
...Yukk Guyss simak kelanjutan cerita Prince dan Fio yg akan semakin seruu tiap harinyaπππ...
...Maknya, pantengin terus yeahh up episodenya heheheheπππ...
To be continue
βββββ
Pagi-pagi sekali Fio sudah tiba di sekolah. Dia berangkat pagi karna hari ini jadwal dia melaksanakan piket kelas. Fio berjalan menuju kelas sambil bersenandung ria. Terlihat beberapa siswa- siswi yang juga datang pagi ke sekolah.
Sesampainya di kelas, dia melihat Indra, Tony, dan Selly sedang melaksanakan piket.
" Assalamualaikum " ucap Fio sambil tersenyum pada mereka.
" Waalaikumsalam " jawab ketiganya serempak.
" Bagian mana Dra yang belom di sapu? " tanya Fio pada Indra.
Cowok yang tengah fokus menata bangku-bangku menoleh dan menjawab, " Semua udah disapu tadi Yo, tinggal itu kaca jendela belom dibersiin Yo karna cairan pembersihnya abis. Coba deh loe minta ke ruang sarpras sekolah " jelasnya.
" Ohh oke, ya udah gue ambil dulu " ujar Fio berlalu dari sana.
Fio berjalan menyusuri koridor sekolah yang sepi sambil bersenandung. Saat fokus berjalan, dari arah depan dia melihat Prince berjalan dengan gagah dan tampan. Wajah datarnya berubah tersenyum manis kala melihat Fio. Lalu dia mempercepat langkahnya menuju gadis itu.
" Ehh pak, selamat pagi " ucap Fio.
" Ya selamat pagi. Kamu akan kemana? " tanya Prince.
" Saya mau ke ruang sarpras sekolah pak, mau minta cairan pembersih kaca " jawab Fio.
" Oh baiklah, " ucap Prince.
Saat Fio hendak berjalan lagi, Prince kembali berucap " Saya senang kamu tidak menghindar dari saya lagi ".
Fio yang mendengar itu berhenti, tertegun. Dia merasakan jantungnya berdebar gugup.
" Eee iya pak, maaf juga atas sikap saya " ujar Fio tak enak hati.
" Tapi, apa kamu masih tidak bisa menerima pernyataan saya waktu itu? " tanya Prince pada intinya.
" Maaf pak, itu tidak mungkin dan saya tidak bisa. Permisi " setelah mengucapkan itu Fio langsung berlari pergi dari sana. Dia takut tak bisa menahan perasaannya. Dia juga kesal dengan gurunya itu yang tak bisa sedikit saja melupakan hal itu.
Melihat kepergian Fio, Prince merasa sedikit kecewa. Gadis kecilnya itu masih belum mau membuka hati untuk orang baru. Tapi, Prince tidak akan pernah berhenti untuk mendekati dan meluluhkan hati gadis itu.
_Skipp masuk jam pelajaran_
Saat ini kelas Fio jadwalnya pelajaran Matematika. Itu artinya Fio harus bertemu lagi dengan guru menyebalkan, bagi Fio. Siapa lagi kalau bukan Prince.
Sesaat kemudian Prince memasuki kelas dengan raut wajah lebih datar dan dingin daripada biasanya. Sepertinya suasana hatinya sedang buruk. Akhh ini hari yg buruk bagi siswa siswi kelas 12 IPA 2.
" Baik, sekarang kalian kumpulkan tugas minggu lalu ke meja depan " ucap Prince tegas dan datar.
__ADS_1
Meraka semua langsung bergerak mengambil buku tugas masing-masing di dalam tas. Fio yang melihat buku tugasnya tak ada menjadi panik. Gawatt. Dia tak membawa buku tugas itu.
" Yo, loe kenapa? " tanya Rena berbisik.
" Gu gue kayaknya ga bawa buku tugasnya Ren " ucap Fio sambil menggigit ujung jarinya.
" Hah kok bisa, loe bisa kena hukum sama tu guru Yo, liat aja muka-muka kayak lagi kesel gitu " ujar Rena, mendengar itu Fio langsung melihat wajah Prince. Benar, gurunya itu sedang sangat kesal hari ini. Tapi kenapa, apa mungkin karna tadi pagi.
" Cepat, kumpulkan di meja depan. Bagi yg tidak mengumpulkan hari ini bisa keluar dan menemui saya siang nanti di ruangan saya " ujar Prince tegas dengan sorot mata tajam.
Sontak semua siswa siswi dalam kelas tersebut bergidik ngeri. Mereka lebih memilih bungkam daripada kena imbas kekesalan guru itu.
Lalu, Fio berdiri dan berjalan menuju pintu keluar dengan kepala tertunduk. Ya, Fio memilih untuk lebih dulu keluar sebelum diusir karna tak mengumpulkan tugas.
Prince melihat gadis itu tertunduk sambil keluar, ada ide yg muncul di kepalanya. Dia menyeringai memikirkan rencana selanjutnya agar dia bisa dekat dengan gadis itu.
Setelahnya, Prince melanjutkan pelajaran dengan perasaan cerah dan senang. Akhirnya dia ada kesempatan lagi. Para siswa siswi yg melihat perubahan gurunya itu bingung. Tadi kesal, datar dan sangat menakutkan sekarang tiba-tiba suasana nya cerah dan melunak. Aneh.
Kini Fio tengah duduk di perpustakaan sambil membaca buku yang tadi diambilnya. Dia sedari tadi menggerutu kesal. Kenapa bisa dia ceroboh tak membawa buku tugasnya. Ohh no. Malah ketepatan susana hati guru itu tak baik.
_Skipp Istirahat_
Bell istirahat berbunyi, semua murid SMA Merdeka berhambur keluar dari kelas. Tak terkecuali dengan kelas Fio. Prince bersiap akan keluar dari kelas karna sudah tak sabar ingin mengerjai gadis kecilnya itu dan memberi sedikit pelajaran padanya.
" Baik, pelajaran hari usai. Kita lanjutkan minggu depan, terimakasih " ucap Prince lalu bergegas keluar.
Dia berjalan menuju ruangannya. Sesampainya di depan ruangannya, dia melihat gadis yang dia nantikan berjalan ke arahnya.
Prince duduk di kursinya.
" Silahkan duduk " ucap Prince datar menyuruh Fio duduk.
" Kamu tau kesalahan kamu? " tanya Prince serius dengan sorot mata tajam.
" Iya pak, saya tidak mengumpulkan tugas hari ini " ucap Fio.
" Bagus kalau kamu tau, saya ingatkan sama kamu kalau saya tidak suka ketidakdisiplinan. Dan saya juga tidak akan memberikan toleransi pada siapapun yang tidak disiplin. Nilai kamu untuk tugas hari ini akan saya kasih 0." ujar Prince tegas.
" Ta tapi pak, saya mohon kasih saya kesempatan. Saya akan mengumpulkan tugas itu pak, saya sudah kerjakan tapi lupa membawanya " ucap Fio dengan nada memohon.
" Saya tidak peduli kamu lupa atau tidak mengerjakan. Yang pasti saya tidak suka keterlambatan " ujar Prince.
" Pak saya mohon, kasih saya kesempatan. Saya akan langsung mengumpulkan ke bapak. Atau bapak boleh menghukum saya atas ketidakdisiplinan saya " ucap Fio memberanikan diri.
" Hukuman? " ucap Prince sambil menaikan sebelah alisnya.
Fio mengangguk mantap.
" Iya pak, bapak bisa kasih saya hukuman apa saja asal jangan berikan saya nilai 0 pak, bisa-bisa itu mempengaruhi kelulusan saya " ucap Fio.
Prince diam sejenak. Memikirkan ucapan gadis itu tadi.
__ADS_1
" Benar juga apa yang dibilang gadis kecilku ini, aku juga tidak mau dia bermasalah nantinya. Ah baiklah aku kasih dia hukuman saja menjadi asistenku selama 1 minggu, itu bisa jadi jalan agar kami bisa lebih dekat. " batin Prince.
" Ekhem baiklah, saya akan kasih kamu hukuman. Hukuman kamu adalah menjadi asisten saya selama 1 minggu " jawab Prince datar dan cuek.
Fio yang mendengar kaget.
" Menjadi asisten bapak selama 1 minggu? apa tidak bisa yang lain saja pak hukumannya " ucap Fio menawar hukuman dengan nada kesal.
" Tidak. Itu hukuman terbaik untuk kamu, sekalian kamu bisa belajar disiplin " ucap Prince tegas.
" Tapi pak, 1 minggu itu lama. 3 hari saja bagaimana " tawar Fio lagi masih enggan menerima begitu saja hukuman dari gurunya.
" 1 bulan. " ucap Prince cuek.
" Lahh pak kenapa ditambah jadi 1 bulan??? " tanya Fio kesal.
" Jika kamu menawar lagi akan saya tambah jadi 2 bulan " ujar Prince dengan cuek.
" E ehh tidak pak, baiklah saya terima hukuman itu jadi asisten bapak selama 1 bulan " pasrah Fio dengan wajah kesal.
Prince yg mendengar tersenyum tipis. " Akhirnya ada jalan mendekatinya " batin Prince.
" Baiklah kalau tidak ada yang dibahas lagi, kamu bisa keluar sekarang. Dan hukuman kamu berlaku mulai besok. " tegas Prince.
" Iya pak, saya permisi " ucap Fio menahan kesal sambil berlalu keluar.
Di depan ruangan Prince, Fio menggerutu kesal. Masih tak terima dengan hukuman yg diberikan padanya.
" Huftt dasar guru nyebelin, datar, cuek, seenaknya aja ngasih hukuman begitu..." gumam Fio sambil berjalan menuju kelasnya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
...Hellooowwww Guyssssππππ para Readers tercintaaaa nihh Author udh up lohh episode baru 'Pertemuan Takdir Cinta'π€β€...
...Skuyy dibaca hehehe jan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk banyakknya okeyyyπππ...
...Thank You Allππ...
...Muachhhπππ...
__ADS_1