Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 41


__ADS_3

...Hellooo๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹ Happy Reading ya guyss๐Ÿ“–๐Ÿ˜„...


...Moga kalian suka sama setiap episode yg Author bikinโ˜บ๐Ÿค—...


...Yukk lahh langsung gass dibaca ya hehehe๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Sesampainya di rumah, Fio langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia hari ini cukup merasa lelah. Lelah fisik ditambah pikiran. Dia menghempaskan tubuhnya ke kasur. Menghela nafasnya kasar.


" Kenapa ya sikap Pak Prince itu sering berubah-ubah. Kadang baik,kadang cuek, kadang nyebelin. " pikir Fio.


Lalu dia bangkit dan beranjak ke kamar mandi. Bebersih diri dan menyegarkan badannya.


15 menit kemudian, Fio telah selesai mandi dan berganti pakaian. Dia kemudian keluar kamar menuju dapur. Sedari tadi perutnya demo minta diisi.


Dia membuka tudung saji di meja makan. Disana terlihat lauk pauk kesukaan Fio. Bundanya memang paling the best kalau soal ini. Hehehe.


Dia langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya. Setelah itu dia berdoa dan mulai makan.


" Yummm masakan bunda tiap hari makin bestt aja " gumam Fio sambil mengunyah makanannya tersenyum senang.


Disaat asik makan, ayah dan kedua adiknya pulang.


" Assalamualaikum " ucap Pak Gandi, Iqbal, dan Bilal bersamaan.


Mendengar salam yang diucap ayah dan kedua adiknya. Fio menghentikan aktifitas makannya. Lalu menoleh, " Waalaikumsalam yah dek " jawab Fio.


" Ayo yah dek makan bareng, masakan bunda enak lohh hehehe " ucap Fio sambil terkikik.


Pak Gandi tersenyum, " Hemm kamu ini, masakan bunda memang sudah enak dari dulu. Mari makan bersama " ajak Pak Gandi dan diangguki ketiga anaknya.


Lalu mereka makan bersama dengan tenang. Kalo kalian nanya dimana Bu Arsih alias bundanya Fio, beliau setiap hari berada di warung makan miliknya hingga menjelang isya baru pulang.


Setelah makan, Pak Gandi,Fio,Iqbal dan Bilal memilih duduk bersama di ruang tamu.


" Nak, ayah dapat kabar katanya kami sempat tidak mengumpulkan tugas dan dihukum ya " tanya Pak Gandi pelan pada Fio.

__ADS_1


Mendengar itu, Fio diam. Sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal.


" Emm iya yah,maafin Fio ya Fio ga akan ngulangin lagi. Dan iya Fio dapat hukuman jadi asisten Pak Prince guru Matematika itu " jawab Fio dengan kepala tertunduk.


Mendengar jawaban Fio, Pak Gandi tersenyum penuh arti.


" Tidak apa, tapi jangan diulangi lagi. Sedari dulu ayah dan bunda mengajarkan kalian untuk disiplin dalam segala hal kan, dan juga hukuman yang diberikan gurumu itu jalani dengan baik, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan " ucap Pak Gandi menasehati Fio, juga adik-adiknya.


" Iya Yah, Fio ga akan ngulangin lagi. Tapi Yah, Pak Prince ngasih hukuman untuk jadi asistennya itu ga masuk akal menurut Fio. Segala tugas yang dia kasih juga selalu seenaknya Yah " ujar Fio sambil memberengut.


Membuat Pak Gandi tersenyum.


" Prince anak nakal itu, membuat gadis kecilku ini kesal hahahahaa " batin Pak Gandi.


" Huss tidak boleh seperti itu, dia gurumu kan. Dan itu juga karna kesalahan km, jadi jalani saja nanti akan ada hikmah yang kamu terima " ujar Pak Gandi.


" Iya Yah, makasih nasehatnya " jawab Fio lalu memeluk Pak Gandi.


" Ihh kakak manja banget sama ayah... " celetuk Bilal sambil cekikikan.


" Biarin wlekkk๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ kakak kan anak perempuan ayah satu-satunya " balas Fio sambil menjulurkan lidahnya.


Mendengar hal itu, Pak Gandi hanya bisa menggelengkan kepala. Dia sangat gemas dengan tingkah Fio yang sedang manja ini. Dia merasa tak rela jika suatu saat Prince akan membawanya untuk hidup bersamanya. Walau memang itu juga keinginan Pak Gandi. Dia ingin Fio bahagia dan melupakan kesedihannya.


Malam hari, di kediaman Prince. Dia sedang duduk di ruang kerjanya sambil melihat laptopnya. Bukan mengerjakan pekerjaan kantor atau sekolah. Dia sedang menatap foto-foto Fio. Gadis cantik yg selama ini membuatnya menunggu dan mencari.


" Gadis kecilku yg manis " gumam Prince sambil tersenyum.


Tok tok tok


Kegiatan Prince tersebut terhenti kala mendengar suara pintu di ketuk. Sontak Prince langsung menutup laptopnya dan mengubah raut wajahnya.


" Masuk " jawab Prince.


Lalu pintu terbuka, menampilkan wajah Alex dengan senyum sumringah.


" Prince, ayo turun makan malam dulu baru kerja lagi " ajak Alex sambil berjalan ke arah Prince.


" Hemm ayo " jawab Prince langsung menuju pintu diikuti Alex.

__ADS_1


" Waah tumben loe Prince langsung berangkat kalo diajak makan. Biasanya juga loe nolak-nolak terus sampe gue harus maksa dan ancam loe mau aduin ke Mama " jawab Alex.


Prince hanya diam. Sambil berjalan menuju ruang makan. Lalu mereka berdua makan malam bersama dengan tenang.


Setelah makan, Prince kembali ke ruang kerjanya diikuti Alex.


" Lex, jam berapa besok berangkat? " tanya Prince sambil menyesap teh buatan Bi Inah tadi.


" Besok pagi jam 06.00 . Loe udah siapin barang yang mau dibawa? " tanya ucap Alex.


" Ck. Ga perlu lagian barang gue di rumah juga ada kan " jawab Prince santai.


" Hehehe oh iya lupa gue barang-barang loe di Kota A kan banyak " balas Alex sambil tertawa ringan.


" Hemm " jawab Prince singkat.


" Ya udah, loe balik sana gue juga mau balik ke kamar. Istirahat biar besok badan loe fresh " ujar Alex sambil berdiri. Prince hanya mengangguk.


Lalu dia keluar dari ruang kerja Prince dan menuju kamarnya. Sedangkan Prince masih duduk diam, dia masih memikirkan Fio. Gadis itu wajahnya sudah memenuhi seluruh isi pikiran dan hati Prince.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


...Haiii guysss๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Semoga kalian suka yaaa sama kelanjutan episodenya๐Ÿ˜™ Makasih buat kalian yg selalu nungguin up episode dari Author๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...

__ADS_1


...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk banyakknya okeyy๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š...


...Thank Youโค๐Ÿ“–...


__ADS_2