
...Halloo assalamualaikum para readersss👋🤗...
...Author come back nihh dengan membawa lanjutan episode yg makin greget tiap harinya🤗😊 Hanya untuk kalian pastinnyya😄😄...
...Yukk langsung gasss dibaca guyss spesial buat kalian malam ini😚😍...
...Happy Reading📖❤...
To be contimue
☆☆☆☆☆
Sepulang dari taman, Fio langsung bergegas ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. Rencananya hari ini dia akan mengunjungi makam Raka.
Setelah bersiap, Fio keluar kamar dan pamit kepada kedua orang tuanya.
" Bund, Yah aku pamit keluar sebentar ya " ijin Fio pada kedua orang tuanya.
" Mau kemana sayang? " tanya Bu Arsih sembari meletakkan kopi di meja untuk Pak Gandi.
" Emm Fio mau ziarah ke makam Raka Bund, boleh kan? " tanya Fio lirih di akhir kalimatnya. Dia sedikit takut kedua orang tuanya tidak mengizinkan, mengingat keadaan Fio beberapa waktu lalu.
" Boleh nak, kamu berangkat naik apa? " ucap Pak Gandi mengizinkan dan diangguki oleh Bu Arsih.
" Fio naik ojek Yah, udah pesen ojeknya tadi mungkin bentar lagi dateng " jawab Fio yg kembali ceria setelah mendapat izin.
" Ya sudah, kalau begitu hati hati ya " ucap Bu Arsih dan diangguki Fio.
Tinn tinn
Tak berselang lama suara klakson motor di depan rumah Fio.
" Bund, Yah itu kayaknya tukang ojeknya udah dateng Fio berangkat dulu ya assalamualaikum " ucap Fio sambil menyalami kedua tangan orang tuanya.
" Iya nak waalaikumsalam " jawab Pak Gandi.
" Waalaikumsalam " jawab Bu Arsih.
Lalu Fio bergegas keluar rumah dan berangkat menaiki ojek.
" Semoga putri kita baik baik saja ya Yah " harap Bu Arsih sendu. Dia tidak ingin putrinya yg ceria murung kembali.
" Putri kita adalah gadis yang kuat Bund, kita harus percaya padanya dia bisa keluar dari kesedihannya " balas Pak Gandi menenangkan istrinya.
*****
Saat Fio keluar dari rumahnya dan menghampiri tukang ojek yang dia pesan, tanpa dia sadari Prince memperhatikannya dari jarak beberapa meter.
Tadinya Prince memang berniat ingin berkunjung ke rumah gadis itu, tapi melihatnya dari jauh gadis itu akan keluar jadi Prince memilih untuk melihat dulu dari dalam mobil. Setelah Fio dan tukang ojek berangkat, Prince mengikuti kemana tujuan Fio.
Selang 20 menit, motor yang ditumpangi Fio berhenti di depan sebuah pemakaman umum.
" Kenapa Fiona kemari? Dia akan ziarah ke makam siapa " gumam Prince bertanya pada dirinya sendiri.
Fio yang sudah sampai pun turun lalu mengeluarkan uang untuk membayar ojek. Setelahnya menghampiri penjual bunga yang ada di depan makam dan membeli beberapa tangkai mawar putih kesukaannya, dan itu juga menjadi kesukaan Raka dulu.
__ADS_1
Setelah itu baru dia masuk ke dalam pelataran makam dan mencari makam Raka.
Tanpa Fio sadari, Prince mengikutinya diam diam. Saat ini Prince memperhatikan Fio yang sedang berjongkok di depan sebuah makam. Gadis itu menaruh bunga mawar putih yang dibelinya tadi di makam tersebut.
" Hai sayang....apa kabar kamu? Semoga disana kamu bahagia dan tenang ya " ucap Fio dengan wajah sendu dan menampakkan senyum.
Prince mulai menajamkan telinganya mendengarkan setiap kata yg Fio ucapkan.
" Maaf ya, aku baru datang sekarang. Soalnya kemarin kemarin sekolah sangat sibuk. Kamu tau di sekolah kita ada guru baru, dia terkenal dingin dan killer lohh Raka " ucap Fio sambil menahan air matanya.
" Aku sampai dapet hukuman dari dia....Sayang, maafin aku ya. Bukan maksud aku ngehianatin kamu atau pun mau gantiin posisi kamu di hati aku...bagi aku kamu tetap melekat di hati aku Raka hikss " lanjut Fio sambil menangis. Air matanya dengan tidak sopan mengalir padahal dia sudah berusaha menahannya.
" Aku dijodohkan dengan orang lain sayang hikss ....dan kamu tau, siapa calon suami aku? hikkss dia guru baru di sekolah kita yang barusan aku bilang hikkss hehehe ". sambil menghapus air matanya.
" Dunia terlalu sempit rupanya ya hehehe...Raka, disana kamu pasti ngeliat aku kan, doain aku juga ya semoga aku bahagia sayang " ucap Fio sambil sesenggukan.
" Ya udah sayang, lain kali aku dateng lagi ya...aku pamit dulu " lanjut Fio lalu bangkit dan berjalan menjauh dari makam Raka sambil menangis dan berusaha tegar.
Prince, yg sedari tadi mendengarkan curhatan Fio di makam itu, yang tak lain adalah makam kekasih Fio yg sudah meninggal.
Perasaan Prince saat ini menjadi tak karuan. Ternyata sebesar itu perasaan Fio pada Raka. Bahkan sampai saat ini dia masih susah untuk membuka hatinya untuk pria lain.
" Tenang, kamu pasti bisa mendapatkan hati Fiona. Dia gadis yy sejak dulu kamu nantikan. Mungkin dengan jalan seperti ini, kalian dipertemukan " gumam Prince memantapkan hatinya untuk terus berusaha mendapatkan kembali hati gadis kecilnya.
Setelahnya, Prince juga beranjak keluar dari pelataran makam menuju mobilnya. Dia menoleh kesana kemari mencari Fio yang sudah tidak ada disana. Kemudian Prince masuk ke dalam mobilnya dan mencari Fio.
Tak lama setelahnya, Prince melihat keberadaan gadis itu. Dia sedang berdiri seorang diri di halte tak jauh dari makam menunggu kendaraan umum yang lewat.
Prince pun melajukan mobilnya kesana dan berhenti tepat di depan Fio.
Tinn
Lalu kaca mobil terbuka menampakkan wajah Prince.
" Pak Prince, kok bisa ada disini? " tanya Fio langsung.
" Saya kebetulan lewat, dan melihat kamu disini " jawab Prince beralibi.
" Ohh gitu, terus ngapain bapak berhenti disini...nanti ngalangin kendaraan umum yang mau berhenti disini pak, saya kan nanti ketinggalan kendaraannya " balas Fio.
" Ck, kamu pikir saya berhenti disini karna apa? cepat masuk saya antar kamu " titah Prince membuat Fio mengernyit.
" Nggak usah pak, saya nunggu kendaraan umum aja bentar lagi juga dateng. Makasih atas tawarannya " balas Fio sedikit ketus karna guru ini selalu sesukanya memerintah.
" Saya tidak suka dibantah Fiona " ucap Prince datar.
" Ck Pak Prince ini emang seenaknya terus jadi orang. Lagian ini kan bukan area sekolah pak, jadi saya gak harus nurutin bapak dong " balas Fio ketus dan cuek.
" Saya disini bukan sebagai guru kamu, saya disini sebagai calon suami kamu " balas Prince datar dengan sorot mata tajam.
" Ishh bener bener ngeselin, gak disekolah gak di tempat umum gini selalu aja ada ide buat merintah " gumam Fio kesal setelah mendengar jawaban Prince.
" Cepat masuk, atau saya seret kamu untuk masuk sekarang juga " ancam Prince dengan sorot mata tajam membuat nyali Fio yg tadinya membara, menjadi menciut seketika.
Dia kemudian segera beranjak masuk ke dalam mobil. Tapi, bukannya duduk di sebelah Prince, Fio malah duduk di kursi belakang.
__ADS_1
" Kamu pikir saya supir kamu? Cepat pindah ke depan " titah Prince dengan wajah datar.
" Kan sama aja pak, yang penting saya kan udah masuk mobil bapak " balas Fio kesal dengan guru satu ini.
" Pindah " ulang Prince menekan suaranya dan menampakkan wajah datar sorot mata tajam.
Lagi lagi Fio langsung menuruti kemauan guru tersebut.
" Good girl " ujar Prince sambil tersenyum tipis. Sedangkan Fio hanya diam sambil mencebikkan bibirnya.
" Pakai sabuk pengaman dulu " ujar Prince dan langsung dilakukan oleh Fio.
Tapi, sepertinya sabuk pengaman itu sedang bekerja sama dengan tuannya mengerjai Fio. Gadis itu menarik narik sabuk pengaman tersebut tapi macet.
" Gak bisa pak, macet ini " ujar Fio sambil terus mencoba menariknya.
Lalu Prince melepaskan sabuk pengaman miliknya dan hendak membantu Fio memakai sabuk pengaman.
" Pa pak Prince mau ngapain? " tanya Fio gugup kala badan Prince condong ke arahnya dan jarak antara mereka semakin dekat.
" Ck jangan berfikir macam macam gadis kecil, saya hanya ingin membantu memasangkan sabuk pengaman " balas Prince lalu segera menarik tali sabuk pengaman.
Dannn sretttt. Kena tuh gak macet.
" Ohh gitu ya udah " balas Fio cuek.
" Hanya itu saja? " tanya Prince sambil menatap wajah Fio dari dekat.
Untuk beberapa saat tatapan keduanya bertemu.
Ceklekkk. Sudah terpasang. Fio tersadar kemudian sedikit mendorong badan Prince menjauh darinya.
" Ma makasih pak " jawab Fio gugup. Sedangkan Prince hanya mengangguk dan berdehem.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
...Haiii guyyysss gimana gimana seru kann ceritanya😄😍😄😍...
...Yukk biar Author makin semangat kasih dong Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyak banyaknya guyss😁🤗😙...
...Thank You All❤😊...
__ADS_1