Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 96


__ADS_3

...Haiii para Reader tercintaaa👋👋👋😁...


...Author come back nihh dengan kelanjutan kisah Prince, Fio , dan keluarga yg makin hari makin seruuuu aja hehehe😆😆😆Dan tentunya teman teman Fio yg kece badai🤭🤭🤭...


...Maaf bangett ya lama update episode baru yg bikin kalian nunggu lama😊🤗Author tuhh sebenarnya pengen banget guyss up tiap hari, tapi apalah daya Author yg hanya manusia biasa yg bisa lelah lesu letih🤣🤣🤣...


...Skuyyy jangan sampai ketinggalan ya, yuk langsung gass aja dibaca guyss😎📖...


...Happy Reading❤📖...


To be continue


☆☆☆☆☆


Ceklekkk


Fio membuka pintu ruangan Prince. Nampak disana seorang pria sedang duduk di kursi kerja sambil memeriksa berkas berkas di hadapannya.


" Siang Pak " ujar Fio sambil berjalan masuk.


" Apa tanganmu terluka? " tanya Prince dengan tatapan masih fokus pada berkas ditangannya.


Fio bingung dengan pertanyaan gurunya ini. Dia melihat kedua tangannya baik baik saja.


" Tangan saya baik baik aja Pak " jawab Fio.


" Kenapa tidak ketuk pintu dulu " ujar Prince.


" Ohh emmm iya maaf pak " ujar Fio bingung. Gadis itu hendak membalikkan badan, tetapi dihentikan oleh Prince.


" Mau kemana kamu gadis kecil? " ujarnya.


Fio menoleh, " Ya mau ngulang ketuk pintu Mas ehh Pak "


Prince sebenarnya dalam hati merasa lucu dengan perilaku gadis di depannya ini.


" Tidak perlu, sudah duduklah Mas mau menyelesaikan ini sebentar. Setelah itu kita makan siang bersama " ujar Prince menyuruh Fio duduk. Gadis itu langsung patuh tanpa banyak bicara.


Fio langsung duduk di kursi tamu, menaruh bungkusan makanan yang dia bawa. Melihat lihat ruangan Prince, seperti ada yang berbeda pikirnya.


" Ada apa hemm? " tanya Prince sambil berjalan mendekati Fio.


" Ehh ehmm ga ada, ini aku ngerasa ruangan Mas ada yang beda gitu tapi apa ya " ujarnya.


Prince tersenyum mendengar ucapan gadis ini.


Lalu dia menunjuk ke arah salah satu dinding. Disana terpajang sebuah lukisan seorang gadis. Fio menoleh mengikuti arah yang ditunjuk oleh Prince.


" Itu? " tanya Fio tak percaya.


" Cantik bukan... sepertinya mirip dengan kamu " ujar Prince.


" Emang itu aku kali Massss " ujar Fio gemas.


" Masak? memang kamu cantik? " tanya Prince. Pria itu mulai menggoda Fio.


" Ck. Ya iyalah cantik, kalo ga cantik Mas mana mungkin ma- " ucapan Fio terhenti. Dia sadar apa yang akan diucapkannya.


Prince hanya menahan tawa mendengar celotehan gadis di depannya. Baginya merupakan hal yang lucu dan daya tarik tersendiri.


" Ma apa hemm ayo lanjutkan ucapanmu gadis kecil " ucap Prince. Membuat Fio bingung dan salah tingkah.


" Gak ada. Ohh iya ini makanannya udah aku bawain Mas " ujar Fio mengalihkan pembicaraan. Prince hanya menurut saja, kasian juga gadis ini yang pipinya sudah merona.

__ADS_1


" Baiklah, ayo makan setelah itu kamu kembali ke kelas " ujar Prince mengambil makanan miliknya yang sudah dibukakan oleh Fio.


" Iya iyaa. Lagian juga tar lagi gurunya dia sendiri " gumam Fio yg masih bisa di dengar oleh Prince.


" Jangan sampai telat , kali ini tidak ada toleransi mengerti " ujar Prince lagi membuat Fio kesal.


*****


" Yuk kita langsung minta surat ijin ke ketos di kelas Biologi 1 " ajak Redho.


" Lah ngapain kesana sih, kan di kelas kita juga ada tuh si Arkan " sahut Nino.


" Hehehe iya juga, ya udah minta ke Arkan aja deh " ujar Redho.


" Yuk Honey " ajak Nino pada Ninda. Gadis itu hanya mengangguk menerima uluran tangan Redho.


" Yeayy yukk Beb kita ke kelas kamu juga samperin Arkan " ajak Rena semangat 45.


" Iya iyaa semangat banget sih mau ketemu si Arkan " cibir Redho.


" Hook utuk utuk Beb kamu cemburu yaaa, lagian nemuin Arkan juga rame rame. Aku semangat nya itu semangat karna mau ambil formulir bukan ketemu Arkannnya " jelas Rena membujuk Redho.


" Iya iya, ya udah ayo ke kelas aku " ajak Redho dengan senyum manisnya.


" Nah gitu dong ganteng dehh " puji Rena.


" Udah udah kapan jalannya nih " lerai Gina yang sedari tadi diam dengan Deo melihat drama telenovela kedua sahabatnya.


Sedangkan Nino dan Ninda sudah jalan terlebih dahulu meninggalkan mereka.


*Skipp kelas Redho dkk*


" Ar, gue mau minta surat ijin ortu buat camping " ujar Nino langsung pada Arkan. Cowok yang sedang asik bercanda ria dengan kedua sahabatnya langsung menoleh.


" Gue nunggu Ninda sama temen temennya masuk dulu, kalo dia ga ikut gue juga nggak " jawab Nino.


" Bucin loe " sahut Rega.


" Bodo amat, dari pada loe jones " balas Nino tak mau kalah. Sedangkan Ninda hanya diam mendengarkan perdebatan mereka.


Lalu datanglah Deo,Redho,Rena, dan Gina.


" Loe berempat lama amat jalan " ucap Nino.


" Ck, nihh si Redho sama Rena masih live drama " jawab Gina.


" Lagian loe berdua jalan cepet banget ngilangnya " lanjut Gina.


" Hehehe sorry Gin, biasa ayang gue lagi ngambek dikit tadi " ujar Rena sambil nyengir menampakkan senyum lebarnya.


" Sorry Gin, kita kira kalian jalan dibelakang gue sama Nino tadi " ujar Ninda sambil cengengesan.


" Ehh ada kalian juga " ujar Arkan sambil membawa kertas surat ijin ortu.


" Waahh rombongan nih " ujar Adit dan Rega.


" Apaann rombongan loe kata orang nikah " balas Redho.


" Wkwkwkw nyolot aje loe " ujar Rega.


" Biasa, lagi PMS kali hahahaha " ujar Adit. Yang lain hanya diam sambil geleng geleng kepala mendengarnya.


" Sa ae lo kang somay " cibir Redho.

__ADS_1


" Gue kang somay? kang somay paling ganteng lahh " balas Adit PD membuat Redho kesal.


" Udah udah,kita kesini mau minta surat ijin ortu buat camping, malah pada debat dehh " lerai Rena.


" Nahh bener tuh kata Rena, Ar mana suratnya " ujar Gina.


" Ada nihhh, ini cuma kalian aja? Fiona gak ikut camping? " tanya Arkan dengan wajah berharap


" Iya buat kita, sekalian buat Fiona juga. Dia tapi masih mau tanya ortunya dulu, kita mintain suratnya dulu biar ntar dia langsung kasih ortunya " jelas Ninda.


" Ohh gitu. Tapi dia pasti ikut kan ya ? " tanya Arkan.


" Cieee loe ngarep banget Fiona ikut Ar " ujar Rega.


" Ya iyalah, Arkan kan lagi usaha gebet Fiona tuhh " sahut Adit.


" Wahh usaha yang keras kalo gitu loe Ar " ujar Redho.


" Emang kenapa? " tanya Arkan.


" Karna Fiona itu udah pu- " ucapan Redho terhenti kala Rena menginjak kakinya. Membuat Redho menahan suaranya.


" Karna? apaan yang jelas loe " ujar Arkan.


" Karna karna Fiona itu susah buat di deketin Iyah gitu kan Beb " ujar Redho buru buru saat melihat tatapan tajam semua sahabatnya kecuali Arkan dkk.


" Hehehe iya bener, Fio emang susah buat di deketin. " jawab Rena.


" Ya loe jangan sampai nyakitin dia, kita ga akan biarin itu terjadi " ujar Ninda. Diangguki oleh Rena dan Gina.


" Dia cewek baik baik, sahabat kita. Udah cukup dia ngerasain sakit kemarin jangan sampai terulang " ujar Gina.


Arkan tersenyum dan mengangguk. Tapi, dalam hati Rena dkk merasa tak enak. Mereka seperti memberi harapan palsu pada Arkan.


BERSAMBUNG...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Hello guysss ketemu lagi kan kita ehehehehe😄😄😄...


...Maaf ya guyss Author lama gak up sekalinya up gak lama😆🤗...


...Yukk lahh ya Author dah kasih nihh episode terbarunya. Moga suka ya🤗😊...


...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote dan Rating terrrbaik kalian😙🤗...

__ADS_1


...Thank you guyss❤🤗...


__ADS_2