
...Haii para Readers๐๐๐...
...Maaf bangett ya kalau kelanjutan ceritanya sedikit berbelit-belit๐ Kemarin sebenarnya mau Author lanjut sampe cerita selanjutnya, tapi karena kemarin saat Author nulis ada terjadi gempa jadi langsung Author akhiri aja dan jadi ceritanya gantung dehh๐๐๐...
...Minta doanya ya para readers semoga semuanya baik-baik aja dan selalu dalam lindungan-Nya๐๐ค...
...Yukk dahh lanjutt ya baca ceritanya heheheh๐๐๐...
To be continue
โโโโโ
" Mata indah ini yang selalu kurindukan " batin Prince kala menatap mata Fio. Senyum tersungging di bibirnya.
Namun, sesaat kemudian Fio sadar dan langsung memalingkan wajahnya. Dia kembali gugup dan pipinya bersemu merah. Senyum Prince memang menawan, dengan hidung mancung, mata bulat, alis tebal dan bulu mata lentiknya.
" Emm pak sa saya mau permisi ke toilet " ijin Fio sambil menundukkan wajahnya.
" Ya silahkan " jawab Prince.
Setelah itu Fio langsung berdiri dan bergegas ke toilet yang ada di dalam ruangan Prince. Fio saat ini sangat gugup. Jantungnya berdebar lebih cepat. Apa yg sebenarnya terjadi padanya? Hatinya masih untuk Raka seorang sampai saat ini.
Fio menghidupkan keran air di wastafel. Lalu membasuh wajahnya agar merasa sedikit tenang.
" Kenapa rasanya gue udah akrab banget sama tatapan itu? " gumam Fio.
" Siapa sebenarnya Pak Prince ini, dia juga keliatannya akrab banget sama ayah " gumam Fio lagi.
Dia masih tak mengerti dengan keadaan sekarang. Kemudian dia mematikan keran air, mengambil beberapa lembar tissu dan mengelap air di wajahnya. 'Hah sudah segar' pikirnya.
Lalu dia menarik nafas dalam, menghembuskannya perlahan. Dia mencoba menenangkan diri. Okey dia siap keluar sekarang.
Saat Fio keluar dari toilet, dia melihat Prince sudah selesai makan. Prince hendak membereskan peralatan dan bungkus makannya, tapi Fio menahannya.
" Biar saya saja pak, bapak bisa lanjutkan pekerjaan bapak " ucap Fio sambil berjalan menuju meja.
__ADS_1
" Baiklah, aneh sekali kamu tiba-tiba menawarkan untuk membantu saya. Biasanya kalau saya minta kamu melakukan sesuatu kamu akan membantahnya " jawab Prince cuek sambil berjalan menuju meja kerjanya.
Mendengar ucapan Prince membuat Fio mendengus kesal. Raut wajahnya kembali kesal. Ternyata guru satu ini memang benar-benar menyebalkan. Tadi saja melunak dan berkata baik. Sekarang kembali ke sifat asalnya. Menyebalkan.
Fio langsung membereskan peralatan dan bungkus makanan tersebut. Lalu dia kembali duduk di kursi yang tadi dia duduki.
Dia melihat jam tangan yang melingkar ditangannya. Menunjukkan pukul 14.00. Setengah jam lagi bell pulang sekolah. Uhh dia bosan sekali berada di ruangan itu. Lalu dia berinisiatif bertanya pada Prince apa ada yang bisa dia kerjakan.
" Emm pak, saya bosan hanya duduk disini " ucap Fio.
Prince mendongakkan kepala menatap Fio dengan wajah datar.
" Kalau gitu berdiri saja " jawab Prince datar lalu beralih kembali pada pekerjaannya.
Mendengar jawaban Prince yang tak mengenakkan. Membuat Fio melototkan matanya.
" Maksud saya bukan gitu pak, saya ingin mengerjakan sesuatu daripada hanya duduk diam. Kan lebih baik saya kembali ke kelas " jawab Fio dengan nada suara tertahan menahan kesal.
Prince kembali melihat Fio. Lalu beralih menatap jam tangannya.
" Sudah hampir bell pulang. Tidak usah kembali ke kelas. Kalau kamu bosan, bantu saya merekap nilai-nilai ulangan ini. Kamu tuliskan nilai-nilai tersebut di buku ini. " ujar Prince menjelaskan pekerjaan untuk Fio sambil memberikan sebuah buku rekap nilai.
" Tadi kamu sendiri kan yang meminta pekerjaan karna bosan. Jadi ya sudah kerjakan sekarang, bantu saya. Kamu kan tahu saya pekan depan tidak bisa hadir. Jadi ini juga termasuk tugas kamu " jelas Prince datar dan cuek sambil mengerjakan pekerjaannya.
" Iya pak, tapi ini kan terlalu banyak " ucap Fio masih protes saja.
" Sudah kamu kerjakan. Tidak ada bantahan. " tegas Prince.
Fio dengan mendengus langsung mengambil kertas-kertas ulangan dan buku rekap tersebut. Membawanya ke meja tamu disana. Dan memulai mengerjakan rekap nilai. Sebenarnya Fio bukanlah siswi yang suka membantah ucapan guru. Dia sebenarnya bisa mengerjakan semua itu tapi berhubung yang menyuruhnya guru itu, jadi dia kesal dan sangat enggan mendapat perintah apapun.
30 menit kemudian Fio masih berkutat dengan kertas-kertas ujian dan buku nilai. Tak terasa bell pulang sekolah berbunyi. Tapi karna terlalu fokus Fio tak mendengar suara bell tersebut.
Prince yang sudah menyelesaikan pekerjaannya pun merapikan barangnya. Dia berdiri dan berjalan menghampiri Fio. Dia melihat gadis itu sangat serius.
" Sudah bell pulang. Kamu lanjut pekan depan saja. Dan ya ingat tugas-tugas yang saya berikan. " ucap Prince.
__ADS_1
Membuat Fio kaget. Pasalnya dia benar-benar fokus tadi.
" Ehhh " .
" Baik pak, ini saya bereskan dulu " ucap Fio sambil membereskan semua kertas-kertas itu dan menaruhhnya di rak yang ditunjuk Prince.
" Senin depan kamu kerjakan lagi. Saat saya kembali harus sudah selesai bersama dengan tugas-tugas yang saya berikan " ucap Prince lagi. Fio hanya mengangguk.
" Ya sudah kamu boleh pulang " titah Prince.
" Iya pak, kalau gitu saya permisi pamit pulang assalamualaikum " ujar Fio lalu keluar dari ruangan Prince.
Sedangkan Prince mengembangkan senyumnya. Dia sangat senang bisa seharian menatap gadis itu. Berada di dekatnya. Walau gadis itu masih saja cuek dan menampilkan wajah cuek,datar, dan suka membantah.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
...Heiii heii nihh Author udh up kelanjutan episodenya hehehe๐๐๐...
...Happy Reading ya guyss๐๐...
...Moga kalian puas dan suka dengan setiap episodenya๐ค...
__ADS_1
...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakk banyakknya okeyy๐๐๐...
...Thank Youโค๐...