex pun ikut andil, karna Prince mengajaknya bergabung. Dan jadilah pertemanan diantara mereka semakin erat.
Roselia satu-satunya gadis yang ada dalam pertemanan tersebut. Dia di mendapat perlakuan istimewa dari teman-temannya itu. Roselia saat itu adalah gadis manis, cantik, sedikit angkuh dan cuek terhadap sekitar. Teman-temannya selalu memperhatikannya dan memperlakukannya dengan sangatt baik. Tidak beda jauh, Prince pun lambat laun juga bersikap baik kepadanya.
Hingga suatu saat tumbuhlah benih-benih cinta di hati Roselia untuk Prince. Dia mulai memberikan perhatian lebih pada Prince, walau dia tau Prince tak akan menggubris hal yang dia lakukan. Sampai pada saat menjelang hari kelulusan, Roselia mengajak Prince bertemu di taman kampus. Dia berniat menyatakan perasaannya pada Prince.
" Hallo Prince, apa kamu ada waktu luang? Bisa temui aku di taman kampus sekarang? " ujar Roselia di telepon.
" Hemm oke " jawab Prince singkat. Lalu mematikan sambungan telepon dan pergi menuju taman.
Beberapa menit kemudian, Prince sampai dan menemui Roselia di taman.
" Ada hal apa kamu memintaku datang? " tanya Prince langsung.
Roselia yg mendengar suara Prince tersadar dari lamunannya.
" Ahh Prince kamu mengejutkanku, ohh hemm ya ada sesuatu yang ingin aku katakan " ujar Roselia ragu.
" Apa? " tanya Prince.
" Aku menyukaimu, aku tidak tau sejak kapan perasaan ini ada, tapi aku menyukaimu bahkan aku mencintaimu " ujar Roselia lugas tanpa ada keraguan.
Prince yang mendengar hanya diam tak berekspresi apapun. Dia sebenarnya sudah tahu tentang perasaan Roselia padanya. Melihat perlakuan Roselia yang berbeda kepadanya dari pada teman lainnya. Tapi dia tak mau ambil pusing akan hal itu.
" Ck. Maaf, tapi sepertinya kamu harus menerima kenyataan, aku hanya menganggap kamu teman dan tidak lebih. " jawab Prince tegas.
__ADS_1
Roselia yg mendengar terkejut dan merasa sedih. " Ta tapi kenapa Prince? apa aku tidak sempurna di mata kamu? kita sudah lama kenal, tapi kenapa kamu ga ada perasaan yg sama kayak aku? " .
" Karna saya sudah memiliki seorang gadis yg saya cintai, dan saya akan memperjuangkan dia " ujar Prince tegas dan dingin. Dia mulai tak nyaman dengan pembahasan ini.
" Aku lebih baik dari gadis itu Prince, aku cantik, pintar, dan punya segalanya. Apa gadis itu bisa dibandingkan denganku " ujar Roselia sedikit berteriak.
" Cukup Roselia, jangan kamu ucapkan sepatah kata lagi hal buruk tentangnya, atau kamu akan menyesal!!! " ujar Prince marah. Lalu dia langsung pergi dari sana meninggalkan Roselia yang menangis, marah sambil memaki dan memanggil namanya.
Kejadian hari itu membuat hubungan pertemanan mereka merenggang. Alex, Al, dan Devano mengerti apa penyebab dari hal itu. Sebab setelah Prince pergi dari taman, dia menemui ketiga orang itu dengan penuh emosi dan amarah. Mau tak mau ketiganya mendesak Prince untuk cerita, dan akhirnya mereka tau apa masalahnya.
Semenjak kejadian itu pula, Roselia berubah menjadi gadis yg sembrono, sombong, angkuh, suka clubbing, dan sangat terobsesi mendapatkan Prince. Hingga pada saat acara malam kelulusan, Roselia memiliki rencana licik untuk mendapatkan Prince.
Dia menyuruh orang untuk menaruh obat p*r*ngs*ng diminuman Prince untuk menjebaknya. Prince yang kala itu sedang berbincang dengan teman-temannya tak menyadari minuman yang dia minum, telah dicampur obat tersebut.
Setelah minum, beberapa saat Prince merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Dia lalu pamit ke toilet. Sesampainya disana, dia merasakan tubuhnya panas dan tak tahan akan hal itu. Lalu tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Dia Roselia, yg telah mengatur semua rencana ini.
" Roseliaaa sedang apa kamu hah!!? " ujar Prince.
" Come on baby, hari ini kamu akan jadi milikku " ujar Roselia sambil mengusap dagu Prince.
" Kurang ajarrr beraninya kamu, ini semua pasti perbuatanmu kan!!! pergi kami sekarang juga sebelum saya habis kesabaran!!! " bentak Prince marah sambil menahan rasa tak enak dalam tubuhnya.
Tapi Roselia tak mengidahkan ucapan Prince, dia semakin bertingkah berani. Saat akan mengecup bibir Prince,
Brakkkk
" Kurang ajar, beraninya km berbuat serendah ini pada tuan muda " ujar Alex.
" Ck, memangnya kamu siapa hah hanya seorang asisten " ujar Roselia sombong.
" Lepaskan tanganmu dari tubuh tuan muda, lancang!!! " perintah Alex.
" Jangan harap kamu!!! " ujar Roselia yang mulai kesal.
Lalu Alex maju dan menarik paksa Roselia untuk keluar. Saat yang bersamaan Al dan Devano datang mereka terkejut dan langsung mengerti dan membantu Alex.
" Lepas!!! Lepasin gue!!!" ujar Roselia berontak.
" Kalian pegang perempuan ular ini, saya akan membawa tuan muda pulang " ujar Alex
" Oke, loe bisa percaya sama kami " jawab Al dan diangguki Devano.
Setelah itu Alex membopong Prince untuk pulang. Dia harus cepat agar Prince tidak celaka.
" Bedeb*h loe berdua....lepasin gue sekarang juga gue harus dapetin Prince " teriak Roselia.
__ADS_1
" Heh, ternyata ini sifat asli loe Rose, pantas Prince ga mau terima loe " ujar Devano pedas.
" Loe ga pantas buat dapetin Prince " imbuh Al.
" Dan satu lagi, mulai sekarang loe bukan lagi teman kami, karna Roselia teman kami sudah m*ti " tambah Al diangguki Devano. Lalu mereka pergi dari sana meninggalkan Roselia yang menangis dan meraung mengumpat dan marah.
_Flashback Off_
Sebab itulah, Prince membenci dan menghindari Roselia. Alex pun sangat membenci gadis itu. Baginya perbuatan gadis itu sudah kelewat batas.
☆☆☆☆☆
_Skipp Sekolah_
Hari ini, jadwal kelas Fio mata pelajaran Matematika yang diajar Prince. Fio sedari pagi sangat gelisah tetapi sebisa mungkin dia menutupi hal itu. Dia masih belum siap jika harus bertemu dengan guru tersebut.
Tak lama kemudian, kelasnya menjadi hening tatkala Prince memasuki ruangan. Dia melihat setiap penjuru kelas. Tepat saat tatapan matanya berhenti, dia menatap Fio yg sedang duduk sambil menundukkan kepala. Dia yakin, gadis itu pasti merasa takut dan tak nyaman.
" Oke anak-anak, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Silahkan buka buku kalian halaman bla bla bla " ujar Prince.
Setelah itu pelajaran dimulai dan berjalan seperti biasa. Sampai akhirnya bell istirahat berbunyi. Prince mengakhiri pelajaran hari itu.
" Baik, pelajaran kita akhiri dulu persiapkan untuk materi pertemuan selanjutnya. Silahkan istirahat " ujar Prince datar.
Langsung siswa siswi di kelas itu berhamburan keluar. Tak terkecuali Fio, dia langsung berdiri dan berlari keluar kelas. Tak mengidahkan tatapan Prince yang tertuju padanya. Bahkan teman-temannya memanggil pun dia tak menggubris. Baginya sekarang harus menghindari gurunya itu.
Dengan cepat dia keluar kelas. Hal itu membuat Rena, Ninda, dan Gina langsung berdiri dan mengejarnya keluar kelas.
Prince yang melihat perilaku gadis itu hanya diam. Dia sudah bersalah pada gadis itu. Membuatnya takut dan menghindar. Lalu dia juga keluar kelas pergi menuju ruangannya.
.
.
.
.
.
.
Halloooooo Guuuyyyysssss👋👋👋😄😄😄
Yukkk yukkk nih author udh up episode baru yaaa buat kalian🤗😊
__ADS_1
Jangan lupa, terus kasih dukungan buat author dengan cara Like🖒, Koment📝❤, Vote, dan Kasih ratingg sebanyakkkk banyakkknyaaaaa😁😁😁
Thank You All💙😙