Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 116


__ADS_3

...Happy Reading semoga suka yaaa💙😉...


To be continue


Hari yang dinanti nanti oleh Prince dan Fio akhirnya tiba. Bukan hanya mereka kedua keluarga beserta sahabat dan kerabat pun menunggu hari ini.


Hari pernikahan Prince dengan gadisnya, Fio.


Acaranya diadakan di kediaman Prince, sesuai permintaan Fio dan disetujui keluarga. Karna tidak ingin acara yang terlalu besar dan hanya mengundang orang terdekat saja.


Acara tersebut mengambil tema Wedding Garden.



(Visual dekor tempat pernikahan Fio dan Prince ,gambar hanya pemanis ya guysss)


Tempat yang akan dilangsungkan nya akad nikah dan resepsi pada pagi ini sudah siap, menunggu pasangan pengantin dan para tamu.


Disisi lain, Fio sedang bersiap di dalam salah satu ruangan. Ditemani oleh Bunda dan ketiga sahabat nya.



(Visual Fio pakai baju pengantin)


" Cantiknya putri bunda, sebentar lagi akan segera menikah " ucap bunda Fio dengan senyum lembutnya.


" Terimakasih bunda, terimakasih atas segala kasih sayang bunda dan ayah selama ini. Fiona nggak nyangka sebentar lagi kita akan berpisah " balas Fio dengan mata sedikit berair.


Ninda,Rena dan Guna yang berada disana memilih diam mendengarkan percakapan ibu dan anak itu.


" Sutt putri bunda jangan bilang begitu, kami orang tuamu nak.Tentu kami menyayangimu melebihi diri kami sendiri, dan kita tidak berpisah sayang. Kamu bisa kapanpun datang menemui bunda,ayah dan adik adik kamu " sambil mengusap sedikit sudut mata Fio yang berair.


" Jangan menangis, hari ini hari bahagia kamu. Lihat make up-nya nihh nanti luntur nak Prince kabur lagi " goda bunda Fio. Berhasil membuat pipi anaknya merona.


Sedangkan ketiga sahabat Fio mendengar nya hanya diam sambil menahan tawa.


" Bener tuh Yo, makanya loe jangan cengeng " celetuk Rena yang tak tahan ingin juga menggoda sahabatnya.


" Gue gak cengeng ya, ishh kalian ini udah ketawa aja kalo mau ketawa gausah ditahan " kesal Fio melihat raut ketiga sahabat nya.


Hahahaha.....


Pecah tawa ketiganya,yang mana membuat Fio tambah kesal.


" Aduhh duhh perut gue " ujar Ninda sambil memegang perutnya.


" Muka loe lucu banget Yo pas bunda bilang Pak Prince bakal kabur hahaha " ujar Gina.


" Bundaaaa liat mereka ishh " kesalnya merajuk pada bunda.


" Ekhem sudah sudah berhenti kasian tuh Fiona pipinya sudah merah heheh " mereka berhenti tertawa tapi cekikikan.


Di ruangan lain, Prince juga tengah bersiap ditemani Papa Renald dan juga Mama Amira.



(Visual Prince dengan Jas putih)


" Wahh tampan putra Mama nih " ucap Mama Amira yang duduk disamping suaminya.


" Ekhem tentu saja, bibit unggul Papa tidak pernah gagal " sombong Papa Renald sambil membetulkan jasnya.

__ADS_1


Mama Amira hanya melirik sinis, lalu beranjak mendekati putranya.


" Terimakasih Prince, sudah menerima perjodohan ini." ucapnya.


Prince yang tadi fokus merapikan jasnya pun berhenti dan berbalik menatap Mamanya dengan serius.


" Untuk apa Mama berterimakasih Ma, aku memang mencintainya. Dan bersyukur kalian menjodohkan gadis kecil itu dengan ku " jawabnya lembut namun tegas.


Mama Amira yang mendengar nya tersenyum, putranya memang selalu bisa diandalkan.


" Jaga Fiona baik baik Prince, jaga hati dan fisik nya. Papa selalu ajarkan padamu untuk menghormati dan menjaga perempuan. Jadi terapkan untuk rumah tangga kalian nanti " pesan Papa Reynald bergabung dengan anak dan istrinya.


Prince mengangguk tegas tak ada keraguan sama sekali.


" Ya sudah, ayo kita bersiap dan keluar. Sepertinya penghulu dan para tamu sudah datang " ucap Papa Renald dan diangguki keduanya.


_Wedding Garden_


Prince sudah duduk dihadapan penghulu dan juga Ayah Gandi. Menunggu kedatangan pengantin perempuan untuk melangsungkan pernikahan.


Tak lama datang Fio dengan balutan gaun pengantin, menambah kecantikan dan keanggunan nya. Ditemani Bunda Arsih disisi kanan, Gina disisi kiri dan Ninda juga Rena dibelakang nya membawa cincin dan buket bunga.


Semua mata tertuju pada pengantin perempuan. Tak terkecuali Prince, netranya tak berkedip melihat kedatangan gadisnya.


Sampai Fio sudah duduk disampingnya. Prince mengulas senyuman yang jarang ia tunjukkan.


" Cantik " bisiknya ditelinga Fio. Membuat pipi gadis itu merona.


" Fiona sama Pak Prince pasangan yang cocok " ujar Redho menatap kagum pasangan di depan.


" Iya bener loe, gak nyangka gue Fiona secakep itu pake baju pengantin, apalagi Pak Prince beuhh ngerasa minder gue " ujar Nino sambil cekikikan.


Disisi Al dan Devan, keduanya sedang saling pandang.


" Itu beneran Prince kan Al, kok gue ngerasa aneh liat dia senyum begitu " heran Devan.


" Ya iyalah itu Prince, loe kira siapa... tapi bener sih kata loe, dia senyum gitu gue agak gimana gitu biasanya cuma datar kek triplek " ucap Al sambil manggut-manggut.


Tak lama datang Alex dengan handycam di tangannya.


" Darimana loe Lex? " tanya Devan.


" Kepo loe kek Dora " jawab Alex cuek.


" Gak liat gue bawa camera gini, ya gue abis ngerekam moment mereka berdua lah " jawabnya lagi.


" Gimana keamanannya? " tanya Al.


" Aman, gak masalah. Tadi salah satu anak buah gue ngeliat seseorang yang agak misterius sih di depan tapi aman lah gak sampe masuk sini " jawab Alex sambil merapikan jasnya.


Tak lama acarapun di mulai.


" Prince Ararka Hadijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Fiona Davina Elyaza dengan mas kawin seperangkat perhiasan berlian, 1 buah rumah,dan seperangkat alat sholat dibayar tunai " ujar Pak Gandi dengan tegas.


" Saya terima nikah dan kawinnya Fiona Davina Elyaza dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " jawab Prince lugas tanpa keraguan.


" Bagaimana saksi sah "


" Sah "


" Sah "

__ADS_1


" Alhamdulillah "


Suasana berubah menjadi haru setelah pengucapan akad nikah dan dilanjutkan dengan pembacaan doa.


Lalu penandatangan buku nikah, pemasangan cincin dan sesi minta restu dan foto.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan, kini sesi lempar bunga pun akan di lakukan oleh pasangan pengantin tersebut.


Para tamu sudah berkumpul di belakang pengantin bersiap menunggu lemparan bunga.



(Visual buket bunga Fio)


Satu....Dua.....Tiiiigaaaa.....


Fio beserta Prince melempar buket tersebut membelakangi para tamu.


Hap.


Bunga tersebut ditangkap oleh seseorang berwajah datar. Yang tak lain adalah Alex.


Yang lain hanya diam menunggu tanggapan pria itu.


" Lahh malah si Alex yang dapet " gerutu Al dan Devan.


" Wahh kak Alex dapet bunganya " ujar Rena.


" Iya tuh tapi mukanya tetep aja datar kek triplek ya " sahut Ninda dan yg lainnya.


Pukk.


" Loe kenapa diem aja " bisik Devan di telinga Alex.


" Terus gue harus ngapain? " balas Alex berbisik juga.


Sedangkan yang lain terus menatap nya.


Devan akhirnyaaaaa yang tak tahan pun menarik Alex pergi dari sana.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


.


.


.


.


hai hai gimana nihh suka kan yukk terus ikutin kelanjutannya okeyy💙😘


Thanks all🥰

__ADS_1


__ADS_2